Babad Batu – Sapardi Djoko Damono

Rating: 3.7 out of 5

“Hanya comberan.

Bekas hujan.

Hanya suara sopir taksi yang tak bosan-bosannya bertanya rumah ibadah itu persisnya ada di mana.”

Babad Batu (4)

Review in English:

To be honest, I don’t know how to review a poetry book. But all I could say, this book is a game changer.

As we always expect from Sapardi Djoko Damono.

Sapardi Djoko Damono presented his poetry not in common order as common poets usually are, the words itself describe and tells a story without really telling it like a novel. It took slices of life scenes, and poured it into words, beautifully combined and portrays a vivid picture of the scenes in our imaginations.

Babad Batu consist of many poets, both long ones and short ones, but all with the same characteristic. Indeed, maybe the poets is not as sweet as the cover, nor is it easy to grasp, but personally, I really like how Sapardi stands out and elegantly composed all the words to rhyme in unique places, with specific way of reading.

Babad Batu touches many aspects of your life. Religious, romance, relationship, or simply the details of life itself. I believe, the beauty of a poet is everyone has their own interpretation of it, and how they relate is also different from one to another.

So, just read, and unravels it.

Babad Batu (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Sejujurnya, saya tidak tahu cara memberi resensi untuk sebuah buku puisi. Tapi, buku ini tetaplah buku yang menurut saya wajib untuk dibaca, karena ciri khasnya yang sungguh mencolok dalam dunia sastra.

Seperti apa yang selalu kita perkirakan dari seorang Sapardi Djoko Damono.

Sapardi Djoko Damono selalu memiliki keunikan tersendiri dalam menuliskan puisinya, di mana sama sekali tidak mengikuti aturan umum puisi Indonesia. Kata-katanya mendeskripsikan suatu cerita tanpa perlu penjelasan yang kronologis. Dalam Babad Batu, puisi-puisi yang dituliskan Sapardi mungkin tidak sesuai dengan nuansa ‘manis’ yang ditampilkan oleh covernya dan tidak mudah untuk dicerna maknanya, namun menurut saya pribadi, puisi-puisi dalam Babad Batu sangat menonjol, eksentrik, dan elegan dalam penyusunan kata dan rima, sehingga cara membaca puisi pun terasa spesifik namun sekaligus bebas.

Buku ini dapat menyentuh banyak aspek dalam hidup kita, baik itu spiritual, romantisme, hubungan antar manusia, atau detil-detil kecil dari hidup itu sendiri. Menurut saya, keindahan dari puisi adalah bagaimana semua orang memiliki interpretasi yang berbeda-beda, dan betapa variatif cara kita terhubung dengan puisi-puisi itu.

Oleh karena itu, mari kita menjelajah dunia puisi.

 

 

Advertisements