A Court of Mist and Fury – Sarah J. Maas

Rating: 4.1 out of 5

“To the people who look at the stars and wish”

A Court of Mist and Fury (2)

Review in English:

The end of a story was made. But was it really the ending?

 It is a twisted part of a fairytale, when apparently living in the castle is not as amazing as expected, when being with the prince is evidently suffocating, as her scars are holding her back to have the life she wanted. What if his scars change his way of loving her? What if a punishment turns out to be the best escape? What if the villain is not a villain after all? This story against all the stereotypes, the story from other side.

When I read this book, I was so ecstatic it was really hard to put it down. There are many surprises, new characters, new findings, a lot of romance, all wrapped in rich back story. Hands down to Sarah J. Maas, from me. As I mentioned earlier, it was also full of romance, and even more intense than the first book. Honestly, this second book of the series is better than the first one indeed.

Here’s a preview!

After rescuing her lover Tamlin from a wicked Faerie Queen, she returns to the Spring Court possessing the powers of the High Fae. But Feyre cannot forget the terrible deeds she performed to save Tamlin’s people – nor the bargain she made with Rhysand, High Lord of the feared Night Court. As Feryre is drawn even deeper into Rhysand’s dark web of politics and passion, war is looming and an evil far greater than any queen threatens to destroy everything Feyre has fought for. She must confront the past, embrace her gifts and decide her fate.

A Court of Mist and Fury

Review dalam Bahasa Indonesia:

Apakah penutup cerita benar-benar akhir dari cerita?

Ini bukan dongeng biasa, melainkan dongeng dengan kejutan-kejutan yang abnormal. Bagaimana jika kehidupan di istana tidaklah spektakuler seperti yang diharapkan? Bagaimana jika hidup bersama Sang Pangeran terasa menyesakkan, karena luka-luka dalam dirinya menahannya untuk menggapai mimpi yang ia inginkan? Bagaimana kalau luka-luka yang ditanggung oleh Pangeran justru mengubah caranya dalam mencintai? Apa yang akan terjadi jika hukuman justru  menjadi tempat pelarian yang terbaik? Dan bagaimana jika tokoh antagonis bukanlah seorang antagonis? Cerita ini melawan semua dogma, menampilkan cerita dari perspektif yang berbeda.

Saat saya membaca buku ini, ceritanya membuat saya ketagihan dan tidak bisa berhenti membacanya. Banyak kejutan, karakter baru, hal-hal baru, yang ditopang dengan latar belakang cerita yang kaya. Salut sekali dengan Sarah J. Maas, yang mampu mempresentasikan cerita dengan brilian. Seperti yang disebutkan sebelumnya, buku ini memang penuh dengan romantisme, dan bahkan lebih intens dari buku sebelumnya. Dan bahkan saya berani bilang bahwa buku ini lebih bagus dari buku pertamanya!

Berikut cuplikannya:

Setelah menyelamatkan Tamlin dari cengkraman ratu keji, ia kembali ke Kerajaan Musim Semi dengan kekuatan Peri Agung dalam dirinya. Namun, Feyre tidak bisa melupakan hal-hal buruk yang ia lakukan demi menyelamatkan Tamlin, dan ia pun tidak bisa lupa tentang perjanjian yang ia buat dengan Rhysand, raja dari Kerajaan Malam yang ditakuti banyak orang. Semakin dalam ia terjebak dalam permainan politik yang dimainkan Rhysand, semakin dekat mereka dengan perang dan kekuatan jahat yang jauh lebih besar dari ratu mana pun, siap menghancurkan semua yang telah diperjuangkan oleh Feyre. Kali ini, ia harus berani menghadapi masa lalunya, menerima kelebihan yang ia terima, dan memilih takdirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s