Cerita Calon Arang – Pramoedya Ananta Toer

Rating: 3.0 out of 5

“Mati adalah gampang, Calon Arang. Tetapi mati itu tidak berguna kalau tidak membawa kesucian.”

Cerita Calon Arang (2)

Review in English:

This is an Indonesian fairytale that you never heard.

 Pramoedya Ananta Toer is a legend. Almost everyone in Indonesia have heard of his name, his books, his idealism. And this book is written by him, although not the most popular ones. Nevertheless, it is an exciting book to read.

 Honestly speaking, I am not sure that Calon Arang is a story originated from him, because the first time I’ve heard of the story’s title is on a play’s script. It is an Indonesian folklore, a bit of horror story, that I am sure not many people know of it. However, Pramoedya has successful re-told the story. This book is every bit I can hope out of Calon Arang’s story. It is traditional, superstitious, yet culturally rich kind of story. Some part of it is predictably Indonesian’s cliché, but I, for sure, needed it. Besides, weirdly enough, this story are still deeply unique.

 I read this book while I am abroad, and just like sniffing certain spices would remind me of my beloved home land, reading this story awoken that little girl inside me, with deep traditional values planted inside of her mind.

Cerita Calon Arang

Resensi dalam Bahasa Indonesia

Cerita ini bukanlah dongeng yang umum diceritakan di Indonesia.

Paling tidak untuk saya.

Pramoedya Ananta Toer adalah seorang pengarang legendaris Indonesia dengan reputasinya yang tak pernah tergoyahkan. Tua, muda, semua pernah mendengar nama beliau, buku-bukunya, atau idealisme yang beliau anut. Buku ini adalah salah satu buku yang beliau tulis, walau bukan salah satu dari yang paling populer di masyarakat. Walaupun begitu, buku ini sangat menarik bagi para pembacanya.

Sejujurnya, aku tidak yakin cerita Calon Arang lahir pertama kali dari Pramoedya Ananta Toer, karena kali pertama aku mendengar cerita ini adalah dari judul sebuah pementasan teater. Dongeng Indonesia yang dibalut nuansa horor, dan tidak sebegitu terkenalnya di masyarakat. Walaupun begitu, Pramoedya telah sukses dalam menceritakan dongeng ini. Ceritanya yang sarat nilai-nilai tradisional, kepercayaan-kepercayaan lama, dan kaya akan budaya membangun kesatuan cerita yang sempurna. Tentu saja, beberapa bagian dari cerita Calon Arang mengandung klise-klise yang umum ditemui dongeng di Indonesia, namun tetap mampu mempertahankan keunikannya. Lagipula, ciri khas Indonesia itu lah, yang saat itu saya butuhkan.

Saya membaca buku ini saat saya sedang tidak berada di Indonesia, dan sama seperti membaui kunyit dan cengkih mampu melempar kita pulang ke tanah air sesaat, hal itu pula yang saya rasakan saat membaca buku ini.

Advertisements

Sepotong Senja untuk Pacarku – Seno Gumira Ajidarma

Rating: 4.5 out of 5

“Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja – dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan”

*the review in English is written after the one in Indonesian

Sepotong Senja untuk Pacarku (2)Resensi dalam Bahasa Indonesia: 

Senja. Berapa banyak dari kita yang mencintai gambaran sebuah senja?

Tapi senja tidak pernah bisa dibawa pulang….bukan?

Salah. Seno Gumira Ajidarma membuktikan bahwa senja bisa dibawa, dikemas, diulang sebanyak yang kita mau. Dalam bukunya, Sepotong Senja untuk Pacarku, ia mengemas senja dengan sempurna, mempresentasikan dan menghadiahkan senja yang mungkin telah ia saksikan pada para pembacanya, melalui kata-kata yang indah melampaui daya pikir.

Buku ini sebegitu sempurnanya bagiku. Baik cerita, bahasa, cover, bahkan pengemasan bukunya begitu tepat dan cocok, sehingga rasanya seperti benar-benar mempunyai ‘senja’. Buku ini dikemas dalam sebuah amplop, tepat ketika cerita pertama mengisahkan tentang seorang lelaki yang memotong senja dan mengirimkannya pada sang pacar. Ia pun menyelipkan sepucuk surat dalam bukunya, yang membuat buku ini terasa semakin nyata.

Sedangkan untuk bahasa sendiri, Seno Gumira telah sukses membangun dunia yang ia mau dalam imajinasi pembaca dengan kata-katanya. Seperti musik, kata-kata mengalir dengan simfoni yang sangat cocok dalam bukunya, menyajikan gambaran senja yang sang pengarang inginkan dalam imajinasi pembaca, sama, atau bahkan lebih indah. Saat membaca buku ini, rasanya ada sisi dalam diri yang begitu puitis dan romantis terbangunkan, membuat kita ingin membaca pelan, turut “berjalan di pantai dengan kaki telanjang membentuk jejak yang panjang di atas pasir basah yang mengertapkan cahaya keemas-emasan.”

Berikut sepotong tulisan tentang senja milik Seno Gumira Ajidarma:

“Alina tercinta, bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja – dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apaah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap? Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di kejauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu-persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamamu merski aku tahu semua itu akan teteap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

 Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata. Sudah terlalu banyak kata di dunia ini. Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa.”

Sepotong Senja untuk Pacarku

Review in English: 

Sunset. How many of us love a thing we call Sunset?

 But we can’t take Sunset away, no?

Wrong. Seno Gumira Ajidarma proves that the whole scenery of sunset could be cut, packed, and repeated as much and whenever we want. In his book, Sepotong Senja untuk Pacarku (sorry, I don’t think they have translation in English for this book. But if I have to, I thing in English it would be something like ‘A Piece of Sunset for My Girl’), he perfectly presents the whole scenery of sunset, and gave it to us, the readers, with such beauty.

 It is a perfect book, at least to me. Whether it was the story, the style, the cover, even the packaging is so fit to the whole theme, you feel like you really do own a sunset in your shelf. This book’s packaging is an envelope, just as its first story, telling about a man who cut the sunset scenery and send it to his girl. They also slipped a piece of letter in the book, that makes this book feels real.

 As for the way he writes, Seno Gumira had successfully put the sunset into the minds of his readers using only his words. Just like a music, his words flow beautifully and in such harmony, fitting to each other, presenting the exact picture of the sunset in his mind to our imagination, or even more mesmerizing than his. As I read it, it feels like there is this poetic, romantic, side of me awoken, makes me wanted to read it slower, and “walk barefoot on that sparkling seashore, leaving lingering footsteps on those wet sands”.

 I really hope you can read it just as I am, but since the stories are all in Indonesian language, if I translate it I don’t think I can copy the beauty of his writings. But I do hope you would be able to read it someday, dear English-speaking readers!

 

 

The Little Prince – Antoine De Saint-Exupéry

Rating: 4.9 out of 5

The most beautiful things in the world cannot be seen or touched, they are felt with the heart.”

Little Prince

Review in English:

This book is both for the child and the adult in you.

When I first found this book (which is a long time ago), I thought it was a children’s book. I thought it would be just another sweet fairytale. Turns out, it is so much more than that.

Indeed, it is a fairytale. A little prince from outer space, landed on Earth. But he brings stories from all kinds of universe. Maybe they were simple, seemingly unimpactful stories, but Little Prince always has a hidden message. His words went straight to your heart, giving answers to your questions on your life, it’s easily ‘relatable’ to your current problems and wonderments.

You could read this book over and over again, and the conclusions you get from time to time might be very different than the first time you read it. A wonderful book you have to read once in your lifetime, at least.

Here’s a little preview:

A pilot found himself in the dessert, his plane crash and broken. There, he met a little boy who turns out to be an extraterrestrial. They spend some time and shared stories. Little Prince told him about the planets he has visited, the people he met there. He also told him about his beloved one he left on his planet. Will he continue his journey?

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Little Prince ada untuk sisi kanak-kanak dan sisi dewasa dari dirimu.

Dulu, waktu saya pertama tahu tentang buku ini (yang udah lamaa banget), saya pikir ini hanya buku dongeng biasa yang  terkenal. Tapi ternyata, makna buku ini jauh lebih dalam dari perkiraan saya, terutama dalam hidup saya.

Memang, buku ini adalah buku cerita mengenai seorang pangeran kecil dari luar angkasa yang mendarat di Bumi. Bersamanya, ia membawa cerita-cerita dari berbagai dunia. Cerita-ceritanya yang sederhana dan diceritakan dengan sudut pandang anak kecil, namun sangat mengena di hati. Kata-kata dari buku ini begitu tepat sasaran, memberi jawaban, paling tidak pencerahan, untuk pertanyaan-pertanyaan hidup yang kita simpan dalam hati.

Kamu bisa membaca buku ini berkali-kali, dan mungkin kesimpulan atau pesan yang kamu dapatkan sangat berbeda dari saat kamu pertama membacanya. Little Prince adalah buku yang wajib kamu baca, paling tidak sekali dalam hidupmu.

Berikut sedikit cuplikannya!

Seorang pilot terdampar di suatu gurun karena pesawatnya yang jatuh dan rusak. Di gurun itu, ia bertemu dengan seorang bocah kecil yang ternyata adalah seorang alien. Mereka menghabiskan waktu bersama, saling berbagi cerita. Bocah itu, yang ternyata adalah Little Prince (Pangeran Kecil), menceritakan padanya tentang berbagai planet yang telah ia kunjungi dan orang-orang yang ia temui di sana. Ia juga menceritakan sesuatu yang ia cintai yang tertinggal di planetnya. Ke mana kah Little Prince akan pergi?