Norwegian Wood – Haruki Murakami

Rating: 4.2 out of 5

“Despite your best efforts, people are going to be hurt when it’s time for them to be hurt.

IMG_20170402_072605

Review in English:

Caution! I would not recommend you to read this when you are feeling down or sad, it would definitely not be a good consolation.

How to differ love and responsibility?

Basically, that is what the main character of this book, Toru, asked. This book tells you a story of a young Japanese man, who is stuck between two loves, yet he is not sure of both. The definition of love, combine with the anxiety of a man who is still too young to bear the pain of it.

It’s a pretty dark story, picturing the life and traditions of Japanese from gloomy angle. Consisted of internal conflicts and mental instabilities, yet both the words and stories are so strong it will drag your emotion and create a resonance with the book. There is no happiness in this story, every conflict feels so grey and gloom, but this book is incredibly powerful for readers. So, I hope you can still enjoy it! So here is the preview:

Back in high school, Toru Watanabe became a third wheel of his friends, Kizuki and Naoko, which he loved so dearly. It took him by surprise when the brilliant Kizuki who seems like having no significant problem in his life, committed suicide and left Naoko to Watanabe. Naoko, scarred by his boyfriend’s suicide, becomes unstable. Watanabe, feeling obligated and loved by both Naoko and Kizuki, trying his best to help her, not knowing it changes into something more. However, is it truly love? The question arise, triggered when he met another girl, lively but complicated, Midori.

**

Resensi dalam Bahasa:

Peringatan! Bagi yang mau membaca buku ini, aku sarankan jangan membaca ini saat sedang tidak dalam kondisi emosi yang stabil, sedang sedih atau depresi!

Di manakah batas cinta dan tanggung jawab?

Pertanyaan itu lah yang Toru Watanabe tanyakan pada dirinya dalam buku ini. Norwegian Wood bercerita tentang seorang pemuda Jepang yang terjebak di tengah dua wanita yang menjadi sangat penting dalam hidupnya. Hidup menjadi cukup sulit untuknya, ketika ia hars mendefinisikan cinta di tengah hidup yang inkonsisten.

Buku ini memiliki nuansa kelam dan gelap, menyorot sisi-sisi budaya Jepang yang tidak selalu positif. Cerita Watanabe (tokoh utama) berkubang dalam pergolakan batin dan ketidakstabilan emosi dari tokoh-tokoh di sekitarnya, namun digambarkan dengan luar biasa oleh Haruki Murakami sehingga mampu menyeret dan menenggelamkan pembaca dalam emosi yang beresonansi dengan cerita. Dalam buku ini, langit serasa berwarna abu-abu. Tidak ada kebahagiaan dan semua begitu sendu. Namun kekuatan dari setiap kata dan konfliknya sangat menakjubkan dan menjadi salah satu buku wajib baca. Jadi, cobalah menikmatinya dan tenggelam dalam kekuatan kata-kata Haruki Murakami! Ini dia cuplikannya:

Saat Toru Watanabe masih di bangku SMA, ia berteman dengan dua orang yang sangat ia sayang, Kizuki dan Naoko, di mana keduanya berpacaran. Baginya, Kizuki adalah teladan yang luar biasa, dan sangatlah mengejutkan bagi Watanabe ketika Kizuki bunuh diri dan meninggalkan Naoko terpuruk secara mental, berdua dengannya. Watanabe sangat peduli dan sayang pada Naoko. Ia berusaha membantu Naoko kembali tersenyum sambil mencoba mendefinisikan perasaan yang timbul dalam hatinya. Dan ketika semua masih begitu kabur, sesosok perempuan memasuki dunia Watanabe, Midori.

Advertisements

Ayahku (Bukan) Pembohong – Tere Liye

Rating: 3.0 out of 5

Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat”

Ayahku (Bukan) Pembohong

Review in English:

Good morning! How are you today? How’s the family?

Some daughters are closer with their moms, but some with their fathers. Every child always has particular memories or things they shared with their parents, something they carry as they grow up. As a girl and a daughter, my bond with my father is special.

Sometimes, it’s as simple as fairytales. Just like the story in this book, Ayahku (Bukan) Pembohong. A son named Dam, carries his father advises while growing up, guidance that the father delivered through stories, often came from his own experiences…or so he said. Dam grows up with high moral values, planted by his father, making him his role model with incredible adventures and experiences, but as he grew up, he started to question the truth behind all those stories…

This is a story about love. The love of a father to his son, and the love of a son to his father that will never match his. Reading this will definitely make you miss your father, or probably your mother. It takes you back to your childhood, when you were in bed at night, listening to the stories they told before bed. I guaranteed you will be able to relate to Dam’s exact feeling. However, by the end of the book, a new light might shine upon you, about how deep a parent’s love is.

Resensi dalam Bahasa:

Seberapa dekat kamu dengan ayahmu?

Dalam keluarga-keluarga pada umumnya, sosok Ayah sangat berbeda dengan sosok Ibu. Ayah menanamkan dan mendidik nilai-nilai moral hidup dengan caranya sendiri, dan tidak selalu dengan kedekatan intesif seperti Ibu. Setiap anak pasti memiliki kenangan-kenangan tertentu yang menguatkan ikatan dengan orang tuanya, termasuk dengan Ayah.

Dalam cerita ini, ikatan Ayah dan Anak dibangun oleh cerita-cerita dongeng. Cerita-cerita penuh nilai moral yang didasarkan dari pengalaman dan pengetahuan Sang Ayah, memotivasi Dam, putranya, untuk mencontoh ayahnya dan mengaplikasikan nilai-nilai yang diajarkan ayahnya melalui cerita-cerita tsb.

Namun seiring berjalannya waktu dan Dam tumbuh besar, pertanyaan mulai timbul. Apakah cerita-cerita itu benar adanya? Ataukah hanya sekedar cerita untuk menemani tidur Dam di masa kecil? Apakah Dam bisa menerima kenyataan, ataukah ia membenci ayahnya atas apa yang tidak ia percayai?

Cerita ini mengembalikan ingatanmu ke masa kecil. Mengenang Ayah dan kasih sayangnya, yang mungkin tidak selalu sama dan mudah dimengerti. Sebuah cerita yang dijamin membuatmu ingin berlari pulang dan memeluk Ayah, memutar ulang waktu dan mengucapkan terima kasih atas yang pernah ia berikan.

Brilliance of The Moon – Lian Hearn

Rating: 3.8 out of 5

“It’s like a spell. It’s so strong I can’t fight it. Is love always like this?”

Processed with VSCO with c1 preset

Review in English:

Good day, book addicts! Remember Takeo of Otori Trilogy?

Well, we finally have the last book here! And I will surely give you the sneak peek!

This book will probably surprise you in the matter of changes in the pace of plot. As the book before is kind of slow-pace, this book will be different. Brilliance of The Moon will be full of events, wars, and unexpected circumstances.

By the end of Grass for His Pillow (the second book), us readers were left to believe that everything will be okay, which later in this book you will find out it’s not. There are still so many enemies to defeat, inevitable conflicts, collisions, and political frictions. Suddenly, there are a lot of things going on. You’ll be hopeful and desperate both at the same time. Someway along the story, you too, will question whether their decision was the right one.

Okay okay…I’ll just give you a little preview:

After their reunion in Terayama, Takeo and Kaede realized the wars upon them that they and the rest of the Three Countries have to bear because of their actions. Together this time, they unite their powers and try to put an end to their enemies, and bring back peace. But first of all, they need armies. They begin their long road to Maruyama, claiming Kaede’s rights, only to find them facing the siblings of their old nemesis blocking them. And it doesn’t stop there…..

otori-trilogy

Resensi dalam Bahasa:

Selamat malam! Masih penasaran dengan kelanjutan Trilogi Otori?

Yap, ini dia buku terakhirnya, dan sedikit kisi-kisinya! Hehehe…

Buku terakhir ini akan sedikit berbeda dari buku sebelumnya, dan yang paling terasa adalah perubahan dari kecepatan dalam alur ceritanya. Di buku Grass for His Pillow, tempo dari alurnya cukup lambat dan detail. Namun di buku ini, justru alur cerita menjadi cepat dan ada begitu banyak kejadian, konflik, perang, dan kejutan-kejutan.

Awalnya, mungkin setelah membaca Grass for His Pillow, kita mungkin mengira yang harus mereka hadapi sekarang hanya tinggal musuh-musuhnya, namun dengan situasi Takeo dan Kaede yang sudah jauh lebih pasti. Nyatanya, dalam buku ini ikatan Takeo dan Kaede akan tetap diuji, dan bahkan pembaca pun akan dibuat terlarut dan mempertanyakan lagi apakah keputusan mereka sudah benar di setiap langkahnya. Yang jelas, buku terakhir ini masih mengaduk emosi deh!

Oke..untuk cuplikannya sebagai berikut:

Setelah pertemuan dan persatuan Takeo dan Kaede di Biara Terayama, mereka berdua menyadari konflik dan tantangan yang harus mereka hadapi akibat dari keputusan-keputusan mereka. Namun dengan tekad kuat untuk tetap bersama, Takeo dan Kaede sepakat menyatukan kekuatan dan menghadapi musuh-musuhnya, dimulai dengan mengumpulkan pasukan. Mereka memulai perjalanan dan berderap menuju Maruyama, menuntut kembali hak resmi Kaede, dan menghimpun kekuatan. Namun mereka dengan segera harus menghadapi pertempuran, lagi dan lagi, semakin lama semakin besar pertaruhannya…

 

 

Grass for His Pillow – Lian Hearn

Rating: 3.5 out of 5

“It was as hot as ever, even the turn of the moon bringing no relief, and the cries of cicadas fell like showers around me.”

Processed with VSCO with f2 preset

Review in English:

Hi hi! Back with me again for the second book of Otori Trilogy!

Have you read the first one? Yes, the story is not over yet!

As for this second book, it will reveal even deeper on Japanese culture, and (pardon me) especially the downside of the culture. Grass for His Pillow is so full of sorrow, and painful love. Yet it teaches you a lot in how to truly love someone (seriously, though).

In this sequel, don’t expect a lot of Kaede (you must know her by now, right?) and Takeo’s intimacy stuff, no, on the contrary, most of the story are spent by them being separated. Personally though, I learned a lot and it gave me an understanding of real, yet true love. However, please expect a plot speed draw backs, because the story is now focusing more on each journey of Takeo’s and Kaede’s, and I personally think that the writer was trying to build up the desperation that the characters feel to readers. So in a way, you OUGHT to be desperate in reading the story. Haha!

Well, here is the preview:

Takeo and Kaede are forced to separate due to their roles in their clans. This time, they are trying to obey the clan’s will and follow the order. Takeo is being trained by Tribe, while Kaede finally coming home to his father. There, tortured by their surroundings and unfulfilled longing of meeting each other, they learn to be mature, facing the reality and the demand of the world around them.

Gras For His Pillow (2).jpg

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Hai haiii!

Sekarang giliran buku kedua dari Trilogi Otori!

Jadi sudah pada baca belum buku pertamanya? Grass for His Pillow ini lanjutannya, dan duh, ga bisa ga dibaca!

Jadi di buku kedua ini, budaya Jepang akan dikupas lebih dalam lagi, terutama sisi gelapnya. Buku ini kental dengan kesedihan, dan cinta yang sulit. Tapi, merupakan contoh yang baik untuk cinta yang nyata dan murni.

Di buku lanjutannya ini, jangan berekspektasi akan banyak cerita tentang keindahan cintanya Takeo dan Kaede (bbaca dulu buku pertamanya ya). Kebalikannya, cerita ini adalah tentang mereka yang terpisah. Positifnya menurutku, cerita ini mengajarkan banyak tentang cinta yang sebenarnya (cie). Nah, jangan heran kalau alur ceritanya jadi sedikit melambat, karena ceritanya yang fokus pada perjalanan masing-masing Takeo dan Kaede. Kemungkinan di sini penulis mencoba membangun suasana sedih dan nelangsa yang dirasakan tokoh-tokohnya sehingga dirasakan juga oleh pembaca. Haha!

OK, ini dia sedikit cuplikannya:

Setelah waktu sesaat yang dilalui bersama, Takeo dan Kaede harus berpisah untuk menjalankan perannya di klan masing-masing. Kali ini, mereka menyadari kelemahan dan tanggung jawab mereka, dan mengikuti perintah klan. Takeo dilatih oleh Tribe untuk mempertajam ilmunya, sedangkan Kaede akhirnya pulang menemui ayahnya dan tanggung jawabnya. Dalam jangka waktu lama, mereka tersiksa oleh orang-orang dan situasi yang tidak pernah mendukung kemauan mereka, dan juga tersiksa oleh pergolakan batin masing-masing untuk bertemu pasangannya. Namun di balik semua itu, baik Takeo maupun Kaede belajar menjadi dewasa, dan menghadapi dunia nyata dan tuntutannya.

 

 

 

Across The Nightingale Floor – Lian Hearn

Rating: 4.0 out of 5

“When illusions are shattered by truth, talent is set free.”

Processed with VSCO with m5 preset

Review in English:

How can we travel through countries, without taking off our butt from the sofa? Or how can we travel through times even before technology invented it (or maybe it has?)?

Now I want to talk to you about one of the historical books. The plus side of diving into these kinds of books is how it provides you with so many details, and there are big percentage of truth in it and adding your knowledge, because the writers are basing it on real research, real history.

Across The Nightingale Floor by Lian Hearn is my first historical book that I read, with so many details on Japanese history. The setting was in the feudal era, with conflicts between clans and thick political plots. You’ll get a thorough introduction of Japanese culture. You’ll get dragged into political conspiracy, patriotism, love, and battles and duels. It gave fantasy of enhanced human strength, and how destiny plays with it.

Me myself get desperate in reading it, finding myself longing for the love to be granted, yet understanding the impossibility that the characters feel. It was really an emotionally rich novel, constrained with culture, social status, and mostly, fate.

Okayyy enough with teasing, so what’s the story about??? I’ll give you a little preview:

Tomasu is a young boy from a little village on the mountain. One day, he found his village being destroyed, while he was being saved by a man who appeared to be an elite from Otori Clan, Shigeru. He brought him to Hagi, and there, life turns Tomasu’s life upside down. He find a new side of himself, the dark side of a pure assassin, as well as his forbidden love.

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Hari ini buku yang jadi sorotan adalah buku yang bertema historis. Buku historis beda dari buku lainnya, karena di dalam cerita dan plotnya, ada banyak pengetahuan yang bisa kita ambil, karena didasarkan pada fakta. Penulis buku historis selalu melakukan riset asli, dengan menggunakan data peristiwa bersearah, yang kemudian menjadi latar ceritanya.

Buku hari ini adalah Across The Nightingale Floor yang ditulis Lian Hearn, buku dengan tema historis pertama yang aku baca. Buku ini berlatar belakang di era feudal, dengan berbagai konflik antar klan dan konflik politis. Budaya Jepang terasa sangat kental di sini, dan sangat detail, tentunya. Saat membaca buku ini, imajinasi kita akan larut dalam konspirasi-konspirasi politik, patriotisme, cinta, perang, dan duel. Menariknya lagi, Lian Hearn memberikan kita kesempatan untuk berfantasi tentang ninja-ninja Jepang!

Susah banget untuk tidak terbawa emosi yang digambarkan dengan kuat di novel ini, membuat pembaca juga mengharapkan keinginan si tokoh-tokohnya terkabul, sesuai dengan peran protagonist dan antagonisnya yang sangat dikendalikan oleh budaya, strata sosial, dan takdir.

Okee, jadi aku bakal kasih sedikit sinopsis:

Tomasu adalah pemuda yang tinggal di desa terpencil di tengah pegunungan. Suatu waktu, ia pulang dan menemukan desanya sudah dibakar dan rata dengan tanah. Namun, ia justru diselamatkan oleh Shigeru, salah seorang ksatria dari Klan Otori. Tomasu dibawa ke Hagi, ibukota Klan Otori, dan di sana, hidupnya berubah 180 derajat. Ia terpaksa menerima bahwa dirinya memiliki sisi lain, sisi gelap yang ternyata setengah sihir dan berfungsi untuk membunuh, dan ia pun tenggelam dalam cinta yang terlarang.

Oh! Dan untuk yang ingin baca dalam bahasa Indonesia, terjemahannya OK kok!