Aroma Karsa – Dewi Lestari (Dee)

Rating: 4.0 out of 5

“Asmara. Tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya.”

Aroma Karsa (3)

Review in English:

Dewi Lestari is back with another groundbreaking piece.

I was so happy when I heard of this book. The last book of Dee that I read was not as good as I hoped, thus I was so afraid of reading this one.

But she is officially back!

This one is definitely mind-blowing. It has all the elements that we always love from Dee’s books. The details, the unique topic, the plot-twist, and one of my favorite highlight, the traditional background story. I can feel Indonesia from her story, the values, the legend that she put, makes me miss my country even more. Her writing style mesmerizing as always, and it makes me fall in love with it all over again.

If you know or have read Perfume, I really recommend you to read this one. The senses that Dee portrays really detail and taking your imagination up high, allowing you to wonder and imagine how does it really is in the story. However, I do feel Dee has some problem in maintaining a long story, I can find some part that is a bit shaky. Just a tiny bit.

The brilliant part is, though, how she awoken the ancient story of Indonesia, twist it and bring it to modern-fantasy kind of thing. It’s indeed brilliant. I am not sure if they had translated the book to English though, since it’s pretty new. Anyway, here’s a sneak peek!

After finding an old papyrus, Raras Prayagung gained a new knowledge about Puspa Karsa, the tale she had known, that it is a real plant hidden in a secret place. Her obsession grew, to find a magic flower whom to be said could control other people and could only be identified through smell. Then she met Jati Wesi. A man growing up at TPA Bantar Gebang, the biggest landfill in Indonesia. He has heightened sense of smell, and his favorite work is making perfumes. This particular skill catches Raras’ eyes. Not only employing him to her company, Raras also invites him in to her private life, including introducing him to her only child, Tanaya Suma, who has same ability as him. The more he got involved with this family, the more secret he finds, about him and his unknown past.

Aroma Karsa

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Setelah absen beberapa lama, Dewi Lestari kembali lagi dengan cerita yang luar biasa!

Waktu pertama mendengar tentang buku ini, aku super bahagia, tapi juga takut. Buku Dee yang terakhir tidak sebagus ekspektasiku, jadi rasanya agak deg-deg an sewaktu membaca buku yang ini.

Tapi ternyata Dee tetaplah cemerlang!

Ceritanya sangat memukau. Semua aspek yang selalu disukai pembaca dari seorang Dewi Lestari ada. Plot cerita, detail-detailnya, topik unik yang diangkat, dan tentunya aspek favoritku, cara Dee mengolah cerita tradisional Indonesia dalam novelnya. Ia mampu mempertahankan nilai dan cerita tradisional Indonesia, namun mengemasnya dengan cerdas sehingga cocok dengan perkembangan zaman. Gaya penulisannya tetap cantik seperti biasa, dan aku jatuh cinta lagi dengan ceritanya.

Ini novel pertama Indonesia yang mengangkat topik tentang indera penciuman, dan Dee menceritakannya dengan begitu detil dan menggugah, membuat pembaca dengan mudahnya mampu membayangkan bau yang dideskripsikan oleh Dee. Memang sempat sedikit terpikir dan terasa bahwa Dee terkadang ‘goyang’ untuk novel yang tebal, ada beberapa bagian yang terasa ‘gamang’, namun selalu kembali on track.

Ok, berikut sinopsisnya!

Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia. Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatny tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum. Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa denngannya. Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

 

Advertisements

A Court of Thorns and Roses – Sarah J. Maas

Rating: 3.7 out of 5

“We need hope, or else we cannot endure”

A Court of Thorns and Roses (1)

Review in English:

I was late to know this book. Super late.

To be honest, I was not that optimist about reading fantasy novel as it often disappoints me, except Harry Potter or Hunger Games. However, those two are only a few that I admitted good. Yet a friend of mine recommend me this series, and turns out, I really like it.

This story combines fairytale and rebelliousness, with some spicy adult romance that is so well written. But it never loses the plot, the twist, and everything about it. It is far from cliché, yet in the same time also cliché hahaha. However, it is as far as day and night to a thing called boring. I truly love it.

However, I do think it is a novel for a girl, as the main character is a girl, and the story has a lot portion of romance, even though of course the adventure part is as juicy. I love how detailed the story is, there are a lot of characters not as it looks/seems, and things that raised questions. It keeps you on edge. I really couldn’t put it down!

Here’s a snapshot!

The story sets of in a world divided into two territories, the human land and faeries land. The main character, Feyre, is a human living in a village very close to the border of faeries land. She and her family hates all faeries, condemning them for the miserable life they have to lead. They are poor, starving, and unhappy.  Until one day, Feyre went hunting, and in the woods she met a faery. She killed it. Soon, her life turns upside down.

A Court of Thorns and Roses (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Aku sangat sangat telat tahu tentang buku ini.

Sebenarnya, aku tidak begitu optimis dalam membaca buku bertema fantasi, karena seringkali dikecewakan oleh gaya penulisannya, tentu saja kecuali Harry Potter dan Hunger Games yang memang sangat menarik. Seorang teman merekomendasikan saya buku ini, dan ternyata, saya sangat suka!

Untuk pembaca Indonesia, buku ini sudah terbit versi terjemahannya loh! Tapi sayangnya karena saya membacanya dalam Bahasa Inggris, aku ga bisa memberi review tentang apakah terjemahannya bagus atau nggak. Tapi wajib baca sih! Oh ya, karena buku ini berkonten agak dewasa, aku tetap menyarankan untuk yang di bawah umur untuk lebih hati-hati dalam membacanya! Hehe.

Buku ini mengombinasikan dongeng dan perjuangan, dan memang dibilang didasarkan dari cerita Beauty and The Beast yang kemudian divariasikan lagi. Tapi sejujurnya, menuruku ini jauh lebih dari itu. Memang unsur dongengnya terasa kental, namun ceritanya jauh lebih kaya dari itu. Jauh dari klise, namun di waktu yang sama juga dekat dengannya. Yang jelas, sama sekali jauh dari kata membosankan.

Namun, menurutku pribadi, buku ini memang mungkin lebih disukai oleh perempuan, karena adanya porsi romantisme yang cukup besar, walaupun diimbangi dengan petualangan yang selalu menegangkan. Ceritanya yang detail, perkembangan karakter yang sering kali di luar dugaan, dan misteri-misteri yang tidak terjawab bikin kita sama sekali ga bisa berhenti baca ini!

Berikut cuplikannya:

Cerita ini berlatar belakang di dunia yang terbagi dua antara daratan milik manusia dan daratan milik peri. Seorang gadis remaja, Feyre, tinggal di suatu desa yang berbatasan langsung dengan daratan peri, dan ia serta keluarganya sangat membenci kaum yang tidak pernah dilihatnya itu. Ia dididik untuk menyalahkan mereka atas kemiskinan dan kelaparan yang keluarga dan masyarakatnya tanggung. Sampai suatu hari, Feyre pergi ke hutan untuk berburu. Di sana, ia bertemu dengan serigala raksasa dan membunuhnya. Dan sejak itulah, hidupnya bukan lagi miliknya….

Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh – Dewi Lestari

Rating: 4.4 out of 5

“Pembaharuan hadir dalam setiap detik. perbaikan terjadi setiap saat.

Supernova - Ksatria

Review in English:

Indonesia once had a book that is being waited fanatically by its readers, just like Harry Potter books did. This was the book. You can find the translated-to-English one called ‘Supernova: The Knight, The Princess, and The Falling Star’.

 This is a very complicated and amazing book, that will reorganize your thought on how we see the world, what is the real meaning of controversy and paradoxical cases. The first 2 chapter in the book is pretty hard to follow, as Dewi Lestari (common known as Dee), talked about physics and philosophy, both intertwined and left us confused. I read it twice to fully comprehend just what were they talking about in the couple first chapters.

 However, I guarantee you would get an epiphany just by reading this book. Dee explains a lot about the meaning of human existence through various main characters here, and they are all so complicated and smart it inspires you in so many levels. In addition, the ambience of the novel is mysterious and will leave you crave for more of it! One of the must-to-read book, and not even that thick if you scared it’ll bore you!

 Here’s a lil bit preview:

Dimas and Reuben have been together for 10 years, and they have been both partner and lover to each other. This time, they want to collaborate and create a fusion project of their area of expertise. Dimas with his big romance and literature in his head, and Reuben with all the science. They created a story of a knight, a princess, and a falling star. But, the thing is, is it really just a story?

 Resensi dalam Bahasa:

Sampai tahun 2016, ada salah satu novel seri Indonesia begitu aku tunggu-tunggu, bahkan hampir sama dengan menunggu Harry Potter. Inilah novel pertama dari seri Supernova, dengan tajuk Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

Buku ini merombak dan mengingatkan pembacanya tentang cara memandang dunia, apa yang sedang berlangsung dan bagaimana cara memahami kontroversi dan sesuatu yang paradoks. Dua bab pertama dari buku ini cukup sulit dicerna karena banyak mengungkit teori fisika kuantum dan filosofi, namun sangat, sangat, sangat menarik.

Dee memberikan pencerahan dan membuka pikiran para pembacanya melalui buku ini, mempertanyakan kembali eksistensi manusia melalui berbagai kejadian dan karakter. Namun harap diingat, buku ini tetaplah ber-gender fiksi, namun juga mengandung romantika dan filosofi. Nuansa yang Dee tonjolkan adalah misteri mengenai masing-masing karakternya, dan hal ini lah yang membuat pembaca terus dibuat penasaran!

Berikut cuplikannya:

Dimas dan Reuben sudah bersama selama 10 tahun, hidup berdampingan sebagai pasangan dan rekan kerja. Kali ini, mereka ingin melakukan kolaborasi. Kolaborasi yang akan meng-integrasi dua bidang yang mereka dalami. Dimas dengan dunia sastranya yang romantis, dan Reuben dengan ilmu filosofi dan fisikanya. Mereka merumuskan suatu cerita, tentang seorang ksatria, putri, dan bintang jatuh. Namun, apakah itu benar hanya sebuah cerita?

 

The Chronicles of Narnia (2) – C.S. Lewis

Resensi dalam Bahasa

Rating: 4.7 dari 5

“Suatu hari, kamu akan cukup tua untuk mulai membaca dongeng lagi”
Processed with VSCO with g3 preset

Processed with VSCO with g3 preset

Yeay, kali ini bakal aku ulas tentang salah satu buku favoritku waktu kecil (sampai sekarang sih)!

The Chronicles of Narnia, yang menceritakan tentang dunia ajaib, dengan makhluk-makhluknya yang ajaib, dan penguasanya yang juga ajaib. Buku The Chronicles of Narnia terdiri dari 7 buku yang masing-masingnya memiliki cerita berbeda-beda, namun dengan satu cerita besar yang sangat menarik untuk diikuti.

Di dalam buku ini, bukan hanya menceritakan tentang dunia Narnia, tapi juga dunia ‘nyata’ yang berfungsi seperti parallel universe di dalam ceritanya. Dunia ‘nyata’ yang berlatar di era sekitar  Perang Dunia II, terus bersinggungan dengan Narnia dengan cara-cara yang magis, di mana anak-anak bisa memasuki Narnia melalui portal-portal aneh di waktu yang tidak disangka-sangka. Buku ini sangat cocok untuk anak-anak dan remaja, namun juga direkomendasikan untuk orang dewasa. Kenapa?

Aku membaca buku ini 2 kali, saat masih remaja (sekitar SMP) dan terus saat kuliah, dan akhirnya bekerja. Setiap membaca buku ini, selalu berbeda makna yang kutangkap dari sebelumnya. Saat remaja, dongeng yang diceritakan mengenai Narnia sangat lah menarik dan menyenangkan, namun saat sudah dewasa membaca kembali buku ini, kita akan menyadari makna-makna tersembunyi dari ceritanya, yang banyak mengarah ke nilai-nilai religi.

Buku ini memang sarat dengan makna keagamaan, dan cerita-cerita yang berdasar pada agama Kristen, namun sebenarnya, lebih mendalami nilai-nilai keimanan secara umum. Jadi, jangan ragu untuk membacanya, ya! Dalam membaca buku ini, pengertian dan hubungan dari Ketuhanan, iman, dan manusia akan sangat terasa nyata. Banyak kejadian-kejadian di buku The Chronicles of Narnia yang sangat cocok dengan kondisi zaman ini, hubungan manusia dan agamanya. Buku ini sangat luar biasa dalam menjelaskan hal yang rumit dan kompleks seperti keimanan menjadi sederhana untuk seorang anak/remaja.

Ada 7 buku yang menjadi bagian seri The Chronicles of Narnia, yaitu:

  1. The Magician’s Nephew

Buku ini adalah buku yang memulai segala cerita. Asal muasal Narnia, asal muasal  para makhluk-makhluk magis dan tokoh-tokoh antagonis dan protagonist lain. Sebenarnya, buku ini diterbitkan tepat setahun sebelum buku terakhir dari seri The Chronicles of Narnia terbit. Jadi, buku ini bisa dibaca kapan saja dan tidak harus pertama!

 

  1. The Lion, The Witch, and The Wardrobe

Buku ini sudah diadaptasi ke film yang ditayangkan pada tahun 2005 dan termasuk disambut baik oleh penonton di seluruh dunia. Untuk pertama kalinya di buku ini, Narnia ‘ditemukan’ oleh Pevensie Bersaudara, yang kemudian terjebak dalam masa-masa tergelap Narnia.

 

  1. The Horse and His Boy

The Horse and His Boy adalah bagian dari seri Narnia yang memiliki cerita yang paling soliter dibanding buku-buku lainnya. Di buku ini kisah yang diceritakan tidak berkaitan erat dengan buku-buku lain, dan tidak melibatkan campur tangan dari dunia ‘nyata’, namun tetap menjadi bagian dari legenda Narnia yang terus disinggung-singgung di buku lainnya. Buku ini kental dengan nilai-nilai persahabatan, dan juga penjelasan tentang lokasi negara Narnia dan negara-negara di sekitarnya.  

 

  1. Prince Caspian

Prince Caspian akan menceritakan tentang kembalinya Pevensie Bersaudara ke Narnia, dan di mana mereka harus menyadari perbedaan waktu antara dunia mereka dan dunia Narnia. Kali ini, mereka terlibat dalam perang memperebutkan takhta, dan musuh lamanya! Buku ini juga sudah diaplikasikan ke film yang terbit di tahun 2008, loh!

 

  1. The Voyage of The Dawn Treader

Buku yang ini adalah buku yang menurutku pribadi paling seru dan penuh petualangan. Pangeran Caspian kali ini berlayar menuju ujung dunia (yap, di alam Narnia, dunia tidak berbentuk bulat), di mana mereka juga dibantu oleh 3 orang anak dari dunia ‘nyata’. The Voyage of The Dawn Treader adalah salah satu buku yang sulit sekali berhenti sekali sudah mulai membacanya, haha!

 

  1. The Silver Chair

Buku kelanjutan dari The Voyage of The Dawn Treader ini mengalami lompatan waktu. Puluhan tahun sudah berlalu di Narnia, dan kali ini, anak-anak dari dunia ‘nyata’ datang ke Narnia dengan misi khusus, dan bertujuan menyelamatkan masa depan kerajaan Narnia. Cerita dalam The Silver Chair mampu menarik pembaca menjadi ikut resah dan bingung, dan ceritanya sangat kental akan unsur keimanan dan dapat direfleksikan ke dunia sehari-hari kita. Buku yang sangat menggugah untuk dibaca, dan quotes di awal resensi ini pun diambil dari buku ini.

 

  1. The Last Battle

Apa yang pernah dimulai, pastinya memiliki akhir. Inilah akhir cerita dari Narnia, pertempuran terakhir, perjuangan terakhir di Narnia. Buku terakhir ini sangat menyentuh hati, mengajarkan tentang kesetiaan, keimanan, dan akhirnya, sosok Tuhan. The Last Battle menjelaskan konsep dari iman, ateisme, hidup setelah kematian dengan sangat sederhana dan mudah diterima oleh anak-anak. Saya sangat kagum dengan buku ini, dan menjadi daftar wajib-baca untuk anakku kelak!

The Chronicles of Narnia (1) – C.S. Lewis

Review in English

Rating: 4.7 out of 5

“But, first, remember, remember, remember the signs. The signs which you have learned here will not look at all as you expect them to look, when you meet them there. That is why it is so important to know them by heart and pay no attention to appearances. Remember the signs and believe the signs. Nothing else matters.” – Aslan

Processed with VSCO with g3 preset

Finally! I can talk to you about my second favorite book as a child!

The Chronicles of Narnia consisted of 7 short books, with each of it has different stories, yet will be related to the one before, although reading it separately won’t be a problem either.  However, you’ll get a more comprehensive story by reading it according to the order of the books.

But first of all, what the hell is The Chronicles of Narnia? Well, it’s about a land called Narnia, a magical land, with magical creatures, with magical ruler (I told you it’s gonna be good). Fortunately, the human world (that by the time has the background setting of the times around World War II), is connected to Narnia, through several magical portals that can only children enters. This book is highly recommended for children and/or teenager, but reading it as an adult will give you even higher satisfaction, because it hides countless religious views that you can only grasp when you are older. C.S Lewis, the writer, is a Christian apologist and a professor in Oxford University, which makes this books contain deep religion sense and historical details here and there (what is up with me and historical books?).

Since I am not a Christian, I am not familiar with all the similarities of the Bible’s stories (I found several stories that are similar with Bible, yet widely known by common people, or related to the concept of God), but I have my suspicions that there are actually more than I recognized. It is very interesting, how children’s book can entertain us with philosophy and religion debates throughout its story. I hope you would not get caught up with Christianity, and refused to read it because you are from different religion, since it will be a shame to live a life without reading this book. Besides, the religious story that it tells is more on the general side, it taught you about faith, God, and humans. It is such a great book as an introduction for children of what religion is all about.

There are seven books, which are:

  1. The Magician’s Nephew

This book is the prequel, the beginning of the story, the root of all tales, and the creation of Narnia universe. Fun fact, just like any other prequel, The Magician’s Nephew didn’t actually released first, but it was being released just a year before the last book of The Chronicles of Narnia’s series. No matter what, I think it’s not really vital to read this book first, I am just telling you according to the times of Narnia as the story goes by.

 

  1. The Lion, The Witch, and The Wardrobe

Well, I suspect you already know this one, because it’s the most popular one, and also with the best movie that has been published in 2005. This book will tell you about the dark times of Narnia, and the adventures of our heroes (The Pevensies Children) in it. I really love this one!

 

  1. The Horse and His Boy

I will call this one as The-Most-Separated-Story. Why? Because the story of The Horse and His Boy is not really related to the other books, and there is almost no interference from the ‘real’ world. It’s a pure story of Narnia, yet it becomes one of the most famous legends of Narnia that keeps getting mentioned in other books. This book is so full of values that children should understand (as with the other books), but especially friendship. Plus, you’ll get better understanding of the geographical position of Narnia and the other country surrounding it.

 

  1. Prince Caspian

Again, the movie based on this book has been published in 2008, and I think you probably know it, although I don’t think the movie is as good as The Lion, The Witch and The Wardrobe. In this book you’ll realized how time runs differently between the ‘real’ world and Narnia. In addition, The Pevensies will reappear here and involved in one of the most horrifying war, with several scenes related to Bible. Horray!

 

  1. The Voyage of The Dawn Treader

Still on the era of Prince Caspian, I personally think this book is the most thrilling and adventurous one, even though the movie was very disappointing for me (but, it’s just my personal taste). This is the story of Prince Caspian, and a couple friend from the ‘real’ world, trying to reach the end of the world (yes, in Narnia, the world is not round, people). The book is exciting, and almost impossible for me to put it down!

 

  1. The Silver Chair

Sadly, in this book, quite some time has passed in Narnia. The story includes Eustace and Jill in trying to save the future of The Kingdom of Narnia. Their journey is confusing, and to me, this book is the one that seriously relatable with current condition of faith in our society. So, it really worth to read, and I mean it. Even the quotes that I put here is the one from this book.

 

  1. The Last Battle

Everything has come to an end. This is the last story of Narnia, the last crusade, the final struggle. This is a very touching book, teach you about loyalty. Most intensely, God. It explains about faith, atheism, and the life after death in such simple elaboration, concealed behind the story, that kids most certainly get the point. I am in awe of this book, despite differences that it had with my religion’s understanding, it still taught you immensely good moral and religious values. I’ll make sure my kid reads It someday.