Animal Farm – George Orwell

Rating: 3.6 out of 5

All animals are equal, but some animals are more equal than others.

Animal Farm (2)

Review in English:

Dear a busy person,

Dear not-a-book person,

 

You CAN read this.

 

Well, I want to present you this thin, yet interesting book review!

Even though your effort to read this will be minimum, you can boast it in front of your friends, dear readers! Hahahaha

There is something incredibly metaphorical in the story of this book. Somehow I found it as a way to criticizing the government nowadays, and the society.

This is not a story about humans. It is 100% story about animals. Smart animals. That turns the table on cruel humans. The thing is, as I read this book, more and more it reminded me of my own country, Indonesia. How it feels like trying to tell the story of colonialization and the development of a civilization. It looks like a simple story, but the conflicts, the character build up is truly smart and captivating.

I didn’t expect to find such depth on such thin book. But I did indeed. However, I do think that the person’s background may affect on how they will understand the story, like I said, because it is very metaphorical. If you read it just as it is, I am sure it wouldn’t left a deep thinking on your thoughts, but if you try to connect it with something, the story feels so much more impactful.

The one thing I am not fully satisfied is maybe the ending, but it wasn’t because it was a bad ending, it’s just something that I didn’t expect. But I won’t spoil it for you, would I?

 Here’s a little preview from the back of the book!

Mr. Jones of Manor Farm is so lazy and drunken that one day he forgets to feed his livestock. The ensuing rebellion under the leadership of the pigs Napoleon and Snowball leads to the animals taking over the farm. Vowing to eliminate the terrible inequities of the farmyard, the renamed Animal Farm is organized to benefit all who walk on four legs. But as time passes, the ideals of the rebellion are corrupted, then forgotten. And something new and unexpected emerges…..

 Animal Farm (1)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Untuk kalian yang terlalu sibuk,

Untuk kalian yang tidak suka membaca,

 

Kalian BISA BANGET baca buku ini!

 

Hari ini aku ingin meresensi buku tipis yang menarik ini!

Walaupun usaha yang perlu kamu keluarkan untuk membaca buku ini minim, kamu bisa banget loh bangga sudah pernah membaca salah satu karya penulis legendaris ini!

Ada sesuatu yang implisit tersembunyi di balik cerita buku ini. Ada kesan bahwa suatu kritik terhadap masyarakat dan pemerintah sedang disampaikan melalui ceritanya.

Cerita ini 100% tentang hewan. Peran manusia ada, namun bukanlah sorotan utama. Ini tentang hewan-hewan cerdas yang melakukan reformasi terhadap manusia dan hidupnya.

Karena satu dan lain hal, cerita ini mengingatkanku tentang Indonesia. Eratnya kaitan cerita ini dengan penjajahan dan perkembangan suatu peradaban meninggalkan suatu kesan yang dalam. Unsur metafor, konflik, dan perkembangan karakter tokoh-tokohnya sangat menakjubkan untuk dibaca.

Pada awalnya, aku sama sekali tidak berekspektasi untuk menemukan suatu makna dan pemikiran yang dalam saat membaca buku yang begini tipis. Namun memang, menurutku, latar belakang seorang pembaca akan berpengaruh besar dalam bagaimana kesan yang akan ditinggalkan oleh buku ini. Jika buku ini hanya dibaca begitu saja, tentu rasanya seperti cerita-cerita lain pada umumnya, namun kalau kalian bisa mendeteksi makna dan menganalisis pesan dari buku ini, ia dapat meninggalkan kesan yang bermakna.

Mungkin satu hal yang aku tidak sepenuhnya puas adalah akhir dari ceritanya. Bukan karena akhir cerita ini buruk, tapi di luar ekspektasiku. Tapi tenang, akhir ceritanya nggak akan aku bocorin, kok 😀

Berikut sinopsis dari buku Animal Farm!

Tuan Jones, pemilik dari Manor Farm adalah seorang pemalas dan pemabuk. Pada suatu hari, berkat kebiasaan jeleknya, ia lupa memberi makan ternak-ternaknya. Dua ekor babi bernama Napoleon dan Snowball mengambil peran pemimpin di antara hewan ternak lainnya, dan memimpin revolusi demi mengambil alih peternakan. Dengan sumpah untuk memusnahkan segala ketidaksetaraan dan menyejahterakan semua hewan, mereka mengubah nama peternakan menjadi Animal Farm. Namun seiring berjalannya waktu, idealisme revolusi terkontaminasi, lalu terlupakan. Dan hal-hal baru dan tak terduga pun bermunculan……

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s