Outliers – Malcolm Gladwell

Rating: 3.2 out of 5

Who we are cannot be separated from where we’re from”

Outliers (3)

Review in English:

Have you ever heard of the 10,000 hours theory?

Well here it is, Malcolm Gladwell, the author of Outliers is the one that came up with it! This book gives a more elaborate explanation on what seems to be the reasons behind most successful people and/or enterprises in the world.

It is a common knowledge that most of the successful people in the world are outliers. They found ideas that no one can, they work harder than anyone, they do someone else don’t. But are they, really? What distinct them of the others? Why there are 2 genius in this world, one goes nowhere and the other is the owner of multinational company? What is the reason?

This book will help you to discover a new perspective of these outliers. There are a lot of surprising facts behind it, stories that often got overlooked by people. However, I do feel some parts are keep being repeated and the stories are more related to those who have good understanding on Western’s history. However, the author also included and had a good peripheral perspective on Asian’s culture.

Nevertheless, once I read this book, I come to a new realization on what success really is, and what are the things that made the outliers, outliers. It is not without reason, surely. This book will help you to get a clear view on life’s backstage, and maybe, it will also help you to find your own stage. Have a good read!


Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Pernah dengar tentang aturan 10,000 jam?

Malcolm Gladwell, pengarang buku Outliers, adalah orang yang memopulerkan teori 10,000 jam ini! Dalam bukunya, ia memaparkan penjelasan yang rinci tentang alasan di balik kesuksesan orang-orang paling terpandang di dunia.

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa orang-orang paling sukses di dunia adalah orang-orang unik yang bersinar di bidangnya. Mereka mempunyai ide yang berbeda dari yang lain, bekerja lebih keras dari orang lain, intinya, mereka melakukan hal-hal yang tidak dilakukan orang lain. Tapi, apa iya? Apa sih yang membuat mereka begitu berbeda? Lalu, kalau benar berbeda, mengapa ada 2 orang jenius dengan nasib yang begitu berbeda pula? Apa alasan dari hal-hal ini?

Buku ini memberikan perspektif baru mengenai orang-orang sukses. Ada banyak fakta-fakta menarik, cerita-cerita yang diabaikan, dan alasan lain dari suksesnya seseorang. Tapi, saya pribadi merasa banyak bagian dari buku ini yang diulang-ulang, dan buku ini akan lebih mudah dibaca bila Anda punya pemahaman yang baik tentang sejarah Barat. Namun, pengarang juga sebenarnya mempunyai pandangan yang cukup komprehensif mengenai budaya Asia, yang mana ia masukkan dalam bukunya.

Bagaimana pun juga, buku ini memberi aku pandangan baru tentang kesuksesan. Definisi dan faktor-faktor pendukungnya. Apa yang membuat seseorang yang berbeda menjadi unik. Tentunya semua itu bukan tanpa alasan. Kalau diibaratkan panggung, buku ini memberi akses pada-mu untuk melihat hal-hal yang terjadi di belakang panggung, dan mungkin bisa membantumu untuk menemukan panggungmu sendiri. Jadi, selamat membaca!

#Girlboss – Sophia Amoruso

Rating: 3.8 out of 5

“When you accept yourself, it’s surprising how much other people accept you, too.”

Girlboss (1)

Review in English:

Lately, women empowerment has been a raising issue all over the world. Just like Lean In, this book, Girlboss, is one of the book that has become a manifestation of feminist. Thus, I think it’s important to try to read it.

As I read it, at first, I got the picture that this book fits more to business women, or entrepreneurs, especially the ones in fashion industry and/or online business. However, the more I read it, the more I felt its words expand to even more than just business and career. It is about how to stay strong and strive in your life. Some would argue that this book may be too harsh, but that could be a good thing. It’s not giving you sweet words nor promises, it gives you exactly what you need, the exact reality. Push forward, take control of your own life.

The best thing is, Sophia Amaruso has experienced being at the bottom of life, being a nothing, even a criminal. Even though her case couldn’t be applied to everyone’s life, her struggle is a great example of what you could achieve if you hoist yourself up!

Here’s a preview:

Sophia Amoruso spent her teens hitchhiking, committing petty theft, and scrounging in dumpsters for leftover bagels. By age twenty-two she had dropped out of school, and was broke, directionless, and checking IDs in the lobby of an art school – a job she’d taken for the health insurance. It was in that lobby that Sophia decided to start selling vintage clothes on eBay. Flash forward ten years to today, and she’s the founder and executive chairman of Nasty Gal, a $250-million-plus fashion retailer with more than four hundred employees. Sophia was never a typical CEO, or a typical anything, and she’s written “#GIRLBOSS” for other girls like her: outsiders (and insiders) seeking a unique path to success, even when that path is windy as all hell and lined with naysayers.

Girlboss (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Seiring dengan semakin seringnya isu emansipasi dan persamaan derajat perempuan dan laki-laki diangkat, saya menemukan buku ini. Mirip dengan Lean In, buku #Girlboss ini adalah salah satu buku dengan tujuan mendukung para wanita. Dan buku ini sangat menarik.

Saat saya membaca buku ini, awalnya saya hanya mendapat gambaran bisnis seorang pengusaha perempuan, terutama yang bergerak di bidang busana dan online business. Namun, semakin diteruskan, isi dari buku ini semakin dalam dan menyentuh aspek-aspek lain dalam hidup di luar karir dan penghasilan. Ini tentang bagaimana untuk tetap berdiri tegak dan kuat dalam menjalani hidup sebagai perempuan. Mungkin beberapa orang merasa buku ini agak keras dan ‘cablak’, tapi menurut saya, sisi baiknya adalah buku ini tidak menjanjikan omong kosong, menyajikan realita, baik itu menyakitkan maupun menenangkan. Pembaca diingatkan kembali, untuk memegang kendali dalam hidupnya dan melibas rintangan dalam hidup.

Salah satu poin menakjubkan dari buku ini adalah Sophia Amoruso yang telah menjalani hidupnya berada di titik terendah. Menjadi seseorang yang tidak berguna, bahkan seorang kriminal, dan bangkit membangun sesuatu yang besar. Memang, cerita dan langkah-langkah yang ia lakukan tidak bisa dijiplak langsung pada hidup semua orang, namun kisahnya merupakan contoh yang menginspirasi bahwa perempuan pun bisa mencapai mimpi dan menjadi pemimpin.

Berikut sedikit cuplikannya!

Sophia Amoruso menghabiskan masa remajanya dengan menumpang mobil orang, mencuri, dan mengais-ngais sampah mencari sisa bagel. Pada umur 22 tahun ia DO dari sekolah, bangkrut, hilang arah, dan menjadi penjaga di suatu sekolah seni, pekerjaan yang hanya ia ambil demi mendapat asuransi kesehatan. Namun di lobby sekolah itu lah Sophia memutuskan untuk menjual baju-baju vintage di E-bay. Sepuluh tahun kemudian, hari ini, ia adalah pendiri sekaligus Direktur Utama dari Nasty Gal, sebuah perusahaan retail fashion bernilai 250 juta dolar lebih dengan lebih dari 400 pegawai. Sophia bukanlah tipikal direktur pada umumnya, atau bahkan tipikal orang pada umumnya, dan ia menulis buku #Girlboss ini untuk perempuan-perempuan lain sepertinya: seseorang yang mencari jalan menuju kesuksesan, walaupun jalan itu kemudian berbatu, menyakitkan, dan dipenuhi orang-orang yang menolak mereka.

Focus – Daniel Goleman

Rating: 4.0 out of 5

“Directing attention toward where it needs to go is the primal task of leadership.”

Focus (2)

Review in English:

Helloo! It’s good to be back from vacation! Sorry I’ve been quiet for some time, but now, just as vacation functioned to refresh our mind and boost our productivity when we’re back, I’ll review a book that will boost your performance at work!

It’s a moment of truth. It’s time to rediscover your own capability.

Daniel Goleman has been famous for his work on Emotional Intelligence book and one of the firsts to tell you about your mind and how to enhance it. If I could describe this book in one word, I’ll say, INSIGHTFUL. In this book, Focus, Daniel Goleman explains to you about your brain, things you haven’t really noticed, and what it tells you. Furthermore, he suggested a way for you to increase your capability in controlling it.

Focus talks about our awareness of ourselves, what does it mean, and how it will impact others, scientifically. Lots of story and data are compounded in this one book, definitely a must read if you are a kind of person who strive for your personal improvements. Moreover, it is very applicable at work and could definitely affect our career. Here’s a lil preview:

Attention works much like a muscle: use it poorly and it can wither; work it well and it grows. In era of distractions, we must learn to sharpen focus if we are thrive in a complex world. Daniel Goleman analyzes attention research in three categories: inner, other, and outer. High-achievers need all three, as demonstrated by rich case studies from fields like sports, education, the arts, and business.

Focus (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Halooo! Akhirnya balik juga dari libur panjang! Maaf sekali yaa belakangan ini hilang dari peredaran, tapi sekarang, ayo kita balik lagi dengan pikiran yang lebih segar! Dan untuk itu, aku akan menulis resensi untuk buku ini yang dijamin bisa membantu meningkatkan produktivitas kamuu!

Nah, coba jawab ini denngan jujur. Seberapa baik kamu mengendalikan dirimu?

Buku kali ini, yang ditulis Daniel Goleman, pengarang dari buku bestseller Emotional Intelligence, adalah buku yang membuka mata pembacanya tentang kekuatan ‘atensi’ atau perhatian, dan fokus.  Dalam buku ini, Daniel Goleman menjelaskan tentang bagaimana mekanisme otak manusia dalam interaksi sehari-hari, dalam menaruh perhatian terhadap aktivitas, dan bagaimana cara mengontrolnya lebih baik.

Focus membicarakan tentang tingkat kesadaran manusia terhadap dirinya sendiri dan sekitarnya, bagaimana hal ini memengaruhi performa dirinya dan orang lain, dijabarkan dengan fakta-fakta dan contoh-contoh kasus dari berbagai sektor. Semua terangkum dalam buku ini, dengan bahasan yang menarik dan bisa dipraktikkan bagi yang ingin meningkat kemampuan diri.  Tambahan lagi, ilmu-ilmu yang dijabarkan di buku Focus ini sangat cocok untuk diaplikasikan di dunia kerja, baik sektor Pendidikan, olahraga, seni, maupun bisnis.

Tuesdays With Morrie – Mitch Albom

Rating: 4.9 out of 5

“To learn how to die is to learn how to live”

Tuesdays with Morrie (1)

Review in English:

Before we start, try to remember someone you respect the most. It could be your teacher, professor, parents, monks, pastor, ulama, or somebody else. Now, imagine one day they popped up at your television, announcing their closing death.  

 This is the last lesson they want you to learn.

A lesson about how to live, by reflecting on death.  Delivered by Mitch Albom’s beloved professor, this book contains answer on each of your questions on life. Life is full of things to think about, items to pursue, goals to achieve, and people to meet. This legacy will help you in determining which ones are important, and which ones are merely distractions in life. Coming from a wise man, whom had bitten the sweet part and been the bitter side of the long drama we called life. I could swear to you that you would not waste your time by reading this, nor will you get nothing out of this. Indubitably.

 Here’s the preview!

 Morrie Schwartz, the college professor, was the person who understood Mitch Albom when he was young and impassioned, helped him to see the world as a more profound place, and gave him sound advice to guide his way through it. Perhaps, like Mitch, you lost track of this mentor as the years passed, the insights faded, and the world seemed colder. Wouldn’t you like to see that person again, to ask the bigger questions that still haunt you, and receive wisdom for your busy life the way you once did when you were younger?

 Tuesdays with Morrie (3)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Berhentilah sesaat, dan cobalah mengingat. Siapakah seseorang yang kamu hormati dengan sangat? Mungkin guru, dosen, orang tua, biksu, pendeta, atau ulama? Kemudian, bayangkanlah suatu hari mereka tampil di televisi di rumahmu, mengumumkan bahwa kematiannya sudah dekat.

Ini adalah pelajaran terakhir dari Beliau.

Sebuah pelajaran, tentang bagaimana cara menjalani hidup, dengan berefleksi pada kematian. Disampaikan oleh seorang dosen yang pernah mengajar Mitch Albom di masa mudanya, buku ini memiliki jawaban dari banyak pertanyaan mengenai hidup yang seringkali menghantui kita. Memang, hidup ini penuh dengan hal yang harus dipikirkan, benda-benda pokok yang harus dibeli, cita-cita untuk dikejar, dan orang-orang yang harus ditemui. Buku ini adalah sebuah warisan yang akan membantumu menentukan manakah hal-hal yang penting, dan manakah hal-hal yang berperan sebagai distraksi dalam hidup. Dirangkum dalam ‘kelas’ singkat oleh Professor Morrie, yang telah menjalani manis dan pahitnya perjalanan panjang hidup.

Berikut sinopsisnya!

Morrie Schwartz adalah seorang dosen yang paling memahami Mitch Albom saat ia masih muda, seorang mahasiswa yang tidak sabaran. Profesor Morrie membantunya melihat dunia dari sisi yang berbeda, memberi nasihat-nasihat bijak untuknya menjalani hidup. Mungkin kalian, para pembaca, sama seperti Mitch, yang kemudian kehilangan kontak dengan mentor seiring berjalannya waktu, semakin banyaknya kesibukan, dan semakin kerasnya hidup. Maukah kamu menemui mentormu lagi untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan hidup yang masih menghantuimu, dan menerima secercah kebijaksanaan, seperti semasa muda dulu, untuk menjalani hidupmu?


It’s Your World – Chelsea Clinton

Rating: 3.4 out of 5

“YOU can make a difference. YOU can make a change.

Processed with VSCO

Review in English:

Shout out to all teenagers!

Yes, this time, the book definitely suits you, teens. Personally, I regret not reading this book way earlier when I am still in junior or high school. It is a very eye-opening book, with a lot of crucial information that I guarantee would help you to get a better understanding on the world revolving around you!

Chelsea Clinton, as we probably can guess by her name, is the daughter of former United States President Bill and Hillary Clinton. She is an exceptional example of a person born with silver spoon, yet makes the most of it and spread her knowledge worldwide. The book she wrote is very comprehensive, covering various sectors on issues around the world, issues we are all struggling with, including water resources, poverty, gender equality, climate change, and so many more. Most importantly, it gives detail information (down to organization names, websites you can immediately join) on how to give your direct contribution to the world!

It’s Your World filled with pictures, graphs, tables, data, and all kinds of facts, described in casual and simple way, I can assure you, you will understand it easily! This is exactly the kind of book youth should read. So please look for this book and read it, broaden your view,  spread your hands further in helping people!

It's Your World (2)

Resensi dalam Bahasa:

Selamat soree untuk remaja Indonesiaa!

Yep, kali ini khusus menyapa kalian, adalah buku yang sangat cocok untuk anak-anak dan remaja yang ingin tahu tentang dunia!

Saya sendiri menyesaal sekali tidak membaca buku ini saat saya masih SMP atau SMA, karena buku ini berguna sekali untuk anak-anak sekolah, terutama yang aktif dalam organisasi, atau bahkan yang tidak aktif sekali pun!

Buku ini ditulis oleh Chelsea Clinton, putri dari mantan Presiden Bill Clinton dan istrinya, Hillary. Chelsea Clinton memang lahir dengan lingkungan yang mapan, namun dengan semua keistimewaan hidup yang dia dapatkan, ia memanfaatkannya dengan sangat baik dengan membantu, dan menyebarkan pengetahuannya melalui buku ini! Chelsea memberikan banyak inspirasi dalam bukunya mengenai bagaimana kita bisa menolong orang lain atau berkontribusi aktif dalam isu-isu global, dan ternyata sangat mungkin loh untuk remaja!

Buku It’s Your World disampaikan dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti untuk anak-anak, lengkap dengan gambar dan data-data yang detail dan komprehensif, sehingga orang dewasa bisa menjelaskan pada anak-anaknya dengan lebih baik pula bila dibaca berdampingan. Menurut saya pribadi, buku ini salah satu buku wajib baca untuk anak muda zaman sekarang! Karya Chelsea Clinton ini dijamin akan memperluas pengetahuan anak-anak, dan memotivasi mereka untuk berbuat baik terhadap sesama serta sekaligus memberikan informasi detail (nama organisasi dan komunitas, alamat situs untuk bergabung) mengenai cara menyalurkan keinginan membantu kita, dengan inspiratif!

Lean In – Sheryl Sandberg

Rating: 4.5 out of 5

In the future, there will be no female leaders. There will just be leaders.”

Processed with VSCO

Review in English:

Happy International Women’s Day!

Well, in related to the event, I would like to review an essential book to read for any woman across the world! This book is definitely a manifestation of feminism.

Anyway, Lean In is the first biography book I would review here, and it will help you to get a clear picture on what women are aiming for in gender equality. Sheryl Sandberg, the author, is the Chief Operating Officer of Facebook, and she gave an excellent portrayal of how women can lead in the workplace, and how should we achieve it.

Lean In is suitable for both men and women, as you will getting insightful stories on what women has experienced in the office, what are the upsides and downsides, how to solve the problems that we face. Sheryl Sandberg gives comprehensive tips on how to deal with your boss, juggling work and family at home, having children, and how to strive in your career.

I personally think this is a crucial book to read, both for men and women, because gender equality could not be achieved through only one gender participating. Beside, as we move into a more modern world, the needs to understand issues that are buzzing around the world is getting more and more vital.

So, I encourage you to expand your views by reading this, understand women better, and boost your career by acknowledging what to do in the work place! Oh, right. Besides writing this book, Sheryl Sandberg also established a woman organization, and you can find further information in here http://leanin.org

Resensi dalam Bahasa:

Selamat Hari Perempuan Sedunia!

Ingat Women’s March di Jakarta kemarin? Tentunya kamu sudah mulai menyadari bahwa isu kesetaraan gender sekarang semakin disorot, dan semakin terasa urgensinya. Hari ini, buku yang akan diulas akan berkaitan dengan isu tersebut.

Lean In adalah buku yang ditulis oleh Sheryl Sandberg, Chief Operating Officer dari perusahaan Facebook. Tahukah kamu, buku ini masuk dalam daftar New York Times Bestseller? Kemudian, karena buku ini pun sebuah organisasi perempuan berskala global terbentuk? Jadi, tidak heran kalau menjadi buku berjenis biografi pertama yang diulas di sini. Untuk informasi mengenai organisasi yang disebutkan, bisa dilihat lebih lanjut di http://leanin.org

Kembali pada resensi, buku ini cocok untuk dibaca baik oleh laki-laki maupun perempuan, karena penting untuk kedua gender memahami isu yang saat ini sedang hangat dan membawa perubahan di dunia, bukan? Dalam bukunya, Sheryl Sandberg memberi tips yang lengkap mengenai bagaimana cara menghadapi bos di dunia kerja sebagai perempuan, mengatur pekerjaan dan keluarga, kendala saat hamil dan melahirkan, dan bagaimana mencapai kesuksesan dalam karir. Sheryl juga mengingatkan, apa yang sebenarnya menjadi hak dan kewajiban perempuan, dan bagaimana kita bisa menempatkannya dalam kesetaraan gender.

Di Indonesia, isu ini sayangnya memang belum populer, karena nilai-nilai tradisional yang masih mengakar kuat dan dominasi laki-laki yang masih sangat dijaga. Tapi, kalau dibandingkan dengan zaman kakek-nenek kita, budaya Indonesia pun mengalami pergeseran. Perempuan sudah mulai diperbolehkan kerja, pemerintah menerima perempuan sebagai pemimpin, perwakilan daerah, menteri, dan pemimpin di sektor lain. Tidak ada perubahan yang instan. Dan tidak ada yang berkata bahwa menghargai hak perempuan membuat nilai-nilai tradisional atau agama menjadi berkurang. Semua bisa dilakukan seiring, dan itulah yang Sheryl Sandberg berusaha ungkapkan dalam bukunya.

Kata orang, kalau kita tidak berjalan ke depan, kita artinya hanya jalan di tempat atau mundur ke belakang. Perbaikan berada di depan. Saya berharap kita mampu membuka hati dan pikiran untuk mengenal apa tuntutan dan fenomena yang terjadi di dunia. Mulailah dengan membaca buku, karena buku adalah jendela dunia, bukan?