My (Not So) Perfect Life – Sophie Kinsella

Rating: 3.4 out of 5

Whoever started the rumor that life has to be perfect is a very wicked person, if you ask me

My (not so) Perfect Life (2)

Review in English:

There are times when I feel so insecure about my life state, or my self-esteem dropped, thanks to comparing myself with those perfect, high-achievements people. And I am sure you have those moments too.

 On one of these moments, I grabbed My (Not So) Perfect Life by Sophie Kinsella book straight from the shelf and binge-read it. It is SO what I need.

This book is light, hilarious, and relatable to any girl out there with millions of insecurities that we carry throughout our days. Especially for the ones on their 20s-30s, still trudging through their search of life-purposes.

From the very first sentence of the book, Sophie Kinsella’s signature pops up from it.  She hooked the readers enchantingly from the very first look. That kind of panic ambience that she pictured from it makes you unable to tear out your gaze from this book. It has always been my favourite part of her books, her first sentence.

It is indeed a simple story, funny, sweet, but more than what lies there, the message Sophie Kinsella trying to convey is being delivered beautifully. She answered to youth’s issues that are widely spreading in the world, and re-package it in a captivating story.

 

Here’s a preview!

Katie Brenner has the perfect life: a flat in London, a glamorous job, and a super-cool Instagram feed.

OK, so the truth is that she rents a tiny room with no space for a wardrobe, has a hideous commute to a lowly admin job, and the life she shares on Instagram isn’t really hers. But one day her dreams are bound to come true, aren’t they?

My (not so) Perfect Life

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Di era serba indah di sosial media zaman sekarang ini, sangat mudah untuk merasa rendah diri ketika melihat kehidupan orang lain yang terlihat sempurna. Saat sedang merasa tidak percaya diri, tentunya kita butuh pelarian atau sesuatu untuk mengingatkan kita akan hal yang lebih positif.

Buku ini, kebetulan, sangat cocok untuk menenangkan mereka (termasuk aku) yang terlalu sering membandingkan hidupnya dengan orang lain yang terlihat sempurna.

Seperti biasanya, Sophie Kinsella mempresentasikan buku ini dengan ringan, lucu, dan penuh pemahaman akan isu yang dialami audiensnya yang pada umumnya berkisar umur 20-30 tahun.

Sejak kalimat pertama dalam bukunya, pembaca akan diseret dalam cerita milik Sophie Kinsella. Kalimat pertama Kinsella dalam setiap novelnya selalu menjadi ciri khas yang mencolok, dan merupakan bagian yang paling saya sukai. Ia selalu menggambarkan situasi yang mendesak pada kalimat pertama novel-novelnya, membuat pembaca didorong rasa penasaran yang besar untuk menggali ceritanya. Sangat cerdas.

Cerita dalam buku ini adalah cerita sederhana, penuh humor, namun juga manis. Namun, lebih dari itu, Sophie Kinsella mampu menyampaikan suatu pesan penting yang berguna bagi para penggemarnya. Melalui cerita ini, ia mencoba menjawab dan memberikan nasihat bagi para perempuan di dunia.

 

Berikut sedikit sinopsisnya!

Katie Brenner terlihat memiliki hidup yang sempurna. Ia tinggal di apartemen di London, punya pekerjaan bergengsi, dan feed Instagram yang menarik dan berkelas.

Tapi kenyataannya, ia menyewa apartemen tanpa ruang untuk lemari baju, setiap hari menempuh jarak jauh dan berdesakan di kereta demi mencapai kantor di mana ia hanya mengerjakan pekerjaan administrasi sepele, dan foto-foto Instagram yang dia upload di Instagram bukanlah dari hidupnya. Tapi, suatu hari, mimpinya pasti akan menjadi nyata….kan?

Advertisements

Critical Eleven – Ika Natassa

Rating: 2.9 out of 5

“Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita.”

Critical Eleven (1)

Have you ever lost something so precious its damage is almost irreparable?

 Critical Eleven tells a story of a life that begins so perfect, a couple so in love, and they felt so ready to face everything bitter about the world, when it blows them a critical hit. Somehow, this problem did not bring them closer, but it tears them apart. Will a couple matures up, or whether they will simply drift apart and grieve in solitude?

 In this story, Ika Natassa delivered a story with a lot of flash backs, creating an illusion of wonderment for her readers. Comparing the life of characters before and after the incident occurred. The one downside of the story is such little correlation between the title and the whole story in general. However, other than that, this is a nice, sweet, story that will help you relax and understand the real obstacles people face even with love supporting them. Here is the preview:

 Anya and Ale was happy. More than happy, they were in love. Ale was a gift for Anya, a perfect man that she trusts would always protect her. However, when such a blow hit them hard, Anya and Ale don’t know how to be together anymore. Everything is change. Communications depleted, almost to vanish. What should they do?

 Critical Eleven (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Seberapa besar duka dapat melukai hidup seseorang? Atau bahkan dua orang?

Critical Eleven, novel Ika Natassa yang terlaris, menceritakan tentang sepasang kekasih, yang kemudian menjadi suami-istri, nyaris sempurna. Saling mencintai, saling melengkapi, dan begitu yakin untuk memulai hidup mereka bersama dengan kebahagiaan. Tapi, hidup tidak pernah selalu bahagia. Dan ketika akhirnya mereka menghadapi suatu ujian berat dari takdir, bisakah mereka mempertahankan kebersamaan mereka?

Dalam bukunya, ciri khas Ika Natassa tetap menonjol, yaitu dengan alur cerita yang bolak-balik dan  mengangkat tema cinta dan masalah-masalah yang timbul di sekitarnya. Kekurangan dari buku ini adalah korelasi yang minim antara judul buku, Critical Eleven, dan konten cerita. Walaupun begitu, buku ini tetap manis dan menyenangkan untuk dibaca, menyajikan pahit dan manisnya suatu pernikahan. Berikut cuplikannya!

Kisah Anya dan Ale dimulai dengan begitu romantis, seakan keduanya sempurna untuk satu sama lain dan mustahil untuk saling menyakiti. Namun, saat tiba-tiba suatu ujian menempa mereka berdua sebagai pasangan, Ale dan Anya tidak tahu bagaimana agar tetap saling menyokong, melainkan saling menjauh dan menutup diri. Mereka berhenti berkomunikasi. Apa yang akan terjadi?

I Heart New York – Lindsey Kelk

Rating: 3.1 out of 5

“When you didn’t feel like your support system was strong enough, then getting yourself out of the situation was the best thing to do”

I Heart New York

Review in English:

Have you ever had a dream to leave everything behind and start a new life somewhere far? Well, then you are just like me! Haha!

Personally, this book is truly relatable to me, and I bet to all of you, who crave or had done a dramatic change in your life. This character, Angela, is us, the confused, hurt version of us, desperate to leave her old life, due to unsupportive supporting system (ironic, huh?). You name it, family, friends, boyfriends. Angela has lost faith on them.

This is an easy novel. Something you will need to have and read when you are too tired of complicated stories. Something to accompany your nights when you came home after work, or something you just need to remember how to be young, bold, and naïve. I recommend you this book, because everybody needs a guilty pleasure book, but still with some depth in it. Even though the story mostly feel dreamy, later on throughout the plot it gets more and more realistic and not that cheesy. So, YOU need this. A too-good-to-be-true story about life, adventure, and love, but remain intact with what reality is all about. It’s fun, and definitely will put a smile on you, and maybe light up the dream in your heart.

Here is a lil preview:

Angela’s world was shattered when she caught her fiancé with another woman, and what’s worst was, it was not a fling. She just could not bear to stay in the same city, or country. She decided to fly to New York, with zero plan. But the weird thing is, she turns out to be living everyone else’s dream in NYC!

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Kalau kamu bisa meninggalkan rumah dan kotamu, ke mana kamu ingin pergi?

Pernahkah kamu berharap memulai hidup yang baru di suatu kota asing? Mungkin buku ini bisa membawamu bermimpi sejauh New York.

Bagiku, buku ini mampu memberikan keberanian dalam ceritanya, mengingatkan bahwa perubahan mungkin membawa nasib yang jauh lebih baik dibanding diam di tempat. Angela mewakili setiap pembaca yang mengidamkan perubahan dalam hidupnya yang lama dan memulai yang baru. Karena terkadang, orang-orang yang seharusnya mendukungmu tidak melakukan perannya.

Novel ini tergolong ringan dan menyenangkan. Cocok dibaca di saat sedang suntuk atau mumet dan membutuhkan hiburan. Buku ini memberi asupan untuk sisi dalam diri kita yang haus petualangan, pemimpi, dan romantis. Walaupun begitu, seiring berjalannya alur cerita, sisi-sisi realistis semakin terasa kuat ditampilkan oleh Lindsay Kelk. Saya harap, buku ini bisa memantulkan senyum melalui ceritanya padamu!

Berikut cuplikannya:

Dunia yang Angela tahu runtuh saat ia memergoki tunangannya sedang bersama wanita lain di pesta pernikahan sahabatnya. Angela tidak mau dan tidak bisa pulang ke rumahnya, yang mana ia tinggali bersama tunangannya. Dengan yakin dan sepenuh hati, Angela memutuskan terbang ke New York, menyongsong petualangan baru tanpa rencana sama sekali. Tapi nyatanya, di New York, ia menjalani hidup impian semua orang!

Antologi Rasa – Ika Natassa

Rating: 4.0 out of 5

“Isn’t there a period in your life where you feel that every song written in the universe is about you?”

antologi-rasa-1

Review in English:

Hi! So today I want to talk to you about a more easy novel, in the genre of romantic.

This is an Indonesian novel, and if you’re looking for the ones in English, try to look for Anthology of Feelings. Ika Natassa is one of my favourite authors in this genre, since she is always brilliantly describe the feelings and relating it to daily life in a smooth way.

Anyhow, Anthology of Feelings is a cute novel, consisting of more than one main character, and focusing on their feelings, based on each point of view. So it’s really fascinating, to see the interaction of each character while knowing all the things going on inside their head.

This book is a very good book to help you relax after a busy day at work, or maybe after finishing exams. A kind of book that is suitable to be bring along while you are in a coffee shop or during flight. It’s easy to read and sweet. Anyhow, here’s a little preview:

Keara, Harris, Ruly, and Denise. Four friends that have been together for so long. But does each of them know what’s the other thinking? What’s the other keep secret from them?

Keara: “I want you so bad I’ll go back on the things I believe”

Harris: “If you make a girl laugh, she likes you. But if you make her cry, she loves you. Tonight, I just want to be the man that makes you stop crying”

Ruly: “What I didn’t tell her is the warmth in my chest when the nurse woke me up this morning, telling me my wife is awake. I have zero intention of correcting her.”

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Kali ini, yuk kita bahas buku yang ringan dan cocok buat refreshing otak!

Siapa yang nggak kenal Ika Natassa? Novelis Indonesia untuk genre chick-flick yang lagi hip banget belakangan ini? Novel-novel nya selalu bisa memadukan deskripsi rasa dan situasi dengan sangat brilian.

Antologi Rasa adalah novel yang sangat menyegarkan, bercerita tentang perasaan dari tokoh-tokoh utamanya, langsung dari sudut pandang masing-masing. Novel ini sangat menarik, interaktif, dan lucu, melihat masing-masing tokoh yang memiliki pola pikir berbeda, namun sangat sesuai dengan karakter masing-masing.

Buku ini cocok untuk dibaca di waktu-waktu santai, sepulang kerja, atau seusai ujian di kampus, atau saat nongkrong di coffee shop. Buku yang ringan, romantis, dan mengundang senyum. Okee…ini sedikit sinopsisnya:

Empat bersahabat: Keara, Harris, Ruly, dan Denise, sudah saling mengenal sejak lama. Namun apakah masing-masing tahu dan mengerti perasaan yang lain? Adakah mereka menyadari rahasia yang disimpan oleh masing-masingnya?

Keara: “Harus ada cara melupakan fakta bahwa dia adalah satu-satunya laki-laki yang kuinginkan yang tidak bisa kutaklukkan.”

Harris: “…lagu-lagu cinta Celine Dion dan Mariah Carey yang mengiringi ratapan gue. The fucking soundtrack of my pathetic life. Pengiring tawa para malaikat karena seorang PK seperti gue akhirnya merasakan juga perihnya disakiti perempuan.”

Ruly: “…elo terlalu baik buat dia. Elo juga terlalu baik buat gue, tapi gue akan berusaha membuat elo mengerti apa rasanya dicintai sepenuh hati. But I’m much too coward anyway. Orang yang menyayangi elo ini, adalah laki-laki paling pengecut sedunia.”