Catatan Seorang Demonstran – Soe Hok Gie

Rating: 4.2 out of 5

Stop semua kemunafikan ini. Stop penindasan manusia atas nama apa pun juga.”

Catatan Seorang Demonstran

Review in English:

In related to racism issue that recently been raising up in Indonesia, I would really like to review this book, the diary of a famous Indonesian youngster figure back in the 60s. He came from Chinese ethnic group, and he was a student in the best university in Indonesia. He was behind several demonstrations students held back then, and his words still speak to us and relatable up to this moment.

Soe Hok Gie was born in 1942, and died in 1969. However, his short life inspires a lot of people in Indonesia. He was an ethnic Chinese, experiencing on hand the discrimination people do, and also an active writer in various media. In this book, which is copied from his diary, (you can find the translated one as ‘Annotations of a Demonstrator’) his words scream to us, demanding for justice and development of his beloved country, Indonesia. He has seen and dreamed of a world where the people of Indonesia can finally have a better future.

Soe Hok Gie was also a climber. He hiked many mountains in Indonesia, and he wrote a lot about it in his diary. He composed poets, beautiful ones, describing the mesmerizing places up above the clouds. Besides, his words remind you what is being student actually is. Aside from the lectures they have to attend, Soe Hok Gie reminds us the preparations students should do while in schools, which is to explore and find the truth before entering the real world.

Catatan Seorang Demonstran (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Sehubungan dengan isu yang saat ini sedang sangat kental terasa di Indonesia, buku ini terasa cocok dengan atmosfer kita. Belakangan ini, banyak opini-opini yang bersifat diskriminatif santer terdengar baik di media maupun sehari-hari. Oleh karena itu, saya ingin mengingatkan tentang seorang figur pemuda Indonesia pada tahun 60-an. Ia berasal dari etnis Cina, seorang mahasiswa Universitas Indonesia, dan menjadi motor demonstrasi pada jaman itu. Opini dan kata-katanya masih bergaung sampai saat ini, melalui buku hariannya yang diterbitkan sebagai Catatan Seorang Demonstran.

Soe Hok Gie lahir pada tahun 1942, dan meninggal pada tahun 1969. Namun meskipun masa hidupnya yang singkat, ia menginspirasi masyarakat Indonesia melalui tulisan-tulisannya. Gie menuliskan banyak artikel dalam berbagai media, namun suara-suaranya yang terdalam terpancar dalam tulisan di buku hariannya, yang lagi dan lagi mempertanyakan keadilan, kemajuan bangsa, dan melankoli. Gie, walaupun berasal dari kaum minoritas, berbagi mimpi yang sama dengan nyaris semua pelajar pada masa itu, yaitu agar Indonesia memiliki taraf hidup yang lebih baik.

Gie juga merupakan seorang pendaki gunung. Ia telah menjelajah gunung-gunung di pulau Jawa, dan menuliskannya dalam buku harian. Ia membuat puisi-puisi yang mendeskripsikan keindahan-keindahan gunung yang telah ia jajaki. Gie mengingatkan saya tentang peran pelajar yang lebih dibanding meraup ilmu di kelas, namun juga untuk menjelajah dan melihat dunia dari perspektif yang masih bersih dari kepentingan-kepentingan tertentu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s