The Chronicles of Narnia (2) – C.S. Lewis

Resensi dalam Bahasa

Rating: 4.7 dari 5

“Suatu hari, kamu akan cukup tua untuk mulai membaca dongeng lagi”
Processed with VSCO with g3 preset

Processed with VSCO with g3 preset

Yeay, kali ini bakal aku ulas tentang salah satu buku favoritku waktu kecil (sampai sekarang sih)!

The Chronicles of Narnia, yang menceritakan tentang dunia ajaib, dengan makhluk-makhluknya yang ajaib, dan penguasanya yang juga ajaib. Buku The Chronicles of Narnia terdiri dari 7 buku yang masing-masingnya memiliki cerita berbeda-beda, namun dengan satu cerita besar yang sangat menarik untuk diikuti.

Di dalam buku ini, bukan hanya menceritakan tentang dunia Narnia, tapi juga dunia ‘nyata’ yang berfungsi seperti parallel universe di dalam ceritanya. Dunia ‘nyata’ yang berlatar di era sekitar  Perang Dunia II, terus bersinggungan dengan Narnia dengan cara-cara yang magis, di mana anak-anak bisa memasuki Narnia melalui portal-portal aneh di waktu yang tidak disangka-sangka. Buku ini sangat cocok untuk anak-anak dan remaja, namun juga direkomendasikan untuk orang dewasa. Kenapa?

Aku membaca buku ini 2 kali, saat masih remaja (sekitar SMP) dan terus saat kuliah, dan akhirnya bekerja. Setiap membaca buku ini, selalu berbeda makna yang kutangkap dari sebelumnya. Saat remaja, dongeng yang diceritakan mengenai Narnia sangat lah menarik dan menyenangkan, namun saat sudah dewasa membaca kembali buku ini, kita akan menyadari makna-makna tersembunyi dari ceritanya, yang banyak mengarah ke nilai-nilai religi.

Buku ini memang sarat dengan makna keagamaan, dan cerita-cerita yang berdasar pada agama Kristen, namun sebenarnya, lebih mendalami nilai-nilai keimanan secara umum. Jadi, jangan ragu untuk membacanya, ya! Dalam membaca buku ini, pengertian dan hubungan dari Ketuhanan, iman, dan manusia akan sangat terasa nyata. Banyak kejadian-kejadian di buku The Chronicles of Narnia yang sangat cocok dengan kondisi zaman ini, hubungan manusia dan agamanya. Buku ini sangat luar biasa dalam menjelaskan hal yang rumit dan kompleks seperti keimanan menjadi sederhana untuk seorang anak/remaja.

Ada 7 buku yang menjadi bagian seri The Chronicles of Narnia, yaitu:

  1. The Magician’s Nephew

Buku ini adalah buku yang memulai segala cerita. Asal muasal Narnia, asal muasal  para makhluk-makhluk magis dan tokoh-tokoh antagonis dan protagonist lain. Sebenarnya, buku ini diterbitkan tepat setahun sebelum buku terakhir dari seri The Chronicles of Narnia terbit. Jadi, buku ini bisa dibaca kapan saja dan tidak harus pertama!

 

  1. The Lion, The Witch, and The Wardrobe

Buku ini sudah diadaptasi ke film yang ditayangkan pada tahun 2005 dan termasuk disambut baik oleh penonton di seluruh dunia. Untuk pertama kalinya di buku ini, Narnia ‘ditemukan’ oleh Pevensie Bersaudara, yang kemudian terjebak dalam masa-masa tergelap Narnia.

 

  1. The Horse and His Boy

The Horse and His Boy adalah bagian dari seri Narnia yang memiliki cerita yang paling soliter dibanding buku-buku lainnya. Di buku ini kisah yang diceritakan tidak berkaitan erat dengan buku-buku lain, dan tidak melibatkan campur tangan dari dunia ‘nyata’, namun tetap menjadi bagian dari legenda Narnia yang terus disinggung-singgung di buku lainnya. Buku ini kental dengan nilai-nilai persahabatan, dan juga penjelasan tentang lokasi negara Narnia dan negara-negara di sekitarnya.  

 

  1. Prince Caspian

Prince Caspian akan menceritakan tentang kembalinya Pevensie Bersaudara ke Narnia, dan di mana mereka harus menyadari perbedaan waktu antara dunia mereka dan dunia Narnia. Kali ini, mereka terlibat dalam perang memperebutkan takhta, dan musuh lamanya! Buku ini juga sudah diaplikasikan ke film yang terbit di tahun 2008, loh!

 

  1. The Voyage of The Dawn Treader

Buku yang ini adalah buku yang menurutku pribadi paling seru dan penuh petualangan. Pangeran Caspian kali ini berlayar menuju ujung dunia (yap, di alam Narnia, dunia tidak berbentuk bulat), di mana mereka juga dibantu oleh 3 orang anak dari dunia ‘nyata’. The Voyage of The Dawn Treader adalah salah satu buku yang sulit sekali berhenti sekali sudah mulai membacanya, haha!

 

  1. The Silver Chair

Buku kelanjutan dari The Voyage of The Dawn Treader ini mengalami lompatan waktu. Puluhan tahun sudah berlalu di Narnia, dan kali ini, anak-anak dari dunia ‘nyata’ datang ke Narnia dengan misi khusus, dan bertujuan menyelamatkan masa depan kerajaan Narnia. Cerita dalam The Silver Chair mampu menarik pembaca menjadi ikut resah dan bingung, dan ceritanya sangat kental akan unsur keimanan dan dapat direfleksikan ke dunia sehari-hari kita. Buku yang sangat menggugah untuk dibaca, dan quotes di awal resensi ini pun diambil dari buku ini.

 

  1. The Last Battle

Apa yang pernah dimulai, pastinya memiliki akhir. Inilah akhir cerita dari Narnia, pertempuran terakhir, perjuangan terakhir di Narnia. Buku terakhir ini sangat menyentuh hati, mengajarkan tentang kesetiaan, keimanan, dan akhirnya, sosok Tuhan. The Last Battle menjelaskan konsep dari iman, ateisme, hidup setelah kematian dengan sangat sederhana dan mudah diterima oleh anak-anak. Saya sangat kagum dengan buku ini, dan menjadi daftar wajib-baca untuk anakku kelak!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s