A Court of Mist and Fury – Sarah J. Maas

Rating: 4.1 out of 5

“To the people who look at the stars and wish”

A Court of Mist and Fury (2)

Review in English:

The end of a story was made. But was it really the ending?

 It is a twisted part of a fairytale, when apparently living in the castle is not as amazing as expected, when being with the prince is evidently suffocating, as her scars are holding her back to have the life she wanted. What if his scars change his way of loving her? What if a punishment turns out to be the best escape? What if the villain is not a villain after all? This story against all the stereotypes, the story from other side.

When I read this book, I was so ecstatic it was really hard to put it down. There are many surprises, new characters, new findings, a lot of romance, all wrapped in rich back story. Hands down to Sarah J. Maas, from me. As I mentioned earlier, it was also full of romance, and even more intense than the first book. Honestly, this second book of the series is better than the first one indeed.

Here’s a preview!

After rescuing her lover Tamlin from a wicked Faerie Queen, she returns to the Spring Court possessing the powers of the High Fae. But Feyre cannot forget the terrible deeds she performed to save Tamlin’s people – nor the bargain she made with Rhysand, High Lord of the feared Night Court. As Feryre is drawn even deeper into Rhysand’s dark web of politics and passion, war is looming and an evil far greater than any queen threatens to destroy everything Feyre has fought for. She must confront the past, embrace her gifts and decide her fate.

A Court of Mist and Fury

Review dalam Bahasa Indonesia:

Apakah penutup cerita benar-benar akhir dari cerita?

Ini bukan dongeng biasa, melainkan dongeng dengan kejutan-kejutan yang abnormal. Bagaimana jika kehidupan di istana tidaklah spektakuler seperti yang diharapkan? Bagaimana jika hidup bersama Sang Pangeran terasa menyesakkan, karena luka-luka dalam dirinya menahannya untuk menggapai mimpi yang ia inginkan? Bagaimana kalau luka-luka yang ditanggung oleh Pangeran justru mengubah caranya dalam mencintai? Apa yang akan terjadi jika hukuman justru  menjadi tempat pelarian yang terbaik? Dan bagaimana jika tokoh antagonis bukanlah seorang antagonis? Cerita ini melawan semua dogma, menampilkan cerita dari perspektif yang berbeda.

Saat saya membaca buku ini, ceritanya membuat saya ketagihan dan tidak bisa berhenti membacanya. Banyak kejutan, karakter baru, hal-hal baru, yang ditopang dengan latar belakang cerita yang kaya. Salut sekali dengan Sarah J. Maas, yang mampu mempresentasikan cerita dengan brilian. Seperti yang disebutkan sebelumnya, buku ini memang penuh dengan romantisme, dan bahkan lebih intens dari buku sebelumnya. Dan bahkan saya berani bilang bahwa buku ini lebih bagus dari buku pertamanya!

Berikut cuplikannya:

Setelah menyelamatkan Tamlin dari cengkraman ratu keji, ia kembali ke Kerajaan Musim Semi dengan kekuatan Peri Agung dalam dirinya. Namun, Feyre tidak bisa melupakan hal-hal buruk yang ia lakukan demi menyelamatkan Tamlin, dan ia pun tidak bisa lupa tentang perjanjian yang ia buat dengan Rhysand, raja dari Kerajaan Malam yang ditakuti banyak orang. Semakin dalam ia terjebak dalam permainan politik yang dimainkan Rhysand, semakin dekat mereka dengan perang dan kekuatan jahat yang jauh lebih besar dari ratu mana pun, siap menghancurkan semua yang telah diperjuangkan oleh Feyre. Kali ini, ia harus berani menghadapi masa lalunya, menerima kelebihan yang ia terima, dan memilih takdirnya.

Advertisements

The Magic Strings of Frankie Presto – Mitch Albom

Rating: 3.3 out of 5

“When you listen, you learn. Remember that. In music and in life.”

The Magic Strings of Frankie Presto (2)

Review in English: 

What if Music can speak?

What if Music can tell you the story of the most successful successor of it? Maybe it was there from the very beginning, and been watching him/her, nudging them in times of need.

I always love Mitch Albom’s novels. However, I like this particular book because it talks about music beautifully. To me, book and music are my breath. One of it is the food for my brain, and the other is the fuel to my heart. And this one combines it!

This is the story of a man called Frankie Presto with huge talent in music, and amazing life journey, and his ups and downs while trying to follow his love to music. The Magic Strings of Frankie Presto is so well written I almost believe that it is indeed a true story. If only the element of magic is not there, I am pretty sure I’ll believe the existence of Frankie. Why? Because inside this book, the names of real musician keep coming up, even their interviews about their encounters with Frankie Presto. Amazing, huh?

The story keeps you on edge, as it keeps going up and down, bouncing along with your feelings, while your curiosity keeps increasing. Mitch Albom successfully played with your mind, while also enriching it. Personally, to me, this book made me miss music so much, as there are a lot of music terms, music history, and even song’s names that made me stop, look for the song, and read the book while listening to it. Just marvelous.

The Magic Strings of Frankie Presto

Resensi dalam Bahasa Indonesia: 

Bagaimana kalau Musik bisa bicara?

Bagaimana jika Musik bisa menceritakan cerita-cerita dari para ‘muridnya’? Bagaimana bila ia mengamati sejak awal, menyaksikan hidup mereka, dan memberi dorongan-dorongan tertentu di momen-momen penting?

Aku selalu suka novel-novel karya Mitch Albom. Namun, buku ini berbeda, karena ia berbicara tentang musik. Bagiku, buku dan musik seperti nafas. Buku sebagai makanan untuk otak, dan musik untuk asupan hati. Dan buku ini mengombinasikan 2 hal itu!

Ini adalah cerita tentang seorang lelaki bernama Frankie Presto, yang mempunyai bakat yang besar dalam musik serta pengalaman hidup yang luar biasa, dan jatuh bangunnya dalam menempuh cintanya terhadap musik. The Magic Strings of Frankie Presto ditulis dengan sangat baik sampai-sampai sulit untuk percaya bahwa ini bukan cerita nyata. Kalau saja tidak ada unsur keajaiban dalam buku ini, sangat mudah untuk meyakini bahwa Franki Presto pernah benar-benar ada. Mengapa? Dalam buku ini, ada banyak nama-nama musisi nyata yang bercerita dan mengakui bahwa jalan hidup mereka pernah bersinggungan dengan Frankie Presto. Luar biasa, kan?

Cerita dalam buku ini tidak pernah membosankan, dengan alur yang naik dan turun, mengaduk-aduk perasaan dan meningkatkan rasa penasaran pembaca. Mitch Albom tidak hanya mempermainkan emosi pembaca, tapi juga memperkaya wawasan pembaca. Bagi saya pribadi, buku ini membuat saya rindu akan musik. Ada begitu banyak istilah-istilah music yang digunakan, sejarah musik, dan bahkan judul-judul lagu asli yang membuat saya berhenti membaca sesaat, mencari lagu tersebut, lalu meneruskan membaca sambil mendengarkan lagu. Menarik, bukan?

My (Not So) Perfect Life – Sophie Kinsella

Rating: 3.4 out of 5

Whoever started the rumor that life has to be perfect is a very wicked person, if you ask me

My (not so) Perfect Life (2)

Review in English:

There are times when I feel so insecure about my life state, or my self-esteem dropped, thanks to comparing myself with those perfect, high-achievements people. And I am sure you have those moments too.

 On one of these moments, I grabbed My (Not So) Perfect Life by Sophie Kinsella book straight from the shelf and binge-read it. It is SO what I need.

This book is light, hilarious, and relatable to any girl out there with millions of insecurities that we carry throughout our days. Especially for the ones on their 20s-30s, still trudging through their search of life-purposes.

From the very first sentence of the book, Sophie Kinsella’s signature pops up from it.  She hooked the readers enchantingly from the very first look. That kind of panic ambience that she pictured from it makes you unable to tear out your gaze from this book. It has always been my favourite part of her books, her first sentence.

It is indeed a simple story, funny, sweet, but more than what lies there, the message Sophie Kinsella trying to convey is being delivered beautifully. She answered to youth’s issues that are widely spreading in the world, and re-package it in a captivating story.

 

Here’s a preview!

Katie Brenner has the perfect life: a flat in London, a glamorous job, and a super-cool Instagram feed.

OK, so the truth is that she rents a tiny room with no space for a wardrobe, has a hideous commute to a lowly admin job, and the life she shares on Instagram isn’t really hers. But one day her dreams are bound to come true, aren’t they?

My (not so) Perfect Life

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Di era serba indah di sosial media zaman sekarang ini, sangat mudah untuk merasa rendah diri ketika melihat kehidupan orang lain yang terlihat sempurna. Saat sedang merasa tidak percaya diri, tentunya kita butuh pelarian atau sesuatu untuk mengingatkan kita akan hal yang lebih positif.

Buku ini, kebetulan, sangat cocok untuk menenangkan mereka (termasuk aku) yang terlalu sering membandingkan hidupnya dengan orang lain yang terlihat sempurna.

Seperti biasanya, Sophie Kinsella mempresentasikan buku ini dengan ringan, lucu, dan penuh pemahaman akan isu yang dialami audiensnya yang pada umumnya berkisar umur 20-30 tahun.

Sejak kalimat pertama dalam bukunya, pembaca akan diseret dalam cerita milik Sophie Kinsella. Kalimat pertama Kinsella dalam setiap novelnya selalu menjadi ciri khas yang mencolok, dan merupakan bagian yang paling saya sukai. Ia selalu menggambarkan situasi yang mendesak pada kalimat pertama novel-novelnya, membuat pembaca didorong rasa penasaran yang besar untuk menggali ceritanya. Sangat cerdas.

Cerita dalam buku ini adalah cerita sederhana, penuh humor, namun juga manis. Namun, lebih dari itu, Sophie Kinsella mampu menyampaikan suatu pesan penting yang berguna bagi para penggemarnya. Melalui cerita ini, ia mencoba menjawab dan memberikan nasihat bagi para perempuan di dunia.

 

Berikut sedikit sinopsisnya!

Katie Brenner terlihat memiliki hidup yang sempurna. Ia tinggal di apartemen di London, punya pekerjaan bergengsi, dan feed Instagram yang menarik dan berkelas.

Tapi kenyataannya, ia menyewa apartemen tanpa ruang untuk lemari baju, setiap hari menempuh jarak jauh dan berdesakan di kereta demi mencapai kantor di mana ia hanya mengerjakan pekerjaan administrasi sepele, dan foto-foto Instagram yang dia upload di Instagram bukanlah dari hidupnya. Tapi, suatu hari, mimpinya pasti akan menjadi nyata….kan?

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 – Pidi Baiq

Rating: 3.7 out of 5

“Jangan rindu. Ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja.”

Dilan (1)

Review in English:

Yeaaaayy it’s the last post of the year! Wow, I can’t believe I’ve been doing this for a year! Let’s hope next year will be even better! I hope you would have a good holiday too, and I’ve got a book that will be good for your vacation!

Who’s ready for some big slap of romanticism on your heart?  Hahaha

Well then you gotta read this book. This particular book is written by Pidi Baiq, and has been a big hit among the youngsters of Indonesia (so much it’s coming to theater very soon!), because it really is both funny and so so sweet. Incredibly nostalgic too, at least for me. The story sets background in Bandung city, in 1990. For a person that knows Bandung and been living there quite long, I have a beautiful rendezvous every time I read this.

Dilan is a story of a couple high schooler, from the perspective of Milea, the girl, she’ll tell you on how Dilan pursue her with such out-of-the-box acts and words. It is actually quite a simple story, common thing you would find anywhere. But the romance, the sweetness, it is something you may have forgotten long long ago. I also would recommend this book for any man who wants to learn what is a girl’s expectation of romantic, though I got to admit Dilan sets the bar quite high. Hahaha

Anyway, sorry though, I don’t think this book has been translated to English, so you got to read it in Indonesian.  Here’s a quick peep!

Milea has just moved to the city. She didn’t expect much from it. But it all changes when a motorcycle stops beside her one day, with a boy on it, saying some words that is both intriguing and weird. Then every time she meets him, he always has a new way to make her life exciting. His words and actions are funny and enticing.

“Milea, you are beautiful. But I am not in love with you yet. Maybe in the afternoon. Let’s see.”

Dilan (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Horeeee ini post terakhir untuk tahun ini! Wow, ga terasa udah setahun aja ya bikin resensi ini…semoga tahun depan bisa lebih baik dan lebih banyak lagi! Nah, karena sekarang sudah masuk musim liburan, selamat berlibuur! Untuk kalian yang sedang liburan, buku ini cocok nih dibawa dan dibaca mungkin dalam bis, kereta, pesawat…yang mana juga boleh! Oke, ini dia!

Apakah kamu sedang haus romantisme? Atau sedang butuh inspirasi cara menjadi romantis?

Mungkin kamu butuh buku ini. Buku ini ditulis oleh Pidi Baiq, dan dalam sekejap meraih popularitas yang luar biasa, sampai-sampai dibuat menjadi film yang akan diluncurkan tidak lama lagi! Cerita Dilan sangat manis dan lucu. Ceritanya juga mengandung unsur nostalgia, paling tidak buat saya, hehe. Latar dari cerita ini adalah Kota Bandung, di tahun 1990. Mau tidak mau, bagi orang-orang yang mengenal Bandung pastilah merasa begitu hanyut dalam ceritanya dan rindu kota ini.

Cerita dari buku Dilan sebenarnya cukup sederhana. ‘Hanya’ cerita tentang sepasang remaja yang saling jatuh cinta. Cerita ini dilihat dari sudut pandang Milea, dan bagaimana dia melihat Dilan dan segala kelucuannya dalam proses PDKT. Walaupun sederhana, ada nuansa tertentu yang membuat novel ini begitu menarik, mengingatkan kita akan keluguan dan manisnya cerita cinta semasa sekolah.  Saya pribadi merekomendasikan buku ini bagi para laki-laki yang ingin belajar tentang romantisme, walaupun standar Dilan sebenarnya cukup tinggi, hahaha.

Berikut sedikit cuplikannya!

Milea adalah anak pindahan baru, dan ia tidak berekspektasi apa-apa. Namun suatu hari dalam perjalanannya menuju sekolah, sebuah motor berhenti di sebelahnya, lalu seorang cowok yang mengendarainya mengucapkan sesuatu yang sangat aneh, namun membuat Milea penasaran. Setelahnya pun, Milea terus bertemu dengannya, dan selalu ada hal-hal yang dilakukannya yang membuat hidup Milea jadi menarik.

“Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

 

 

Madre – Dee

Rating: 4.0 out of 5

“Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban”

Madre (3)

Review in English:

Hi! Most of you may have known Dewi Lestari aka Dee as one of Indonesia famous author. If you remember or have read it, I actually reviewed one of her best work, which is Supernova. However, over the years, Dee actually has written several compilations of short stories, and Madre is one of them. Personally, compared to her novels, I always love her short stories book rather than the novel, it’s never been disappointing.

Madre consist of 13 short beautiful stories that I’m sure will touch your heart and makes you think about the meaning of human relations. But the first story is particularly captivating, as it is about..wait for it….Bread. Who knows a story about bread could be this good?? Well, only Dee that can portrays brilliantly the conversations in someone’s mind, describe such simple things to become so rich and vivid, complex things such as real behavior of real people and how imperfect people is. She balances the beauty and the pain between lovers, friends, even teacher and students. Personally, for me, the stories stir a lot of feeling in my heart. It is astonishingly well written, and the issues are commonly found yet at the same time very unique.

It expands your mind, as well as expanding your knowledge. Dee helps you to broaden your mind and perspective on many things, slowly, patiently, like a mother teaching her daughter.

Here’s the preview of one of the story!

“How does it feel if your history changes in a day?”

I am suddenly a quarter of Tionghoa, my grandma is apparently a baker, and she, with a grandpa I have never known, inherited a new family member I also have never heard of before: Madre.

Madre (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Dalam dunia sastra Indonesia, Siapa yang tidak kenal Dewi Lestari aka Dee? Kemarin dulu saya pernah membuat resensi tentang salah satu novel seri nya, yaitu Supernova. Namun sebenarnya selama ini, Dee sudah menulis beberapa kumpulan cerita pendeknya, dan Madre ini lah salah satunya! Untuk saya, cerita-cerita pendek Dee lebih menyentuh dibanding novel-novelnya. Cerita-ceritanya membuat saya banyak bertanya-tanya dan melakukan refleksi tentang hubungan saya dan manusia-manusia lain.

Madre terdiri dari 13 cerita dan puisi pendek, namun cerita pertamanya sangat unik dan menarik. Topik yang diangkatnya sangat sederhana dan janggal, namun ternyata amat menarik, yaitu roti. Siapa menyangka sepotong roti mampu membangun cerita yang begitu dalam dan detail? Begitulah Dee, mampu mendeskripsikan dan mengangkat topik begitu pintar sehingga selalu terasa bermakna. Dalam buku ini, Dee juga mengangkat banyak cerita tentang dinamika persahabatan dan percintaan. 2 hal yang seringkali hanya dibatasi benang yang tipis, dan entah di mana batas itu. Namun kisah yang begitu umum mampu Dee dalami dan olah sehingga terasa sangat kaya.

Dee mampu mengangkat suatu topik, memperluasnya, sekaligus menjabarkan dengan indah dan memperluas pemikiran dan pemahaman kita tentang suatu objek atau isu, dengan sabar dan perlahan, seperti Ibu bercerita pada anaknya.

Berikut cuplikan dari cerita pertama dalam Madre!

“Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari?

Darah saya mendadak seperempatTionghoa,

Nenek saya seorang penjual roti, dan dia,

Bersama kakek yang tidak saya kenal,

Mewariskan anggota keluarga baru yang tidak pernah saya tahu: Madre.”

 

 

Stories for Rainy Days – Naela Ali

Rating: 2.5 out of 5

“Well, love is funny. Life is funny.”

Stories for Rainy Days

Review in English:

I guaranteed any girl will get hooked once you see the cover of the book. Just as I do ahaha. The cover of this book (the hard cover one, just like the one I showed here) is very intriguing and sweet, just as the title of the book. Just by looking at both of it, it already guarantees you some melancholy. After I read it, I believe this book will very much suit teenage girls in junior or high school, as it mostly consists of love story, and incredibly good to practice your English haha

 This book is very easy to read and grasped, as the language is easy and common to be found, and the stories is light and sweet. Maybe for readers that are used to read heavier books, it will feel too cheesy and full of puppy love, but the compilation of words and illustrations are right on and match each other so well, it builds up the mellow aura perfectly. 

Here’s a preview:

 It was a rainy day,

 with a hot darjeeling tea, 

warm striped blanket and polka dot socks.

 One perfect moment to read stories for cats.

Stories for Rainy Days (1)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Impresi pertama saat melihat buku ini, saya yakin pembaca wanita pasti pada umumnya tertarik. Termasuk saya, hehe. Sampul buku ini (yang saya tunjukkan di gambar) sangat menarik dan manis, sama dengan judulnya yang unik dan seketika menjamin melankolia, romantisme. Menurut saya pribadi setelah membaca buku ini, saya rasa buku ini sangat cocok untuk remaja-remaja, terutama karena ceritanya yang berkisar tentang cinta remaja dan cocok untuk berlatih Bahasa Inggris.

Buku Naela Ali ini sangat mudah dibaca dan dicerna, bahasanya yang mudah dan sederhana membuat ceritanya terasa manis dan ringan bagi pembaca. Namun mungkin untuk pembaca yang terbiasa membaca buku-buku yang lebih rumit, buku ini bisa terasa terlalu enteng atau galau, namun gabungan dari kata-kata dan ilustrasi dalam buku ini sangat mengena dan cocok dalam membangun suasana sendu yang sempurna.

Berikut sedikit cuplikannya!

It was a rainy day,

 with a hot darjeeling tea, 

warm striped blanket and polka dot socks.

 One perfect moment to read stories for cats.

 

It Ends with Us – Colleen Hoover

Rating: 4.8 out of 5

“There is no such thing as bad people. We’re all just people who sometimes do bad thing.”

It Ends with Us

(picture taken from Goodreads) 

Reviewed by: Kirana Nadhila

Review in English:

At first I thought it was just a cheesy triangle love story, but boy was I wrong. This book delivers much more than I expected. Hoover wrote this book based on her own experience; of being a child whose father was abusive to her mother, making it relatable and not the slightest bit exaggerating. The book gives you a perspective of how it is not black and white, how it is not easy at all to leave when you are the victim of domestic violence. The book makes you understand, and better yet: the book makes you feel empowered. Yup, this book is capable to do just that.

Though the topic was heavy, it is written in such light  sentences and layered with an engaging love story. The added twists are just right when and where they are needed to keep the story interesting enough for you not to put the book down. From the beginning all the little details of the characters’ actions build up to the end of the book, how literally ‘it ends with us’. If you are looking for a bittersweet love story, this book will certainly fulfill it and beyond.

Here’s a preview!

Lily hasn’t always had it easy, but that’s never stopped her from working hard for the life she wants. She’s come a long way from the small town in Maine where she grew up – she graduated from college, moved to Boston, and started her own business. So when she feels a spark with a gorgeous neurosurgeon named Ryle Kincaid, everything in Lily’s life suddenly seems almost too good to be true.

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Awal saya membaca buku ini, saya pikir ini hanyalah cerita cinta segi tiga biasa, tapi saya  salah besar. Buku ini menceritakan jauh lebih banyak dari itu. Hoover menulis buku ini berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang anak yang menyaksikan KDRT ayahnya terhadap ibunya. Ia mengemasnya sehingga mudah untuk dipahami dan tanpa hiperbola sama sekali. Buku ini akan memberikan pembacanya tentang dunia yang tidak hanya hitam dan putih, bagaimana sulitnya keluar dari lingkaran KDRT. Buku ini tidak hanya membuat kita memahami perasaan tokoh-tokohnya, namun juga memberi kekuatan kepada pembacanya. Yap, buku ini mempunyai daya tarik luar biasa.

Meskipun topik yang diangkat dalam buku ini cukup berat, gaya penulisannya ditulis dalam Bahasa  yang ringan dan dibumbui cerita cinta yang memikat. Kejutan-kejutan tambahan diletakkan di momen-momen yang tepat, sehingga alur cerita tidak pernah membosankan. Dari permulaan cerita, semua detail tokoh-tokohnya dibangun untuk memberi penutup yang luar biasa, sehingga judul ‘It Ends with Us’menjadi sangat mengena. Jika kamu mencari cerita mengenai pahit manisnya cinta, buku ini jelas akan memenuhi ekspektasimu, dan bahkan lebih.

Berikut cuplikannya!

Lily hidup dengan berbagai tantangan, namun itu semua tidak pernah membuatnya berhenti berusaha menggapai cita-citanya. Ia datang dari kota kecil di Maine, di mana ia tumbuh, lulus kuliah, lalu pindah ke Boston dan memulai usaha miliknya sendiri. Saat ia bertemu dan jatuh cinta dengan seorang spesialis syaraf, Ryle Kincaid, hidupnya seakan terlalu indah untuk dipercaya.

Kenanga – Oka Rusmini

Rating: 2.7 out of 5

“Bukankah semua tokoh memegang peranan yang ada artinya bagi tokoh lain, sekalipun tokoh itu hampir tidak ada artinya.”

Kenanga (1)

Review in English:

Indonesia. What is the thing widely known by foreigners about Indonesia?

 Yup, Bali.

 Bali is a part of Indonesia with great preservation on its culture. Its unique tradition, mixed with its mesmerizing nature has been the things that make Bali stand out so much. However, it is very rare of us to have deep insight on how it feels to be a Balinese, even as Indonesian.

 Oka Rusmini has presented a brand-new perspective on how cultural values being brought to Balinese individuals’ life. The background of the story was crammed with traditional rules, ceremonies, daily traditions, and society classification. However, it is very easy to understand, and the story is light enough to be grasped. Most of the story is about romance and the cultural constrains regarding it.

Here’s a little peek!

 Kenanga is a Balinese woman, full of ambitions and dreams. She is smart and determined, but a stubborn girl. But her world turned upside down when he met Bhuana, a man so in love with her. Ironically, her sister, Kencana, sees Bhuana as her life purpose. Life goes on, but where would this twisted thread of destiny bring them?

Kenanga (2)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Bali atau Pulau Dewata adalah salah satu sumber pariwisata terbesar Indonesia. Namun, seberapa dalam kah kita tahu mengenai Bali? Hanya sekedar pantai-nya? Barong? Ubud? Makanan-makanannya yang terkenal enak dan pedas?

Kedalaman budaya Bali mengakar kuat pada setiap individu yang lahir di tanah tersebut. Nilai-nilai budaya yang diturunkan dan dijaga hari demi hari, tahun demi tahun. Kali ini, Oka Rusmini mencoba memberikan gambaran mengenai bagaimana nilai-nilai budaya Bali memengaruhi perilaku, tata bahasa, dan keputusan-keputusan hidup masyarakat Bali.

Cerita Kenanga berkisar seputar romantisme, namun dibalut dengan indah oleh budaya Bali yang tidak banyak orang awam paham, atau bahkan sekedar tahu. Latar belakang cerita begitu kaya dengan adat istiadat, tata krama, upacara adat, dan kebiasaan spiritual sehari-hari masyarakat Bali. Hal ini menambah kedalaman dalam romantisme cerita yang dibangun oleh Oka Rusmini.

Berikut sedikit cuplikannya!

Kenanga adalah seorang perempuan muda Bali yang penuh impian dan ambisi. Ia cerdas, ulet, tapi juga keras hati. Baginya hidup adalah karier. Namun, ambisi dan impian Kenanga rontok ketika mengenal Bhuana, lelaki yang amat mencintainya. Ironisnya, justru kepada Bhuana, adik Kenanga, Kencana, mengabdikan seluruh hidup dan cintanya. Roda hidup terus berjalan, namun ke mana kah benang takdir yang saling membelit ini akan membawa mereka?

 

Casual Vacancy – J. K. Rowling

Rating: 3.7 out of 5

“Things denied, things untold, things hidden and disguised.”

Casual Vacancy (1)

Review in English:

When this book first appeared on the bookshelf on any bookstore, I guarantee you’ll grab it because the author’s name. J. K Rowling has been so tied to Harry Potter, and this book is the break of those chains.

When I purchased this book, I expect another fantasy story, fit for children, and easy to comprehend. However, it turns out J.K. Rowling presents a whole new side of her in it. It’s real, mature, and it’s dark.

The story is very realistic, raising politic and social issues, directed for adult readers, and a bit gloomy. It takes place in a small town, and started with a death. The death of a member of the city council creates ripples to instability in people’s life, decisions being made, and finally leading up to unsurmountable chaos. Rowling also put a story of teenagers in it as a part of the story, and they play huge role in the dynamic of the neighborhood also. She describes such great picture of the desperation of teenagers in trying to get attention, trapped between children’s desire and adulthood. She uses sensitive issues such as drugs, rape, politic, and parenting to create dynamic in her story.

In my opinion, by reading this, you will be shown a whole new level of J.K. Rowling that is just as brilliant but with different depth and maturity. Most importantly, her unique characteristic still showed in Casual Vacancy, and the story still as powerful and able to stir your emotion deeply.

Casual Vacancy

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Waktu pertama aku melihat buku ini, hanya dengan melihat nama J.K. Rowling, ekspektasi yang terbentuk adalah cerita ini akan bertema fantasi, dan mungkin dengan kompleksitas yang tepat untuk dibaca baik anak-anak maupun dewasa. Namun, ternyata kebalikannya. Cerita ini dewasa, dalam, dan bernuansa gelap.

Buku ini berlatar di sebuah kota kecil di Inggris, menyorot kehidupan sekelompok orang yang hidupnya bersinggungan dan terpengaruh oleh kematian salah seorang anggota dewan kota. Setelah kematiannya, kejadian demi kejadian, keputusan demi keputusan menggoyang ketenangan hidup penduduk tersebut, termasuk para remaja yang ternyata menyimpan problematika masing-masing, terjebak antara naluri kanak-kanak mereka dan tuntutan orang dewasa di sekitarnya.

Walaupun berbeda genre dan topik, Rowling tetap menampilkan ciri khasnya dan memberi nuansa yang kuat dalam ceritanya, mengangkat isu-isu sensitif seperti narkoba, pemerkosaan, dan pendidikan keluarga. Ia berhasil menampilkan kharismanya dalam kemasan yang berbeda dan sangat patut dihargai.

 

Critical Eleven – Ika Natassa

Rating: 2.9 out of 5

“Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita.”

Critical Eleven (1)

Have you ever lost something so precious its damage is almost irreparable?

 Critical Eleven tells a story of a life that begins so perfect, a couple so in love, and they felt so ready to face everything bitter about the world, when it blows them a critical hit. Somehow, this problem did not bring them closer, but it tears them apart. Will a couple matures up, or whether they will simply drift apart and grieve in solitude?

 In this story, Ika Natassa delivered a story with a lot of flash backs, creating an illusion of wonderment for her readers. Comparing the life of characters before and after the incident occurred. The one downside of the story is such little correlation between the title and the whole story in general. However, other than that, this is a nice, sweet, story that will help you relax and understand the real obstacles people face even with love supporting them. Here is the preview:

 Anya and Ale was happy. More than happy, they were in love. Ale was a gift for Anya, a perfect man that she trusts would always protect her. However, when such a blow hit them hard, Anya and Ale don’t know how to be together anymore. Everything is change. Communications depleted, almost to vanish. What should they do?

 Critical Eleven (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Seberapa besar duka dapat melukai hidup seseorang? Atau bahkan dua orang?

Critical Eleven, novel Ika Natassa yang terlaris, menceritakan tentang sepasang kekasih, yang kemudian menjadi suami-istri, nyaris sempurna. Saling mencintai, saling melengkapi, dan begitu yakin untuk memulai hidup mereka bersama dengan kebahagiaan. Tapi, hidup tidak pernah selalu bahagia. Dan ketika akhirnya mereka menghadapi suatu ujian berat dari takdir, bisakah mereka mempertahankan kebersamaan mereka?

Dalam bukunya, ciri khas Ika Natassa tetap menonjol, yaitu dengan alur cerita yang bolak-balik dan  mengangkat tema cinta dan masalah-masalah yang timbul di sekitarnya. Kekurangan dari buku ini adalah korelasi yang minim antara judul buku, Critical Eleven, dan konten cerita. Walaupun begitu, buku ini tetap manis dan menyenangkan untuk dibaca, menyajikan pahit dan manisnya suatu pernikahan. Berikut cuplikannya!

Kisah Anya dan Ale dimulai dengan begitu romantis, seakan keduanya sempurna untuk satu sama lain dan mustahil untuk saling menyakiti. Namun, saat tiba-tiba suatu ujian menempa mereka berdua sebagai pasangan, Ale dan Anya tidak tahu bagaimana agar tetap saling menyokong, melainkan saling menjauh dan menutup diri. Mereka berhenti berkomunikasi. Apa yang akan terjadi?