A Court of Thorns and Roses – Sarah J. Maas

Rating: 3.7 out of 5

“We need hope, or else we cannot endure”

A Court of Thorns and Roses (1)

Review in English:

I was late to know this book. Super late.

To be honest, I was not that optimist about reading fantasy novel as it often disappoints me, except Harry Potter or Hunger Games. However, those two are only a few that I admitted good. Yet a friend of mine recommend me this series, and turns out, I really like it.

This story combines fairytale and rebelliousness, with some spicy adult romance that is so well written. But it never loses the plot, the twist, and everything about it. It is far from cliché, yet in the same time also cliché hahaha. However, it is as far as day and night to a thing called boring. I truly love it.

However, I do think it is a novel for a girl, as the main character is a girl, and the story has a lot portion of romance, even though of course the adventure part is as juicy. I love how detailed the story is, there are a lot of characters not as it looks/seems, and things that raised questions. It keeps you on edge. I really couldn’t put it down!

Here’s a snapshot!

The story sets of in a world divided into two territories, the human land and faeries land. The main character, Feyre, is a human living in a village very close to the border of faeries land. She and her family hates all faeries, condemning them for the miserable life they have to lead. They are poor, starving, and unhappy.  Until one day, Feyre went hunting, and in the woods she met a faery. She killed it. Soon, her life turns upside down.

A Court of Thorns and Roses (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Aku sangat sangat telat tahu tentang buku ini.

Sebenarnya, aku tidak begitu optimis dalam membaca buku bertema fantasi, karena seringkali dikecewakan oleh gaya penulisannya, tentu saja kecuali Harry Potter dan Hunger Games yang memang sangat menarik. Seorang teman merekomendasikan saya buku ini, dan ternyata, saya sangat suka!

Untuk pembaca Indonesia, buku ini sudah terbit versi terjemahannya loh! Tapi sayangnya karena saya membacanya dalam Bahasa Inggris, aku ga bisa memberi review tentang apakah terjemahannya bagus atau nggak. Tapi wajib baca sih! Oh ya, karena buku ini berkonten agak dewasa, aku tetap menyarankan untuk yang di bawah umur untuk lebih hati-hati dalam membacanya! Hehe.

Buku ini mengombinasikan dongeng dan perjuangan, dan memang dibilang didasarkan dari cerita Beauty and The Beast yang kemudian divariasikan lagi. Tapi sejujurnya, menuruku ini jauh lebih dari itu. Memang unsur dongengnya terasa kental, namun ceritanya jauh lebih kaya dari itu. Jauh dari klise, namun di waktu yang sama juga dekat dengannya. Yang jelas, sama sekali jauh dari kata membosankan.

Namun, menurutku pribadi, buku ini memang mungkin lebih disukai oleh perempuan, karena adanya porsi romantisme yang cukup besar, walaupun diimbangi dengan petualangan yang selalu menegangkan. Ceritanya yang detail, perkembangan karakter yang sering kali di luar dugaan, dan misteri-misteri yang tidak terjawab bikin kita sama sekali ga bisa berhenti baca ini!

Berikut cuplikannya:

Cerita ini berlatar belakang di dunia yang terbagi dua antara daratan milik manusia dan daratan milik peri. Seorang gadis remaja, Feyre, tinggal di suatu desa yang berbatasan langsung dengan daratan peri, dan ia serta keluarganya sangat membenci kaum yang tidak pernah dilihatnya itu. Ia dididik untuk menyalahkan mereka atas kemiskinan dan kelaparan yang keluarga dan masyarakatnya tanggung. Sampai suatu hari, Feyre pergi ke hutan untuk berburu. Di sana, ia bertemu dengan serigala raksasa dan membunuhnya. Dan sejak itulah, hidupnya bukan lagi miliknya….

My (Not So) Perfect Life – Sophie Kinsella

Rating: 3.4 out of 5

Whoever started the rumor that life has to be perfect is a very wicked person, if you ask me

My (not so) Perfect Life (2)

Review in English:

There are times when I feel so insecure about my life state, or my self-esteem dropped, thanks to comparing myself with those perfect, high-achievements people. And I am sure you have those moments too.

 On one of these moments, I grabbed My (Not So) Perfect Life by Sophie Kinsella book straight from the shelf and binge-read it. It is SO what I need.

This book is light, hilarious, and relatable to any girl out there with millions of insecurities that we carry throughout our days. Especially for the ones on their 20s-30s, still trudging through their search of life-purposes.

From the very first sentence of the book, Sophie Kinsella’s signature pops up from it.  She hooked the readers enchantingly from the very first look. That kind of panic ambience that she pictured from it makes you unable to tear out your gaze from this book. It has always been my favourite part of her books, her first sentence.

It is indeed a simple story, funny, sweet, but more than what lies there, the message Sophie Kinsella trying to convey is being delivered beautifully. She answered to youth’s issues that are widely spreading in the world, and re-package it in a captivating story.

 

Here’s a preview!

Katie Brenner has the perfect life: a flat in London, a glamorous job, and a super-cool Instagram feed.

OK, so the truth is that she rents a tiny room with no space for a wardrobe, has a hideous commute to a lowly admin job, and the life she shares on Instagram isn’t really hers. But one day her dreams are bound to come true, aren’t they?

My (not so) Perfect Life

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Di era serba indah di sosial media zaman sekarang ini, sangat mudah untuk merasa rendah diri ketika melihat kehidupan orang lain yang terlihat sempurna. Saat sedang merasa tidak percaya diri, tentunya kita butuh pelarian atau sesuatu untuk mengingatkan kita akan hal yang lebih positif.

Buku ini, kebetulan, sangat cocok untuk menenangkan mereka (termasuk aku) yang terlalu sering membandingkan hidupnya dengan orang lain yang terlihat sempurna.

Seperti biasanya, Sophie Kinsella mempresentasikan buku ini dengan ringan, lucu, dan penuh pemahaman akan isu yang dialami audiensnya yang pada umumnya berkisar umur 20-30 tahun.

Sejak kalimat pertama dalam bukunya, pembaca akan diseret dalam cerita milik Sophie Kinsella. Kalimat pertama Kinsella dalam setiap novelnya selalu menjadi ciri khas yang mencolok, dan merupakan bagian yang paling saya sukai. Ia selalu menggambarkan situasi yang mendesak pada kalimat pertama novel-novelnya, membuat pembaca didorong rasa penasaran yang besar untuk menggali ceritanya. Sangat cerdas.

Cerita dalam buku ini adalah cerita sederhana, penuh humor, namun juga manis. Namun, lebih dari itu, Sophie Kinsella mampu menyampaikan suatu pesan penting yang berguna bagi para penggemarnya. Melalui cerita ini, ia mencoba menjawab dan memberikan nasihat bagi para perempuan di dunia.

 

Berikut sedikit sinopsisnya!

Katie Brenner terlihat memiliki hidup yang sempurna. Ia tinggal di apartemen di London, punya pekerjaan bergengsi, dan feed Instagram yang menarik dan berkelas.

Tapi kenyataannya, ia menyewa apartemen tanpa ruang untuk lemari baju, setiap hari menempuh jarak jauh dan berdesakan di kereta demi mencapai kantor di mana ia hanya mengerjakan pekerjaan administrasi sepele, dan foto-foto Instagram yang dia upload di Instagram bukanlah dari hidupnya. Tapi, suatu hari, mimpinya pasti akan menjadi nyata….kan?

Animal Farm – George Orwell

Rating: 3.6 out of 5

All animals are equal, but some animals are more equal than others.

Animal Farm (2)

Review in English:

Dear a busy person,

Dear not-a-book person,

 

You CAN read this.

 

Well, I want to present you this thin, yet interesting book review!

Even though your effort to read this will be minimum, you can boast it in front of your friends, dear readers! Hahahaha

There is something incredibly metaphorical in the story of this book. Somehow I found it as a way to criticizing the government nowadays, and the society.

This is not a story about humans. It is 100% story about animals. Smart animals. That turns the table on cruel humans. The thing is, as I read this book, more and more it reminded me of my own country, Indonesia. How it feels like trying to tell the story of colonialization and the development of a civilization. It looks like a simple story, but the conflicts, the character build up is truly smart and captivating.

I didn’t expect to find such depth on such thin book. But I did indeed. However, I do think that the person’s background may affect on how they will understand the story, like I said, because it is very metaphorical. If you read it just as it is, I am sure it wouldn’t left a deep thinking on your thoughts, but if you try to connect it with something, the story feels so much more impactful.

The one thing I am not fully satisfied is maybe the ending, but it wasn’t because it was a bad ending, it’s just something that I didn’t expect. But I won’t spoil it for you, would I?

 Here’s a little preview from the back of the book!

Mr. Jones of Manor Farm is so lazy and drunken that one day he forgets to feed his livestock. The ensuing rebellion under the leadership of the pigs Napoleon and Snowball leads to the animals taking over the farm. Vowing to eliminate the terrible inequities of the farmyard, the renamed Animal Farm is organized to benefit all who walk on four legs. But as time passes, the ideals of the rebellion are corrupted, then forgotten. And something new and unexpected emerges…..

 Animal Farm (1)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Untuk kalian yang terlalu sibuk,

Untuk kalian yang tidak suka membaca,

 

Kalian BISA BANGET baca buku ini!

 

Hari ini aku ingin meresensi buku tipis yang menarik ini!

Walaupun usaha yang perlu kamu keluarkan untuk membaca buku ini minim, kamu bisa banget loh bangga sudah pernah membaca salah satu karya penulis legendaris ini!

Ada sesuatu yang implisit tersembunyi di balik cerita buku ini. Ada kesan bahwa suatu kritik terhadap masyarakat dan pemerintah sedang disampaikan melalui ceritanya.

Cerita ini 100% tentang hewan. Peran manusia ada, namun bukanlah sorotan utama. Ini tentang hewan-hewan cerdas yang melakukan reformasi terhadap manusia dan hidupnya.

Karena satu dan lain hal, cerita ini mengingatkanku tentang Indonesia. Eratnya kaitan cerita ini dengan penjajahan dan perkembangan suatu peradaban meninggalkan suatu kesan yang dalam. Unsur metafor, konflik, dan perkembangan karakter tokoh-tokohnya sangat menakjubkan untuk dibaca.

Pada awalnya, aku sama sekali tidak berekspektasi untuk menemukan suatu makna dan pemikiran yang dalam saat membaca buku yang begini tipis. Namun memang, menurutku, latar belakang seorang pembaca akan berpengaruh besar dalam bagaimana kesan yang akan ditinggalkan oleh buku ini. Jika buku ini hanya dibaca begitu saja, tentu rasanya seperti cerita-cerita lain pada umumnya, namun kalau kalian bisa mendeteksi makna dan menganalisis pesan dari buku ini, ia dapat meninggalkan kesan yang bermakna.

Mungkin satu hal yang aku tidak sepenuhnya puas adalah akhir dari ceritanya. Bukan karena akhir cerita ini buruk, tapi di luar ekspektasiku. Tapi tenang, akhir ceritanya nggak akan aku bocorin, kok 😀

Berikut sinopsis dari buku Animal Farm!

Tuan Jones, pemilik dari Manor Farm adalah seorang pemalas dan pemabuk. Pada suatu hari, berkat kebiasaan jeleknya, ia lupa memberi makan ternak-ternaknya. Dua ekor babi bernama Napoleon dan Snowball mengambil peran pemimpin di antara hewan ternak lainnya, dan memimpin revolusi demi mengambil alih peternakan. Dengan sumpah untuk memusnahkan segala ketidaksetaraan dan menyejahterakan semua hewan, mereka mengubah nama peternakan menjadi Animal Farm. Namun seiring berjalannya waktu, idealisme revolusi terkontaminasi, lalu terlupakan. Dan hal-hal baru dan tak terduga pun bermunculan……

 

Sophie’s World – Jostein Gaarder

Rating: 4.9 out of 5

“We are the living planet, Sophie! We are the great vessel sailing around a burning sun in the universe. But each and every of us is also a ship sailing through life through a cargo of genes. When we have carried this cargo safely to the next harbor – we have not lived in vain…”

Sophie's World (4)

Review in English:

So far, this is the highest rating I have given for a book.

 It’s a new year, and I think we deserve a great start, aren’t we?  

I know it’s a bit late for the first review on 2018, but it’s 31st January here, and I am still posting this on the first month (hopefully)!

 Honestly, I really do not want to spoil this book for you, and I am currently carefully typing, choosing the right words on how to convey the message to you on how mind blowing this book is for me.

What do you know about history of mankind?

Have you learned Biology? Chemistry? Literature? Arts? Math? Psychology? Theatre, maybe?

Do you have certain faith? Religion? Any kinds of believes?

Well, I have. I remembered of being forced by my teachers to remember all these things since I was little, and while living my life, I stumbled into several fields where I get to know the famous names and heard about their famous master pieces, here and there.

 Nevertheless, I know I have all these information in my head, scattered, or maybe saved in different parts of the brain, each stored neatly in their own boxes. Maybe Darwin in Biology, Shakespeare in Literature, Samuel Beckett in Theatre, Lamarck in Math, and so on.  I never knew how these people connected, how their idealism mixed, how they founded their works, and how their works affects or being affected by the society surroundings…

 But this book……

Oh My God, this book.

 Reading this book feels like it’s creating a map through my brain, my life, even. All the information stored deep in my brain back when I was in elementary school is being mapped all to the present me. 

 All the questions about life, people, and all the why’s I tried to forget when I was in teenager, questions about religion, too, are being answered by this book. However, indeed it could be just me, maybe you wouldn’t as inspired as I am – let us not forget that possibility – but I still think this is a book you have to read at least once in your life. And for those of you who are afraid reading something philosophical would shake your faith, I can’t guarantee anything, but for me, it reaffirms my faith. Moreover, it opens my mind on what the real meaning of religion is, and how closed minded I have been on understanding the concept of ‘God’. A little trivia, but this book has made me realize that society ‘humanize’ God so much.

Maybe it will take a long time to read (I took around 2.5 months to finish and comprehend it), as you would need to absorb it slowly, and stop from time to time and discuss it with people you trust with. Anyway, if you want some discussion, I would be ecstatic to discuss this book with you!

 Here’s a lil preview:

When 14 year old Sophie encounters a mysterious mentor who introduces her to philosophy, mysteries deepen in her own life. Why does she keep getting postcards addressed to another girl? Who is the other girl? And who, for that matter, is Sophie herself? To solve the riddle, she uses her new knowledge of philosophy, but the truth is far stranger than she could have imagined.

 Sophie's World (5)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Sejauh ini, ini adalah buku pertama yang aku beri nilai tertinggi dalam membuat resensi.

Untuk awal tahun yang baik, pantas kan untuk membaca buku yang luar biasa juga?

Maaf yaa agak terlambat dalam mengirim review buku baru di tahun 2018 ini! Tapi karena masih tanggal 31 Januari, semoga masih bisa terhitung menyambut tahun baru!

Sebenarnya sulit sekali untuk membuat resensi buku ini, karena aku tidak ingin membocorkan ceritanya maupun topik-topik buku ini, yang bagiku bahkan tidak tergambarkan kata-kata. Jadi aku akan membuat resensi ini dengan sangat hati-hati hahaha.

Apa yang kamu tahu tentang sejarah kemanusiaan?

Pernahkah kamu belajar Biologi? Kimia? Sastra? Seni? Matematika? Psikologi? Seni Teater, mungkin?

Apakah kamu memiliki suatu kepercayaan? Agama? Atau apa pun itu bagimu?

Kebetulan, aku punya.

Sedari kecil, kita selalu terbiasa dengan dipaksa untuk mengingat pelajaran dan teori-teorinya, dan semasa hidup kita, mungkin kita mencoba lebih dari 1 bidang di mana kita punya kesempatan untuk menggelutinya. Saat mempelajari bidang/pelajaran itu, pastilah kamu mengenal nama-nama orang yang berpengaruh di bidangnya, penemuan-penemuannya, teori-teorinya. Tapi apakah nama-nama itu saling berkaitan satu sama lain? Kalau iya, di mana kah mereka berkaitan? Dalam otakku, setiap nama-nama dan teori seakan terkotak-kotak ke bidangnya masing-masing, misalnya Darwin di Biologi, Newton di Fisika, Shakespeare dalam Sastra, dst.

Tapi buku ini….

Buku ini seakan membuat peta dalam otakku, bagaimana hal-hal dan nama-nama yang kupelajari sewaktu kecil berkaitan, di mana filosofi dan idealisme mereka bersinggungan, bertentangan, atau bergandengan. Bagaimana teori mereka lebih dari sekedar perhitungan matematis atau karya seni yang luar biasa, tapi bagaimana karya mereka berkontribusi dalam sejarah kemanusiaan. Di mana peran dari temuan-temuan mereka, bagaimana pola pikir orang-orang berpengaruh ini membentuk dan menggambarkan era di mana mereka hidup.

Semua pertanyaan tentang hidup, tentang manusia, bahkan tentang agama, yang kumiliki sejak lama, secara langsung dan tidak langsung terjawab berkat buku ini. Semua pertanyaan ‘kenapa’ yang sering kali kusimpan rapat-rapat dijabarkan secara logis dan empatik dalam buku ini.

Tapi mungkin, mengutip buku Dunia Sophie ini, “Kita mengambil peran yang penting dalam menentukan apa yang kita tuju dengan memilih apa yang penting bagi kita”, kesanmu pada buku ini mungkin tidak sama dengan kesanku, perbedaan pengalaman hidup, ketertarikan, dan Bahasa mungkin akan sangat berpengaruh. Tapi bagaimana pun juga, buku ini tetap kurekomendasikan untuk dibaca paling tidak sekali seumur hidup.

Untuk kalian yang takut bahwa buku bertema filosofi akan mengguncang iman, walau mungkin berbeda bagi setiap orang, dalam kasusku, aku hanya merasa semakin kuat pada kepercayaanku. Justru buku ini membuka pikiranku tentang arti dari agama itu sendiri, dan betapa sempit selama ini pemahaman kita tentang konsep Tuhan. Di satu titik, aku menyadari bahwa selama ini kebanyakan manusia ‘memanusiakan’ Tuhan sedemikian rupa.

Apa pun itu, silakan coba baca buku ini! Mungkin butuh waktu, karena tidak mudah untuk mencerna buku ini (aku pun butuh waktu sekitar 2,5 bulan untuk menyelesaikan buku ini), dan akan sangat baik bila diiringi dengan diskusi dengan orang yang terpercaya, sehingga ide-idenya akan terangkum dengan lebih baik lagi. Kalau kalian ingin berdiskusi tentang buku ini, aku dengan senang hati menemani!

Berikut cuplikannya:

Sophie yang berumur 14 tahun tiba-tiba mendapati dirinya mempunyai seorang mentor misterius yang mengenalkannya pada filosofi. Berbagai misteri terus memenuhi hidupnya, mengapa dia selalu mendapat kartu pos yang dialamatkan untuk gadis lain? Siapa gadis itu? Tapi yang lebih penting, siapakah seorang ‘Sophie’? Demi memecahkan teka-teki ini, Sophie menggunakan pengetahuan barunya tentang filosofi, namun kenyataan yang ia temukan justru lebih aneh dari yang mampu ia bayangkan.

PS: Terjemahan dari Sophie’s World dalam Bahasa Indonesia dapat ditemukan dengan judul Dunia Sophie, namun pendapatku pribadi, akan lebih baik untuk membaca versi Bahasa Inggrisnya!

 

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 – Pidi Baiq

Rating: 3.7 out of 5

“Jangan rindu. Ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja.”

Dilan (1)

Review in English:

Yeaaaayy it’s the last post of the year! Wow, I can’t believe I’ve been doing this for a year! Let’s hope next year will be even better! I hope you would have a good holiday too, and I’ve got a book that will be good for your vacation!

Who’s ready for some big slap of romanticism on your heart?  Hahaha

Well then you gotta read this book. This particular book is written by Pidi Baiq, and has been a big hit among the youngsters of Indonesia (so much it’s coming to theater very soon!), because it really is both funny and so so sweet. Incredibly nostalgic too, at least for me. The story sets background in Bandung city, in 1990. For a person that knows Bandung and been living there quite long, I have a beautiful rendezvous every time I read this.

Dilan is a story of a couple high schooler, from the perspective of Milea, the girl, she’ll tell you on how Dilan pursue her with such out-of-the-box acts and words. It is actually quite a simple story, common thing you would find anywhere. But the romance, the sweetness, it is something you may have forgotten long long ago. I also would recommend this book for any man who wants to learn what is a girl’s expectation of romantic, though I got to admit Dilan sets the bar quite high. Hahaha

Anyway, sorry though, I don’t think this book has been translated to English, so you got to read it in Indonesian.  Here’s a quick peep!

Milea has just moved to the city. She didn’t expect much from it. But it all changes when a motorcycle stops beside her one day, with a boy on it, saying some words that is both intriguing and weird. Then every time she meets him, he always has a new way to make her life exciting. His words and actions are funny and enticing.

“Milea, you are beautiful. But I am not in love with you yet. Maybe in the afternoon. Let’s see.”

Dilan (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Horeeee ini post terakhir untuk tahun ini! Wow, ga terasa udah setahun aja ya bikin resensi ini…semoga tahun depan bisa lebih baik dan lebih banyak lagi! Nah, karena sekarang sudah masuk musim liburan, selamat berlibuur! Untuk kalian yang sedang liburan, buku ini cocok nih dibawa dan dibaca mungkin dalam bis, kereta, pesawat…yang mana juga boleh! Oke, ini dia!

Apakah kamu sedang haus romantisme? Atau sedang butuh inspirasi cara menjadi romantis?

Mungkin kamu butuh buku ini. Buku ini ditulis oleh Pidi Baiq, dan dalam sekejap meraih popularitas yang luar biasa, sampai-sampai dibuat menjadi film yang akan diluncurkan tidak lama lagi! Cerita Dilan sangat manis dan lucu. Ceritanya juga mengandung unsur nostalgia, paling tidak buat saya, hehe. Latar dari cerita ini adalah Kota Bandung, di tahun 1990. Mau tidak mau, bagi orang-orang yang mengenal Bandung pastilah merasa begitu hanyut dalam ceritanya dan rindu kota ini.

Cerita dari buku Dilan sebenarnya cukup sederhana. ‘Hanya’ cerita tentang sepasang remaja yang saling jatuh cinta. Cerita ini dilihat dari sudut pandang Milea, dan bagaimana dia melihat Dilan dan segala kelucuannya dalam proses PDKT. Walaupun sederhana, ada nuansa tertentu yang membuat novel ini begitu menarik, mengingatkan kita akan keluguan dan manisnya cerita cinta semasa sekolah.  Saya pribadi merekomendasikan buku ini bagi para laki-laki yang ingin belajar tentang romantisme, walaupun standar Dilan sebenarnya cukup tinggi, hahaha.

Berikut sedikit cuplikannya!

Milea adalah anak pindahan baru, dan ia tidak berekspektasi apa-apa. Namun suatu hari dalam perjalanannya menuju sekolah, sebuah motor berhenti di sebelahnya, lalu seorang cowok yang mengendarainya mengucapkan sesuatu yang sangat aneh, namun membuat Milea penasaran. Setelahnya pun, Milea terus bertemu dengannya, dan selalu ada hal-hal yang dilakukannya yang membuat hidup Milea jadi menarik.

“Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

 

 

Madre – Dee

Rating: 4.0 out of 5

“Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban”

Madre (3)

Review in English:

Hi! Most of you may have known Dewi Lestari aka Dee as one of Indonesia famous author. If you remember or have read it, I actually reviewed one of her best work, which is Supernova. However, over the years, Dee actually has written several compilations of short stories, and Madre is one of them. Personally, compared to her novels, I always love her short stories book rather than the novel, it’s never been disappointing.

Madre consist of 13 short beautiful stories that I’m sure will touch your heart and makes you think about the meaning of human relations. But the first story is particularly captivating, as it is about..wait for it….Bread. Who knows a story about bread could be this good?? Well, only Dee that can portrays brilliantly the conversations in someone’s mind, describe such simple things to become so rich and vivid, complex things such as real behavior of real people and how imperfect people is. She balances the beauty and the pain between lovers, friends, even teacher and students. Personally, for me, the stories stir a lot of feeling in my heart. It is astonishingly well written, and the issues are commonly found yet at the same time very unique.

It expands your mind, as well as expanding your knowledge. Dee helps you to broaden your mind and perspective on many things, slowly, patiently, like a mother teaching her daughter.

Here’s the preview of one of the story!

“How does it feel if your history changes in a day?”

I am suddenly a quarter of Tionghoa, my grandma is apparently a baker, and she, with a grandpa I have never known, inherited a new family member I also have never heard of before: Madre.

Madre (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Dalam dunia sastra Indonesia, Siapa yang tidak kenal Dewi Lestari aka Dee? Kemarin dulu saya pernah membuat resensi tentang salah satu novel seri nya, yaitu Supernova. Namun sebenarnya selama ini, Dee sudah menulis beberapa kumpulan cerita pendeknya, dan Madre ini lah salah satunya! Untuk saya, cerita-cerita pendek Dee lebih menyentuh dibanding novel-novelnya. Cerita-ceritanya membuat saya banyak bertanya-tanya dan melakukan refleksi tentang hubungan saya dan manusia-manusia lain.

Madre terdiri dari 13 cerita dan puisi pendek, namun cerita pertamanya sangat unik dan menarik. Topik yang diangkatnya sangat sederhana dan janggal, namun ternyata amat menarik, yaitu roti. Siapa menyangka sepotong roti mampu membangun cerita yang begitu dalam dan detail? Begitulah Dee, mampu mendeskripsikan dan mengangkat topik begitu pintar sehingga selalu terasa bermakna. Dalam buku ini, Dee juga mengangkat banyak cerita tentang dinamika persahabatan dan percintaan. 2 hal yang seringkali hanya dibatasi benang yang tipis, dan entah di mana batas itu. Namun kisah yang begitu umum mampu Dee dalami dan olah sehingga terasa sangat kaya.

Dee mampu mengangkat suatu topik, memperluasnya, sekaligus menjabarkan dengan indah dan memperluas pemikiran dan pemahaman kita tentang suatu objek atau isu, dengan sabar dan perlahan, seperti Ibu bercerita pada anaknya.

Berikut cuplikan dari cerita pertama dalam Madre!

“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari?

Darah saya mendadak seperempatTionghoa,

Nenek saya seorang penjual roti, dan dia,

Bersama kakek yang tidak saya kenal,

Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”

 

 

#Girlboss – Sophia Amoruso

Rating: 3.8 out of 5

“When you accept yourself, it’s surprising how much other people accept you, too.”

Girlboss (1)

Review in English:

Lately, women empowerment has been a raising issue all over the world. Just like Lean In, this book, Girlboss, is one of the book that has become a manifestation of feminist. Thus, I think it’s important to try to read it.

As I read it, at first, I got the picture that this is more fit to business women, or entrepreneurs, especially the ones in fashion industry and/or online business. However, the more I read it, the more I felt its words expand to even more than just business and career. It is about how to stay strong and strive in your life. Some would argue that this book may be too harsh, but that could be a good thing. It’s not giving you sweet words nor promises, it gives you exactly what you need, the exact reality. Push forward, take control of your own life.

The best thing is, Sophia Amaruso has experienced being at the bottom of life, being a nothing, even a criminal. Even though her case couldn’t be applied to everyone’s life, her struggle is a great example what you could achieve if you hoist yourself up!

Here’s a preview:

Sophia Amoruso spent her teens hitchhiking, committing petty theft, and scrounging in dumpsters for leftover bagels. By age twenty-two she had dropped out of school, and was broke, directionless, and checking IDs in the lobby of an art school – a job she’d taken for the health insurance. It was in that lobby that Sophia decided to start selling vintage clothes on eBay. Flash forward ten years to today, and she’s the founder and executive chairman of Nasty Gal, a $250-million-plus fashion retailer with more than four hundred employees. Sophia was never a typical CEO, or a typical anything, and she’s written “#GIRLBOSS” for other girls like her: outsiders (and insiders) seeking a unique path to success, even when that path is windy as all hell and lined with naysayers.

Girlboss (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Seiring dengan semakin seringnya isu emansipasi dan persamaan derajat perempuan dan laki-laki diangkat, saya menemukan buku ini. Mirip dengan Lean In, buku #Girlboss ini adalah salah satu buku dengan tujuan mendukung para wanita. Dan buku ini sangat menarik.

Saat saya membaca buku ini, awalnya saya hanya mendapat gambaran bisnis seorang pengusaha perempuan, terutama yang bergerak di bidang busana dan online business. Namun, semakin diteruskan, isi dari buku ini semakin dalam dan menyentuh aspek-aspek lain dalam hidup di luar karir dan penghasilan. Ini tentang bagaimana untuk tetap berdiri tegak dan kuat dalam menjalani hidup sebagai perempuan. Mungkin beberapa orang merasa buku ini agak keras dan ‘cablak’, tapi menurut saya, sisi baiknya adalah buku ini tidak menjanjikan omong kosong, menyajikan realita, baik itu menyakitkan maupun menenangkan. Pembaca diingatkan kembali, untuk memegang kendali dalam hidupnya dan melibas rintangan dalam hidup.

Salah satu poin menakjubkan dari buku ini adalah Sophia Amoruso yang telah menjalani hidupnya berada di titik terendah. Menjadi seseorang yang tidak berguna, bahkan seorang kriminal, dan bangkit membangun sesuatu yang besar. Memang, cerita dan langkah-langkah yang ia lakukan tidak bisa dijiplak langsung pada hidup semua orang, namun kisahnya merupakan contoh yang menginspirasi bahwa perempuan pun bisa mencapai mimpi dan menjadi pemimpin.

Berikut sedikit cuplikannya!

Sophia Amoruso menghabiskan masa remajanya dengan menumpang mobil orang, mencuri, dan mengais-ngais sampah mencari sisa bagel. Pada umur 22 tahun ia DO dari sekolah, bangkrut, hilang arah, dan menjadi penjaga di suatu sekolah seni, pekerjaan yang hanya ia ambil demi mendapat asuransi kesehatan. Namun di lobby sekolah itu lah Sophia memutuskan untuk menjual baju-baju vintage di E-bay. Sepuluh tahun kemudian, hari ini, ia adalah pendiri sekaligus Direktur Utama dari Nasty Gal, sebuah perusahaan retail fashion bernilai 250 juta dolar lebih dengan lebih dari 400 pegawai. Sophia bukanlah tipikal direktur pada umumnya, atau bahkan tipikal orang pada umumnya, dan ia menulis buku #Girlboss ini untuk perempuan-perempuan lain sepertinya: seseorang yang mencari jalan menuju kesuksesan, walaupun jalan itu kemudian berbatu, menyakitkan, dan dipenuhi orang-orang yang menolak mereka.

Stories for Rainy Days – Naela Ali

Rating: 2.5 out of 5

“Well, love is funny. Life is funny.”

Stories for Rainy Days

Review in English:

I guaranteed any girl will get hooked once you see the cover of the book. Just as I do ahaha. The cover of this book (the hard cover one, just like the one I showed here) is very intriguing and sweet, just as the title of the book. Just by looking at both of it, it already guarantees you some melancholy. After I read it, I believe this book will very much suit teenage girls in junior or high school, as it mostly consists of love story, and incredibly good to practice your English haha

 This book is very easy to read and grasped, as the language is easy and common to be found, and the stories is light and sweet. Maybe for readers that are used to read heavier books, it will feel too cheesy and full of puppy love, but the compilation of words and illustrations are right on and match each other so well, it builds up the mellow aura perfectly. 

Here’s a preview:

 It was a rainy day,

 with a hot darjeeling tea, 

warm striped blanket and polka dot socks.

 One perfect moment to read stories for cats.

Stories for Rainy Days (1)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Impresi pertama saat melihat buku ini, saya yakin pembaca wanita pasti pada umumnya tertarik. Termasuk saya, hehe. Sampul buku ini (yang saya tunjukkan di gambar) sangat menarik dan manis, sama dengan judulnya yang unik dan seketika menjamin melankolia, romantisme. Menurut saya pribadi setelah membaca buku ini, saya rasa buku ini sangat cocok untuk remaja-remaja, terutama karena ceritanya yang berkisar tentang cinta remaja dan cocok untuk berlatih Bahasa Inggris.

Buku Naela Ali ini sangat mudah dibaca dan dicerna, bahasanya yang mudah dan sederhana membuat ceritanya terasa manis dan ringan bagi pembaca. Namun mungkin untuk pembaca yang terbiasa membaca buku-buku yang lebih rumit, buku ini bisa terasa terlalu enteng atau galau, namun gabungan dari kata-kata dan ilustrasi dalam buku ini sangat mengena dan cocok dalam membangun suasana sendu yang sempurna.

Berikut sedikit cuplikannya!

It was a rainy day,

 with a hot darjeeling tea, 

warm striped blanket and polka dot socks.

 One perfect moment to read stories for cats.

 

Babad Batu – Sapardi Djoko Damono

Rating: 3.7 out of 5

“Hanya comberan.

Bekas hujan.

Hanya suara sopir taksi yang tak bosan-bosannya bertanya rumah ibadah itu persisnya ada di mana.”

Babad Batu (4)

Review in English:

To be honest, I don’t know how to review a poetry book. But all I could say, this book is a game changer.

As we always expect from Sapardi Djoko Damono.

Sapardi Djoko Damono presented his poetry not in common order as common poets usually are, the words itself describe and tells a story without really telling it like a novel. It took slices of life scenes, and poured it into words, beautifully combined and portrays a vivid picture of the scenes in our imaginations.

Babad Batu consist of many poets, both long ones and short ones, but all with the same characteristic. Indeed, maybe the poets is not as sweet as the cover, nor is it easy to grasp, but personally, I really like how Sapardi stands out and elegantly composed all the words to rhyme in unique places, with specific way of reading.

Babad Batu touches many aspects of your life. Religious, romance, relationship, or simply the details of life itself. I believe, the beauty of a poet is everyone has their own interpretation of it, and how they relate is also different from one to another.

So, just read, and unravels it.

Babad Batu (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Sejujurnya, saya tidak tahu cara memberi resensi untuk sebuah buku puisi. Tapi, buku ini tetaplah buku yang menurut saya wajib untuk dibaca, karena ciri khasnya yang sungguh mencolok dalam dunia sastra.

Seperti apa yang selalu kita perkirakan dari seorang Sapardi Djoko Damono.

Sapardi Djoko Damono selalu memiliki keunikan tersendiri dalam menuliskan puisinya, di mana sama sekali tidak mengikuti aturan umum puisi Indonesia. Kata-katanya mendeskripsikan suatu cerita tanpa perlu penjelasan yang kronologis. Dalam Babad Batu, puisi-puisi yang dituliskan Sapardi mungkin tidak sesuai dengan nuansa ‘manis’ yang ditampilkan oleh covernya dan tidak mudah untuk dicerna maknanya, namun menurut saya pribadi, puisi-puisi dalam Babad Batu sangat menonjol, eksentrik, dan elegan dalam penyusunan kata dan rima, sehingga cara membaca puisi pun terasa spesifik namun sekaligus bebas.

Buku ini dapat menyentuh banyak aspek dalam hidup kita, baik itu spiritual, romantisme, hubungan antar manusia, atau detil-detil kecil dari hidup itu sendiri. Menurut saya, keindahan dari puisi adalah bagaimana semua orang memiliki interpretasi yang berbeda-beda, dan betapa variatif cara kita terhubung dengan puisi-puisi itu.

Oleh karena itu, mari kita menjelajah dunia puisi.

 

 

The Little Prince – Antoine De Saint-Exupéry

Rating: 4.9 out of 5

The most beautiful things in the world cannot be seen or touched, they are felt with the heart.”

Little Prince

Review in English:

This book is both for the child and the adult in you.

When I first found this book (which is a long time ago), I thought it was a children’s book. I thought it would be just another sweet fairytale. Turns out, it is so much more than that.

Indeed, it is a fairytale. A little prince from outer space, landed on Earth. But he brings stories from all kinds of universe. Maybe they were simple, seemingly unimpactful stories, but Little Prince always has a hidden message. His words went straight to your heart, giving answers to your questions on your life, it’s easily ‘relatable’ to your current problems and wonderments.

You could read this book over and over again, and the conclusions you get from time to time might be very different than the first time you read it. A wonderful book you have to read once in your lifetime, at least.

Here’s a little preview:

A pilot found himself in the dessert, his plane crash and broken. There, he met a little boy who turns out to be an extraterrestrial. They spend some time and shared stories. Little Prince told him about the planets he has visited, the people he met there. He also told him about his beloved one he left on his planet. Will he continue his journey?

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Little Prince ada untuk sisi kanak-kanak dan sisi dewasa dari dirimu.

Dulu, waktu saya pertama tahu tentang buku ini (yang udah lamaa banget), saya pikir ini hanya buku dongeng biasa yang  terkenal. Tapi ternyata, makna buku ini jauh lebih dalam dari perkiraan saya, terutama dalam hidup saya.

Memang, buku ini adalah buku cerita mengenai seorang pangeran kecil dari luar angkasa yang mendarat di Bumi. Bersamanya, ia membawa cerita-cerita dari berbagai dunia. Cerita-ceritanya yang sederhana dan diceritakan dengan sudut pandang anak kecil, namun sangat mengena di hati. Kata-kata dari buku ini begitu tepat sasaran, memberi jawaban, paling tidak pencerahan, untuk pertanyaan-pertanyaan hidup yang kita simpan dalam hati.

Kamu bisa membaca buku ini berkali-kali, dan mungkin kesimpulan atau pesan yang kamu dapatkan sangat berbeda dari saat kamu pertama membacanya. Little Prince adalah buku yang wajib kamu baca, paling tidak sekali dalam hidupmu.

Berikut sedikit cuplikannya!

Seorang pilot terdampar di suatu gurun karena pesawatnya yang jatuh dan rusak. Di gurun itu, ia bertemu dengan seorang bocah kecil yang ternyata adalah seorang alien. Mereka menghabiskan waktu bersama, saling berbagi cerita. Bocah itu, yang ternyata adalah Little Prince (Pangeran Kecil), menceritakan padanya tentang berbagai planet yang telah ia kunjungi dan orang-orang yang ia temui di sana. Ia juga menceritakan sesuatu yang ia cintai yang tertinggal di planetnya. Ke mana kah Little Prince akan pergi?