The Other Boleyn Girl – Philippa Gregory

Rating: 4.0 out of 5

“It is luck to love someone who is free to love you in return.”

the-other-boleyn-girl-1

Review in English:

I love this quote from The Other Boleyn Girl here. It describes the book perfectly, which mostly elaborates the pain in loving someone in such complicated political fiasco. This is a historical novel, but this time, we take England history.

It’s particularly taking us into women’s perspective in love and desire, and how it was being used for politics. This book bring up a topic of gender inequality, to the times where women basically being barred from having their own life, their own will, and being used by the family, having no voice whatsoever.

It was so hard for me to put the book down, because the plot’s flow is really rapid in taking its peak and finding a new conflict. Reading it makes you feel restless, the characters’ lives never on ease, there is always an issue lurking on the corner.

Okay, here’s a little preview:

Mary Boleyn comes to court not knowing her charm is attracting the attention of The King himself. Everything and everyone in her family flaunt her and clear her path to be the girl for The King. For a moment, she is lost in happiness, not realizing the wind started to change, and her position is far from permanent. Who is the person that will force her to step down? And how the court will stir up?

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Kutipan di atas menggambarkan buku The Other Boleyn dalam satu kalimat sederhana, di mana konflik dalam buku ini terfokus pada rasa sakit dan perjuangan yang ditempuh untuk mencintai seseorang di tengah konflik politik kerajaan yang rumit. Novel ini salah satu dari tipe novel historis, khususnya sejarah Kerajaan Inggris di era Tudor.

Buku ini membawa kita pada perspektif seorang wanita berdarah biru dengan pandangan-pandangan spesifiknya mengenai cinta dan nafsu.  Di samping itu, novel ini menyorot masalah absennya kesetaraan gender dalam kentalnya budaya kerajaan Inggris pada era tersebut. Bagaimana perempuan tidak diperbolehkan memilih hidupnya sendiri, dijadikan pion demi kedudukan dan reputasi keluarga. Tentu saja, hal ini masih terjadi sampai sekarang, kan?

Hampir mustahil untuk meninggalkan buku ini setelah memulai membacanya, karena alur plot nya yang cepat dan fluktuatif dengan cara yang sangat luar biasa. Hampir tidak ada jeda di mana cerita tidak memiliki konflik, karena selalu ada masalah ditampilkan oleh penulis yang kemudian menjadi bibit koinflik berikutnya.

Berikut sinopsisnya:

Tiba waktunya Mary Boleyn untuk ikut terlibat dan tinggal di istana. Namun yang tidak disadarinya adalah pesonanya yang berkilau dan mampu menarik perhatian bahkan seorang Raja. Semua orang mendukung dirinya dan memastikan Mary dan Raja tidak terhalang untuk bersatu. Dan untuk sesaat, Mary bahagia. Ia lupa bahwa kebahagiaan tidak pernah bertahan lama dalam istana. Siapakah yang akhirnya mampu menyingkirkan Mary? Dan bagaimana kelanjutan kehidupan di Istana?

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s