Sophie’s World – Jostein Gaarder

Rating: 4.9 out of 5

“We are the living planet, Sophie! We are the great vessel sailing around a burning sun in the universe. But each and every of us is also a ship sailing through life through a cargo of genes. When we have carried this cargo safely to the next harbor – we have not lived in vain…”

Sophie's World (4)

Review in English:

So far, this is the highest rating I have given for a book.

 It’s a new year, and I think we deserve a great start, aren’t we?  

I know it’s a bit late for the first review on 2018, but it’s 31st January here, and I am still posting this on the first month (hopefully)!

 Honestly, I really do not want to spoil this book for you, and I am currently carefully typing, choosing the right words on how to convey the message to you on how mind blowing this book is for me.

What do you know about history of mankind?

Have you learned Biology? Chemistry? Literature? Arts? Math? Psychology? Theatre, maybe?

Do you have certain faith? Religion? Any kinds of believes?

Well, I have. I remembered of being forced by my teachers to remember all these things since I was little, and while living my life, I stumbled into several fields where I get to know the famous names and heard about their famous master pieces, here and there.

 Nevertheless, I know I have all these information in my head, scattered, or maybe saved in different parts of the brain, each stored neatly in their own boxes. Maybe Darwin in Biology, Shakespeare in Literature, Samuel Beckett in Theatre, Lamarck in Math, and so on.  I never knew how these people connected, how their idealism mixed, how they founded their works, and how their works affects or being affected by the society surroundings…

 But this book……

Oh My God, this book.

 Reading this book feels like it’s creating a map through my brain, my life, even. All the information stored deep in my brain back when I was in elementary school is being mapped all to the present me. 

 All the questions about life, people, and all the why’s I tried to forget when I was in teenager, questions about religion, too, are being answered by this book. However, indeed it could be just me, maybe you wouldn’t as inspired as I am – let us not forget that possibility – but I still think this is a book you have to read at least once in your life. And for those of you who are afraid reading something philosophical would shake your faith, I can’t guarantee anything, but for me, it reaffirms my faith. Moreover, it opens my mind on what the real meaning of religion is, and how closed minded I have been on understanding the concept of ‘God’. A little trivia, but this book has made me realize that society ‘humanize’ God so much.

Maybe it will take a long time to read (I took around 2.5 months to finish and comprehend it), as you would need to absorb it slowly, and stop from time to time and discuss it with people you trust with. Anyway, if you want some discussion, I would be ecstatic to discuss this book with you!

 Here’s a lil preview:

When 14 year old Sophie encounters a mysterious mentor who introduces her to philosophy, mysteries deepen in her own life. Why does she keep getting postcards addressed to another girl? Who is the other girl? And who, for that matter, is Sophie herself? To solve the riddle, she uses her new knowledge of philosophy, but the truth is far stranger than she could have imagined.

 Sophie's World (5)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Sejauh ini, ini adalah buku pertama yang aku beri nilai tertinggi dalam membuat resensi.

Untuk awal tahun yang baik, pantas kan untuk membaca buku yang luar biasa juga?

Maaf yaa agak terlambat dalam mengirim review buku baru di tahun 2018 ini! Tapi karena masih tanggal 31 Januari, semoga masih bisa terhitung menyambut tahun baru!

Sebenarnya sulit sekali untuk membuat resensi buku ini, karena aku tidak ingin membocorkan ceritanya maupun topik-topik buku ini, yang bagiku bahkan tidak tergambarkan kata-kata. Jadi aku akan membuat resensi ini dengan sangat hati-hati hahaha.

Apa yang kamu tahu tentang sejarah kemanusiaan?

Pernahkah kamu belajar Biologi? Kimia? Sastra? Seni? Matematika? Psikologi? Seni Teater, mungkin?

Apakah kamu memiliki suatu kepercayaan? Agama? Atau apa pun itu bagimu?

Kebetulan, aku punya.

Sedari kecil, kita selalu terbiasa dengan dipaksa untuk mengingat pelajaran dan teori-teorinya, dan semasa hidup kita, mungkin kita mencoba lebih dari 1 bidang di mana kita punya kesempatan untuk menggelutinya. Saat mempelajari bidang/pelajaran itu, pastilah kamu mengenal nama-nama orang yang berpengaruh di bidangnya, penemuan-penemuannya, teori-teorinya. Tapi apakah nama-nama itu saling berkaitan satu sama lain? Kalau iya, di mana kah mereka berkaitan? Dalam otakku, setiap nama-nama dan teori seakan terkotak-kotak ke bidangnya masing-masing, misalnya Darwin di Biologi, Newton di Fisika, Shakespeare dalam Sastra, dst.

Tapi buku ini….

Buku ini seakan membuat peta dalam otakku, bagaimana hal-hal dan nama-nama yang kupelajari sewaktu kecil berkaitan, di mana filosofi dan idealisme mereka bersinggungan, bertentangan, atau bergandengan. Bagaimana teori mereka lebih dari sekedar perhitungan matematis atau karya seni yang luar biasa, tapi bagaimana karya mereka berkontribusi dalam sejarah kemanusiaan. Di mana peran dari temuan-temuan mereka, bagaimana pola pikir orang-orang berpengaruh ini membentuk dan menggambarkan era di mana mereka hidup.

Semua pertanyaan tentang hidup, tentang manusia, bahkan tentang agama, yang kumiliki sejak lama, secara langsung dan tidak langsung terjawab berkat buku ini. Semua pertanyaan ‘kenapa’ yang sering kali kusimpan rapat-rapat dijabarkan secara logis dan empatik dalam buku ini.

Tapi mungkin, mengutip buku Dunia Sophie ini, “Kita mengambil peran yang penting dalam menentukan apa yang kita tuju dengan memilih apa yang penting bagi kita”, kesanmu pada buku ini mungkin tidak sama dengan kesanku, perbedaan pengalaman hidup, ketertarikan, dan Bahasa mungkin akan sangat berpengaruh. Tapi bagaimana pun juga, buku ini tetap kurekomendasikan untuk dibaca paling tidak sekali seumur hidup.

Untuk kalian yang takut bahwa buku bertema filosofi akan mengguncang iman, walau mungkin berbeda bagi setiap orang, dalam kasusku, aku hanya merasa semakin kuat pada kepercayaanku. Justru buku ini membuka pikiranku tentang arti dari agama itu sendiri, dan betapa sempit selama ini pemahaman kita tentang konsep Tuhan. Di satu titik, aku menyadari bahwa selama ini kebanyakan manusia ‘memanusiakan’ Tuhan sedemikian rupa.

Apa pun itu, silakan coba baca buku ini! Mungkin butuh waktu, karena tidak mudah untuk mencerna buku ini (aku pun butuh waktu sekitar 2,5 bulan untuk menyelesaikan buku ini), dan akan sangat baik bila diiringi dengan diskusi dengan orang yang terpercaya, sehingga ide-idenya akan terangkum dengan lebih baik lagi. Kalau kalian ingin berdiskusi tentang buku ini, aku dengan senang hati menemani!

Berikut cuplikannya:

Sophie yang berumur 14 tahun tiba-tiba mendapati dirinya mempunyai seorang mentor misterius yang mengenalkannya pada filosofi. Berbagai misteri terus memenuhi hidupnya, mengapa dia selalu mendapat kartu pos yang dialamatkan untuk gadis lain? Siapa gadis itu? Tapi yang lebih penting, siapakah seorang ‘Sophie’? Demi memecahkan teka-teki ini, Sophie menggunakan pengetahuan barunya tentang filosofi, namun kenyataan yang ia temukan justru lebih aneh dari yang mampu ia bayangkan.

PS: Terjemahan dari Sophie’s World dalam Bahasa Indonesia dapat ditemukan dengan judul Dunia Sophie, namun pendapatku pribadi, akan lebih baik untuk membaca versi Bahasa Inggrisnya!

 

Advertisements

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 – Pidi Baiq

Rating: 3.7 out of 5

“Jangan rindu. Ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja.”

Dilan (1)

Review in English:

Yeaaaayy it’s the last post of the year! Wow, I can’t believe I’ve been doing this for a year! Let’s hope next year will be even better! I hope you would have a good holiday too, and I’ve got a book that will be good for your vacation!

Who’s ready for some big slap of romanticism on your heart?  Hahaha

Well then you gotta read this book. This particular book is written by Pidi Baiq, and has been a big hit among the youngsters of Indonesia (so much it’s coming to theater very soon!), because it really is both funny and so so sweet. Incredibly nostalgic too, at least for me. The story sets background in Bandung city, in 1990. For a person that knows Bandung and been living there quite long, I have a beautiful rendezvous every time I read this.

Dilan is a story of a couple high schooler, from the perspective of Milea, the girl, she’ll tell you on how Dilan pursue her with such out-of-the-box acts and words. It is actually quite a simple story, common thing you would find anywhere. But the romance, the sweetness, it is something you may have forgotten long long ago. I also would recommend this book for any man who wants to learn what is a girl’s expectation of romantic, though I got to admit Dilan sets the bar quite high. Hahaha

Anyway, sorry though, I don’t think this book has been translated to English, so you got to read it in Indonesian.  Here’s a quick peep!

Milea has just moved to the city. She didn’t expect much from it. But it all changes when a motorcycle stops beside her one day, with a boy on it, saying some words that is both intriguing and weird. Then every time she meets him, he always has a new way to make her life exciting. His words and actions are funny and enticing.

“Milea, you are beautiful. But I am not in love with you yet. Maybe in the afternoon. Let’s see.”

Dilan (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Horeeee ini post terakhir untuk tahun ini! Wow, ga terasa udah setahun aja ya bikin resensi ini…semoga tahun depan bisa lebih baik dan lebih banyak lagi! Nah, karena sekarang sudah masuk musim liburan, selamat berlibuur! Untuk kalian yang sedang liburan, buku ini cocok nih dibawa dan dibaca mungkin dalam bis, kereta, pesawat…yang mana juga boleh! Oke, ini dia!

Apakah kamu sedang haus romantisme? Atau sedang butuh inspirasi cara menjadi romantis?

Mungkin kamu butuh buku ini. Buku ini ditulis oleh Pidi Baiq, dan dalam sekejap meraih popularitas yang luar biasa, sampai-sampai dibuat menjadi film yang akan diluncurkan tidak lama lagi! Cerita Dilan sangat manis dan lucu. Ceritanya juga mengandung unsur nostalgia, paling tidak buat saya, hehe. Latar dari cerita ini adalah Kota Bandung, di tahun 1990. Mau tidak mau, bagi orang-orang yang mengenal Bandung pastilah merasa begitu hanyut dalam ceritanya dan rindu kota ini.

Cerita dari buku Dilan sebenarnya cukup sederhana. ‘Hanya’ cerita tentang sepasang remaja yang saling jatuh cinta. Cerita ini dilihat dari sudut pandang Milea, dan bagaimana dia melihat Dilan dan segala kelucuannya dalam proses PDKT. Walaupun sederhana, ada nuansa tertentu yang membuat novel ini begitu menarik, mengingatkan kita akan keluguan dan manisnya cerita cinta semasa sekolah.  Saya pribadi merekomendasikan buku ini bagi para laki-laki yang ingin belajar tentang romantisme, walaupun standar Dilan sebenarnya cukup tinggi, hahaha.

Berikut sedikit cuplikannya!

Milea adalah anak pindahan baru, dan ia tidak berekspektasi apa-apa. Namun suatu hari dalam perjalanannya menuju sekolah, sebuah motor berhenti di sebelahnya, lalu seorang cowok yang mengendarainya mengucapkan sesuatu yang sangat aneh, namun membuat Milea penasaran. Setelahnya pun, Milea terus bertemu dengannya, dan selalu ada hal-hal yang dilakukannya yang membuat hidup Milea jadi menarik.

“Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

 

 

Madre – Dee

Rating: 4.0 out of 5

“Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban”

Madre (3)

Review in English:

Hi! Most of you may have known Dewi Lestari aka Dee as one of Indonesia famous author. If you remember or have read it, I actually reviewed one of her best work, which is Supernova. However, over the years, Dee actually has written several compilations of short stories, and Madre is one of them. Personally, compared to her novels, I always love her short stories book rather than the novel, it’s never been disappointing.

Madre consist of 13 short beautiful stories that I’m sure will touch your heart and makes you think about the meaning of human relations. But the first story is particularly captivating, as it is about..wait for it….Bread. Who knows a story about bread could be this good?? Well, only Dee that can portrays brilliantly the conversations in someone’s mind, describe such simple things to become so rich and vivid, complex things such as real behavior of real people and how imperfect people is. She balances the beauty and the pain between lovers, friends, even teacher and students. Personally, for me, the stories stir a lot of feeling in my heart. It is astonishingly well written, and the issues are commonly found yet at the same time very unique.

It expands your mind, as well as expanding your knowledge. Dee helps you to broaden your mind and perspective on many things, slowly, patiently, like a mother teaching her daughter.

Here’s the preview of one of the story!

“How does it feel if your history changes in a day?”

I am suddenly a quarter of Tionghoa, my grandma is apparently a baker, and she, with a grandpa I have never known, inherited a new family member I also have never heard of before: Madre.

Madre (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Dalam dunia sastra Indonesia, Siapa yang tidak kenal Dewi Lestari aka Dee? Kemarin dulu saya pernah membuat resensi tentang salah satu novel seri nya, yaitu Supernova. Namun sebenarnya selama ini, Dee sudah menulis beberapa kumpulan cerita pendeknya, dan Madre ini lah salah satunya! Untuk saya, cerita-cerita pendek Dee lebih menyentuh dibanding novel-novelnya. Cerita-ceritanya membuat saya banyak bertanya-tanya dan melakukan refleksi tentang hubungan saya dan manusia-manusia lain.

Madre terdiri dari 13 cerita dan puisi pendek, namun cerita pertamanya sangat unik dan menarik. Topik yang diangkatnya sangat sederhana dan janggal, namun ternyata amat menarik, yaitu roti. Siapa menyangka sepotong roti mampu membangun cerita yang begitu dalam dan detail? Begitulah Dee, mampu mendeskripsikan dan mengangkat topik begitu pintar sehingga selalu terasa bermakna. Dalam buku ini, Dee juga mengangkat banyak cerita tentang dinamika persahabatan dan percintaan. 2 hal yang seringkali hanya dibatasi benang yang tipis, dan entah di mana batas itu. Namun kisah yang begitu umum mampu Dee dalami dan olah sehingga terasa sangat kaya.

Dee mampu mengangkat suatu topik, memperluasnya, sekaligus menjabarkan dengan indah dan memperluas pemikiran dan pemahaman kita tentang suatu objek atau isu, dengan sabar dan perlahan, seperti Ibu bercerita pada anaknya.

Berikut cuplikan dari cerita pertama dalam Madre!

“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari?

Darah saya mendadak seperempatTionghoa,

Nenek saya seorang penjual roti, dan dia,

Bersama kakek yang tidak saya kenal,

Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”

 

 

#Girlboss – Sophia Amoruso

Rating: 3.8 out of 5

“When you accept yourself, it’s surprising how much other people accept you, too.”

Girlboss (1)

Review in English:

Lately, women empowerment has been a raising issue all over the world. Just like Lean In, this book, Girlboss, is one of the book that has become a manifestation of feminist. Thus, I think it’s important to try to read it.

As I read it, at first, I got the picture that this is more fit to business women, or entrepreneurs, especially the ones in fashion industry and/or online business. However, the more I read it, the more I felt its words expand to even more than just business and career. It is about how to stay strong and strive in your life. Some would argue that this book may be too harsh, but that could be a good thing. It’s not giving you sweet words nor promises, it gives you exactly what you need, the exact reality. Push forward, take control of your own life.

The best thing is, Sophia Amaruso has experienced being at the bottom of life, being a nothing, even a criminal. Even though her case couldn’t be applied to everyone’s life, her struggle is a great example what you could achieve if you hoist yourself up!

Here’s a preview:

Sophia Amoruso spent her teens hitchhiking, committing petty theft, and scrounging in dumpsters for leftover bagels. By age twenty-two she had dropped out of school, and was broke, directionless, and checking IDs in the lobby of an art school – a job she’d taken for the health insurance. It was in that lobby that Sophia decided to start selling vintage clothes on eBay. Flash forward ten years to today, and she’s the founder and executive chairman of Nasty Gal, a $250-million-plus fashion retailer with more than four hundred employees. Sophia was never a typical CEO, or a typical anything, and she’s written “#GIRLBOSS” for other girls like her: outsiders (and insiders) seeking a unique path to success, even when that path is windy as all hell and lined with naysayers.

Girlboss (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Seiring dengan semakin seringnya isu emansipasi dan persamaan derajat perempuan dan laki-laki diangkat, saya menemukan buku ini. Mirip dengan Lean In, buku #Girlboss ini adalah salah satu buku dengan tujuan mendukung para wanita. Dan buku ini sangat menarik.

Saat saya membaca buku ini, awalnya saya hanya mendapat gambaran bisnis seorang pengusaha perempuan, terutama yang bergerak di bidang busana dan online business. Namun, semakin diteruskan, isi dari buku ini semakin dalam dan menyentuh aspek-aspek lain dalam hidup di luar karir dan penghasilan. Ini tentang bagaimana untuk tetap berdiri tegak dan kuat dalam menjalani hidup sebagai perempuan. Mungkin beberapa orang merasa buku ini agak keras dan ‘cablak’, tapi menurut saya, sisi baiknya adalah buku ini tidak menjanjikan omong kosong, menyajikan realita, baik itu menyakitkan maupun menenangkan. Pembaca diingatkan kembali, untuk memegang kendali dalam hidupnya dan melibas rintangan dalam hidup.

Salah satu poin menakjubkan dari buku ini adalah Sophia Amoruso yang telah menjalani hidupnya berada di titik terendah. Menjadi seseorang yang tidak berguna, bahkan seorang kriminal, dan bangkit membangun sesuatu yang besar. Memang, cerita dan langkah-langkah yang ia lakukan tidak bisa dijiplak langsung pada hidup semua orang, namun kisahnya merupakan contoh yang menginspirasi bahwa perempuan pun bisa mencapai mimpi dan menjadi pemimpin.

Berikut sedikit cuplikannya!

Sophia Amoruso menghabiskan masa remajanya dengan menumpang mobil orang, mencuri, dan mengais-ngais sampah mencari sisa bagel. Pada umur 22 tahun ia DO dari sekolah, bangkrut, hilang arah, dan menjadi penjaga di suatu sekolah seni, pekerjaan yang hanya ia ambil demi mendapat asuransi kesehatan. Namun di lobby sekolah itu lah Sophia memutuskan untuk menjual baju-baju vintage di E-bay. Sepuluh tahun kemudian, hari ini, ia adalah pendiri sekaligus Direktur Utama dari Nasty Gal, sebuah perusahaan retail fashion bernilai 250 juta dolar lebih dengan lebih dari 400 pegawai. Sophia bukanlah tipikal direktur pada umumnya, atau bahkan tipikal orang pada umumnya, dan ia menulis buku #Girlboss ini untuk perempuan-perempuan lain sepertinya: seseorang yang mencari jalan menuju kesuksesan, walaupun jalan itu kemudian berbatu, menyakitkan, dan dipenuhi orang-orang yang menolak mereka.

Stories for Rainy Days – Naela Ali

Rating: 2.5 out of 5

“Well, love is funny. Life is funny.”

Stories for Rainy Days

Review in English:

I guaranteed any girl will get hooked once you see the cover of the book. Just as I do ahaha. The cover of this book (the hard cover one, just like the one I showed here) is very intriguing and sweet, just as the title of the book. Just by looking at both of it, it already guarantees you some melancholy. After I read it, I believe this book will very much suit teenage girls in junior or high school, as it mostly consists of love story, and incredibly good to practice your English haha

 This book is very easy to read and grasped, as the language is easy and common to be found, and the stories is light and sweet. Maybe for readers that are used to read heavier books, it will feel too cheesy and full of puppy love, but the compilation of words and illustrations are right on and match each other so well, it builds up the mellow aura perfectly. 

Here’s a preview:

 It was a rainy day,

 with a hot darjeeling tea, 

warm striped blanket and polka dot socks.

 One perfect moment to read stories for cats.

Stories for Rainy Days (1)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Impresi pertama saat melihat buku ini, saya yakin pembaca wanita pasti pada umumnya tertarik. Termasuk saya, hehe. Sampul buku ini (yang saya tunjukkan di gambar) sangat menarik dan manis, sama dengan judulnya yang unik dan seketika menjamin melankolia, romantisme. Menurut saya pribadi setelah membaca buku ini, saya rasa buku ini sangat cocok untuk remaja-remaja, terutama karena ceritanya yang berkisar tentang cinta remaja dan cocok untuk berlatih Bahasa Inggris.

Buku Naela Ali ini sangat mudah dibaca dan dicerna, bahasanya yang mudah dan sederhana membuat ceritanya terasa manis dan ringan bagi pembaca. Namun mungkin untuk pembaca yang terbiasa membaca buku-buku yang lebih rumit, buku ini bisa terasa terlalu enteng atau galau, namun gabungan dari kata-kata dan ilustrasi dalam buku ini sangat mengena dan cocok dalam membangun suasana sendu yang sempurna.

Berikut sedikit cuplikannya!

It was a rainy day,

 with a hot darjeeling tea, 

warm striped blanket and polka dot socks.

 One perfect moment to read stories for cats.

 

Babad Batu – Sapardi Djoko Damono

Rating: 3.7 out of 5

“Hanya comberan.

Bekas hujan.

Hanya suara sopir taksi yang tak bosan-bosannya bertanya rumah ibadah itu persisnya ada di mana.”

Babad Batu (4)

Review in English:

To be honest, I don’t know how to review a poetry book. But all I could say, this book is a game changer.

As we always expect from Sapardi Djoko Damono.

Sapardi Djoko Damono presented his poetry not in common order as common poets usually are, the words itself describe and tells a story without really telling it like a novel. It took slices of life scenes, and poured it into words, beautifully combined and portrays a vivid picture of the scenes in our imaginations.

Babad Batu consist of many poets, both long ones and short ones, but all with the same characteristic. Indeed, maybe the poets is not as sweet as the cover, nor is it easy to grasp, but personally, I really like how Sapardi stands out and elegantly composed all the words to rhyme in unique places, with specific way of reading.

Babad Batu touches many aspects of your life. Religious, romance, relationship, or simply the details of life itself. I believe, the beauty of a poet is everyone has their own interpretation of it, and how they relate is also different from one to another.

So, just read, and unravels it.

Babad Batu (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Sejujurnya, saya tidak tahu cara memberi resensi untuk sebuah buku puisi. Tapi, buku ini tetaplah buku yang menurut saya wajib untuk dibaca, karena ciri khasnya yang sungguh mencolok dalam dunia sastra.

Seperti apa yang selalu kita perkirakan dari seorang Sapardi Djoko Damono.

Sapardi Djoko Damono selalu memiliki keunikan tersendiri dalam menuliskan puisinya, di mana sama sekali tidak mengikuti aturan umum puisi Indonesia. Kata-katanya mendeskripsikan suatu cerita tanpa perlu penjelasan yang kronologis. Dalam Babad Batu, puisi-puisi yang dituliskan Sapardi mungkin tidak sesuai dengan nuansa ‘manis’ yang ditampilkan oleh covernya dan tidak mudah untuk dicerna maknanya, namun menurut saya pribadi, puisi-puisi dalam Babad Batu sangat menonjol, eksentrik, dan elegan dalam penyusunan kata dan rima, sehingga cara membaca puisi pun terasa spesifik namun sekaligus bebas.

Buku ini dapat menyentuh banyak aspek dalam hidup kita, baik itu spiritual, romantisme, hubungan antar manusia, atau detil-detil kecil dari hidup itu sendiri. Menurut saya, keindahan dari puisi adalah bagaimana semua orang memiliki interpretasi yang berbeda-beda, dan betapa variatif cara kita terhubung dengan puisi-puisi itu.

Oleh karena itu, mari kita menjelajah dunia puisi.

 

 

The Little Prince – Antoine De Saint-Exupéry

Rating: 4.9 out of 5

The most beautiful things in the world cannot be seen or touched, they are felt with the heart.”

Little Prince

Review in English:

This book is both for the child and the adult in you.

When I first found this book (which is a long time ago), I thought it was a children’s book. I thought it would be just another sweet fairytale. Turns out, it is so much more than that.

Indeed, it is a fairytale. A little prince from outer space, landed on Earth. But he brings stories from all kinds of universe. Maybe they were simple, seemingly unimpactful stories, but Little Prince always has a hidden message. His words went straight to your heart, giving answers to your questions on your life, it’s easily ‘relatable’ to your current problems and wonderments.

You could read this book over and over again, and the conclusions you get from time to time might be very different than the first time you read it. A wonderful book you have to read once in your lifetime, at least.

Here’s a little preview:

A pilot found himself in the dessert, his plane crash and broken. There, he met a little boy who turns out to be an extraterrestrial. They spend some time and shared stories. Little Prince told him about the planets he has visited, the people he met there. He also told him about his beloved one he left on his planet. Will he continue his journey?

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Little Prince ada untuk sisi kanak-kanak dan sisi dewasa dari dirimu.

Dulu, waktu saya pertama tahu tentang buku ini (yang udah lamaa banget), saya pikir ini hanya buku dongeng biasa yang  terkenal. Tapi ternyata, makna buku ini jauh lebih dalam dari perkiraan saya, terutama dalam hidup saya.

Memang, buku ini adalah buku cerita mengenai seorang pangeran kecil dari luar angkasa yang mendarat di Bumi. Bersamanya, ia membawa cerita-cerita dari berbagai dunia. Cerita-ceritanya yang sederhana dan diceritakan dengan sudut pandang anak kecil, namun sangat mengena di hati. Kata-kata dari buku ini begitu tepat sasaran, memberi jawaban, paling tidak pencerahan, untuk pertanyaan-pertanyaan hidup yang kita simpan dalam hati.

Kamu bisa membaca buku ini berkali-kali, dan mungkin kesimpulan atau pesan yang kamu dapatkan sangat berbeda dari saat kamu pertama membacanya. Little Prince adalah buku yang wajib kamu baca, paling tidak sekali dalam hidupmu.

Berikut sedikit cuplikannya!

Seorang pilot terdampar di suatu gurun karena pesawatnya yang jatuh dan rusak. Di gurun itu, ia bertemu dengan seorang bocah kecil yang ternyata adalah seorang alien. Mereka menghabiskan waktu bersama, saling berbagi cerita. Bocah itu, yang ternyata adalah Little Prince (Pangeran Kecil), menceritakan padanya tentang berbagai planet yang telah ia kunjungi dan orang-orang yang ia temui di sana. Ia juga menceritakan sesuatu yang ia cintai yang tertinggal di planetnya. Ke mana kah Little Prince akan pergi?

It Ends with Us – Colleen Hoover

Rating: 4.8 out of 5

“There is no such thing as bad people. We’re all just people who sometimes do bad thing.”

It Ends with Us

(picture taken from Goodreads) 

Reviewed by: Kirana Nadhila

Review in English:

At first I thought it was just a cheesy triangle love story, but boy was I wrong. This book delivers much more than I expected. Hoover wrote this book based on her own experience; of being a child whose father was abusive to her mother, making it relatable and not the slightest bit exaggerating. The book gives you a perspective of how it is not black and white, how it is not easy at all to leave when you are the victim of domestic violence. The book makes you understand, and better yet: the book makes you feel empowered. Yup, this book is capable to do just that.

Though the topic was heavy, it is written in such light  sentences and layered with an engaging love story. The added twists are just right when and where they are needed to keep the story interesting enough for you not to put the book down. From the beginning all the little details of the characters’ actions build up to the end of the book, how literally ‘it ends with us’. If you are looking for a bittersweet love story, this book will certainly fulfill it and beyond.

Here’s a preview!

Lily hasn’t always had it easy, but that’s never stopped her from working hard for the life she wants. She’s come a long way from the small town in Maine where she grew up – she graduated from college, moved to Boston, and started her own business. So when she feels a spark with a gorgeous neurosurgeon named Ryle Kincaid, everything in Lily’s life suddenly seems almost too good to be true.

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Awal saya membaca buku ini, saya pikir ini hanyalah cerita cinta segi tiga biasa, tapi saya  salah besar. Buku ini menceritakan jauh lebih banyak dari itu. Hoover menulis buku ini berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang anak yang menyaksikan KDRT ayahnya terhadap ibunya. Ia mengemasnya sehingga mudah untuk dipahami dan tanpa hiperbola sama sekali. Buku ini akan memberikan pembacanya tentang dunia yang tidak hanya hitam dan putih, bagaimana sulitnya keluar dari lingkaran KDRT. Buku ini tidak hanya membuat kita memahami perasaan tokoh-tokohnya, namun juga memberi kekuatan kepada pembacanya. Yap, buku ini mempunyai daya tarik luar biasa.

Meskipun topik yang diangkat dalam buku ini cukup berat, gaya penulisannya ditulis dalam Bahasa  yang ringan dan dibumbui cerita cinta yang memikat. Kejutan-kejutan tambahan diletakkan di momen-momen yang tepat, sehingga alur cerita tidak pernah membosankan. Dari permulaan cerita, semua detail tokoh-tokohnya dibangun untuk memberi penutup yang luar biasa, sehingga judul ‘It Ends with Us’menjadi sangat mengena. Jika kamu mencari cerita mengenai pahit manisnya cinta, buku ini jelas akan memenuhi ekspektasimu, dan bahkan lebih.

Berikut cuplikannya!

Lily hidup dengan berbagai tantangan, namun itu semua tidak pernah membuatnya berhenti berusaha menggapai cita-citanya. Ia datang dari kota kecil di Maine, di mana ia tumbuh, lulus kuliah, lalu pindah ke Boston dan memulai usaha miliknya sendiri. Saat ia bertemu dan jatuh cinta dengan seorang spesialis syaraf, Ryle Kincaid, hidupnya seakan terlalu indah untuk dipercaya.

Focus – Daniel Goleman

Rating: 4.0 out of 5

“Directing attention toward where it needs to go is the primal task of leadership.”

Focus (2)

Review in English:

Helloo! It’s good to be back from vacation! Sorry I’ve been quiet for some time, but now, just as vacation functioned to refresh our mind and boost our productivity when we’re back, I’ll review a book that will boost your performance at work!

It’s a moment of truth. It’s time to rediscover your own capability.

Daniel Goleman has been famous for his work on Emotional Intelligence book and one of the firsts to tell you about your mind and how to enhance it. If I could describe this book in one word, I’ll say, INSIGHTFUL. In this book, Focus, Daniel Goleman explains to you about your brain, things you haven’t really noticed, and what it tells you. Furthermore, he suggested a way for you to increase your capability in controlling it.

Focus talks about our awareness of ourselves, what does it means, and how it will impact others, scientifically. Lots of story and data are compounded in this one book, definitely a must read if you are a kind of person who strive for your personal improvements. Moreover, it is very applicable at work and could definitely affect our career. Here’s a lil preview:

Attention works much like a muscle: use it poorly and it can wither; work it well and it grows. In era of distractions, we must learn to sharpen focus if we are thrive in a complex world. Daniel Goleman analyzes attention research in three categories: inner, other, and outer. High-achievers need all three, as demonstrated by rich case studies from fields like sports, education, the arts, and business.

Focus (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Halooo! Akhirnya balik juga dari libur panjang! Maaf sekali yaa belakangan ini hilang dari peredaran, tapi sekarang, ayo kita balik lagi dengan pikiran yang lebih segar! Dan untuk itu, aku akan menulis resensi untuk buku ini yang dijamin bisa membantu meningkatkan produktivitas kamuu!

Nah, coba jawab ini denngan jujur. Seberapa baik kamu mengendalikan dirimu?

Buku kali ini, yang ditulis Daniel Goleman, pengarang dari buku bestseller Emotional Intelligence, adalah buku yang membuka mata pembacanya tentang kekuatan ‘atensi’ atau perhatian, dan fokus.  Dalam buku ini, Daniel Goleman menjelaskan tentang bagaimana mekanisme otak manusia dalam interaksi sehari-hari, dalam menaruh perhatian terhadap aktivitas, dan bagaimana cara mengontrolnya lebih baik.

Focus membicarakan tentang tingkat kesadaran manusia terhadap dirinya sendiri dan sekitarnya, bagaimana hal ini memengaruhi performa dirinya dan orang lain, dijabarkan dengan fakta-fakta dan contoh-contoh kasus dari berbagai sektor. Semua terangkum dalam buku ini, dengan bahasan yang menarik dan bisa dipraktikkan bagi yang ingin meningkat kemampuan diri.  Tambahan lagi, ilmu-ilmu yang dijabarkan di buku Focus ini sangat cocok untuk diaplikasikan di dunia kerja, baik sektor Pendidikan, olahraga, seni, maupun bisnis.

Tuesdays With Morrie – Mitch Albom

Rating: 4.9 out of 5

“To learn how to die is to learn how to live”

Tuesdays with Morrie (1)

Review in English:

Before we start, try to remember someone you respect the most. It could be your teacher, professor, parents, monks, pastor, ulama, or somebody else. Now, imagine one day they popped up at your television, announcing their closing death.  

 This is the last lesson they want you to learn.

A lesson about how to live, by reflecting on death.  Delivered by Mitch Albom’s beloved professor, this book contains answer on each of your questions on life. Life is full of things to think about, items to pursue, goals to achieve, and people to meet. This legacy will help you in determining which ones are important, and which ones are merely distractions in life. Coming from a wise man, whom had bitten the sweet part and been the bitter side of the long drama we called life. I could swear to you that you would not waste your time by reading this, nor will you get nothing out of this. Indubitably.

 Here’s the preview!

 Morrie Schwartz, the college professor, was the person who understood Mitch Albom when he was young and impassioned, helped him to see the world as a more profound place, and gave him sound advice to guide his way through it. Perhaps, like Mitch, you lost track of this mentor as the years passed, the insights faded, and the world seemed colder. Wouldn’t you like to see that person again, to ask the bigger questions that still haunt you, and receive wisdom for your busy life the way you once did when you were younger?

 Tuesdays with Morrie (3)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Berhentilah sesaat, dan cobalah mengingat. Siapakah seseorang yang kamu hormati dengan sangat? Mungkin guru, dosen, orang tua, biksu, pendeta, atau ulama? Kemudian, bayangkanlah suatu hari mereka tampil di televisi di rumahmu, mengumumkan bahwa kematiannya sudah dekat.

Ini adalah pelajaran terakhir dari Beliau.

Sebuah pelajaran, tentang bagaimana cara menjalani hidup, dengan berefleksi pada kematian. Disampaikan oleh seorang dosen yang pernah mengajar Mitch Albom di masa mudanya, buku ini memiliki jawaban dari banyak pertanyaan mengenai hidup yang seringkali menghantui kita. Memang, hidup ini penuh dengan hal yang harus dipikirkan, benda-benda pokok yang harus dibeli, cita-cita untuk dikejar, dan orang-orang yang harus ditemui. Buku ini adalah sebuah warisan yang akan membantumu menentukan manakah hal-hal yang penting, dan manakah hal-hal yang berperan sebagai distraksi dalam hidup. Dirangkum dalam ‘kelas’ singkat oleh Professor Morrie, yang telah menjalani manis dan pahitnya perjalanan panjang hidup.

Berikut sinopsisnya!

Morrie Schwartz adalah seorang dosen yang paling memahami Mitch Albom saat ia masih muda, seorang mahasiswa yang tidak sabaran. Profesor Morrie membantunya melihat dunia dari sisi yang berbeda, memberi nasihat-nasihat bijak untuknya menjalani hidup. Mungkin kalian, para pembaca, sama seperti Mitch, yang kemudian kehilangan kontak dengan mentor seiring berjalannya waktu, semakin banyaknya kesibukan, dan semakin kerasnya hidup. Maukah kamu menemui mentormu lagi untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan hidup yang masih menghantuimu, dan menerima secercah kebijaksanaan, seperti semasa muda dulu, untuk menjalani hidupmu?