Rindu – Tere Liye

Rating: 3.0 out of 5

“Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu.”

Rindu

Review in English:

Related to current political weather in Indonesia, I would like to review a novel with deep religious value in it, and of course it is coming from our most-productive-author, Tere Liye! Yeay!

So this book is incredibly unique, and I have not read another book like it, telling a story of Hajj journey, back when it takes almost a month just to reach Mecca by ship. This is an Indonesian novel, and it would provide you with good insight on Islam’s views, and of course, the favorite aspect of Tere Liye, true love.

This novel is incredibly sweet and heart-warming, reminding you the true values of Islam (which is NOT anarchy or violence), while restoring faith in humanity. Even though this is fictional, Tere Liye has succeeded in injecting peace in his readers’ heart, as he promoted this particular thing: “everything will be resolved in the best way it would be”. Moreover, since there are a lot of characters with different backgrounds in the story, the readers will easily be hooked and felt connection with the character who gave great portrayal of Indonesians’ common issues.

Here’s the sneak peak:

From the moment Daeng Andipati aboard the ship with his wife and two daughters, he’s prepared to do a meaningful journey to The Holy Mecca. He also realizes that the voyage would be harsh and long. What he didn’t expect was to meet an amazing pious man who would help him in answering his long-suppressed-question that has been haunting his life. Furthermore, there are many people there with different stories, yet all haunted by their own questions and past. Turns out, the journey already starts purifying their souls even before they step on Mecca.

Rindu (2)

 Resensi dalam Bahasa:

Berkaitan dengan isu agama (terutama Islam) yang sedang sangat marak di tahun ini, aku ingin mengupas salah satu buku dari pengarang Indonesia yang menjunjung nilai agama Islam dalam setiap bukunya, yaitu Tere Liye.

Buku Tere Liye yang berjudul ‘Rindu’ mengangkat topik yang sangat unik, yaitu tentang perjalanan ibadah yang sangat diidam-idamkan semua umat Islam, Haji. Namun latar yang digunakannya adalah tahun 1938, di mana perjalanan haji pada umumnya tidak menggunakan pesawat, melainkan menggunakan kapal, dan memakan waktu hampir sebulan untuk mencapai kota Mekah.

Novel ini sangat menenteramkan hati, sekaligus juga mengingatkan kita tentang nilai-nilai asli dari agama Islam yang sebenarnya. Tere Liye sukses menanamkan kedamaian dalam hati pembacanya, mengingatkan lagi dan lagi bahwa “Apa pun yang telah atau akan terjadi adalah yang terbaik”. Selain itu, Tere Liye menempatkan beberapa tokoh utama, yang masing-masingnya memiliki problematika sendiri-sendiri, mewakili begitu banyak kasus yang umum terjadi dalam hidup manusia.

Berikut cuplikannya:

Daeng Andipati menaiki kapal Blitar Holland dengan komitmen untuk menjalani ibadah Haji dengan sungguh-sungguh, beserta istri dan 2 anak perempuannya. Namun yang tidak ia sangka adalah pertemuannya dengan tokoh agama yang berpengaruh di kapal tersebut, dan peristiwa-peristiwa yang mengikuti. Ia pun tak menyangka, bahkan sebelum ia menginjak tanah suci, ia akan dibantu untuk menyelesaikan konflik batinnya yang telah lama terpendam, begitu juga dengan beberapa orang lain di kapal itu yang memiliki masa lalu kelam. Perjalanan mereka telah dimulai, dan begitu juga proses mereka mencapai kedamaian hati.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s