Pulang – Leila S. Chudori

Rating: 4.8 out of 5

Ayah adalah seorang Ekalaya. Dia ditolak tapi dia akan bertahan meski setiap langkahnya penuh jejak darah dan luka”

pulang-2

Review in English:

Now here is a book of your bucket list. Yes. If you claim yourself to be a booklover, bookworm, or whatever terms you may like, this is a must-to-read. Well, this is an Indonesian novel, nevertheless, you can find the translated one as ‘Home’.

‘Home’ is very deeply rooted on Indonesian darkest history. The background story it takes is so wonderful, it touches many sensitive topics. The novel is plastered with Indonesia’s culture, history, myth, and many unique things about Indonesia. It brings up G30SPKI, the times of massive massacre of people who are accused related in any way with PKI, the communist party, as its background. Since this is a two generation story, it will also take the background of Soeharto’s (2nd President of Indonesia) overthrow in 1998 just as important to the story as G30SPKI. ‘Home’ is also promoting Indonesian culture; it brings Wayang (Indonesian ethnic puppets) and Indonesian food as a major part of the story. You can smell, hear, and see Indonesia so clearly by reading ‘Home’. No doubt of it being awarded of Khatulistiwa Literary.

This is about a man. A man who fascinated by many things; different political views, books and poems, women, foods. A man who set sail, and can never anchored down. A man who faces his fascination to become both curse and blessing to his life. A man whom the wind of life has blown away from his path, to the point of him is being stamped as ‘politic exile’. He was rejected by his own country, forced to live abroad and build a new life.

This is about a young woman. A woman in conflict with her father. Her beloved father, that always supports her, yet becomes bitter of a particular choice of hers. A woman with two histories running on her blood. A Parisian, with one other home country across the world that she has never visited. A woman with one problem upon her life: how to graduate from Sorbonne. One that she doesn’t know, is how that simple things would lead her to a series of outrageous events.

Processed with VSCO with g3 preset

Resensi dalam Bahasa:

Hai!!

Aku punya pertanyaan. Sejauh mana kamu mengenal I.N.D.O.N.E.S.I.A?

Kalau kamu nggak bisa menjawab pertanyaan ini, mungkin kamu bisa mendapatkannya dari buku ini. Buku ‘Pulang’ karya Leila S. Chudori adalah buku yang memenangkan penghargaan Kusala Khatulistiwa Sastra bukan karena keberuntungan, tapi jelas karena kedalaman kualitas dari buku ini. Buku ini ditulis untuk memuaskan rasa haus kamu tentang sejarah Indonesia, terutama masa-masa tergelapnya.

Novel ini mengambil latar beberapa kejadian bersejarah di Indonesia, yaitu peristiwa G30SPKI, Supersemar, Demonstrasi Prancis, penembakan mahasiswa Trisakti, dan turunnya Presiden Soeharto pada tahun 1998. Melalui buku ini, gambaran kejadian-kejadian bersejarah itu akan terasa lebih nyata dan ‘berdarah’ secara asli. Banyak informasi yang diungkapkan oleh buku ini, kepingan-kepingan fakta yang bercampur dengan fiksi. Selain itu, novel ini memiliki ‘wangi’ Indonesia yang pekat. Budaya Indonesia begitu kental diulas dan menjadi bagian-bagian vital dalam ceritanya, seperti Wayang dan kuliner Indonesia. Novel ini selalu menjadi rekomendasiku pada siapa pun yang suka membaca.

Buku ini menjabarkan tentang seorang laki-laki. Seorang wartawan. Seorang bujangan. Seorang suami. Seorang Ayah. Seorang laki-laki yang tertarik pada politik, dan menghargai semua paham. Seorang laki-laki yang tahu bagaimana menjadi seorang teman yang baik, walau ia tidak yakin bagaimana menjadi pasangan yang baik. Ia terombang ambing dalam hidupnya yang didasarkan filosofi ‘berlayar’, sampai angin kemudian membawanya ke tanah baru. Ditolak tanah airnya, dan mendapat panggilan ‘Tapol’ (Tahanan Politik).

Buku ini menceritakan tentang seorang perempuan. Seorang anak. Seorang mahasiswa. Seorang perempuan Eropa, namun dengan darah yang tercampur bau kemangi dan kunyit, Indonesia. Seorang mahasiswa tingkat akhir Sorbonne yang berjuang untuk lulus. Seorang putri yang bertengkar dengan ayahnya. Seorang anak mencoba mengerti ayahnya, berdasar pada pemahaman anak kecil yang terbatas. Seorang blasteran, mencoba memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s