Everyone’s A Aliebn When You’re A Aliebn Too – Jomny Son

Rating:  3.6 out of 5

“When two aliebns fimd each other in a strange place, it feels a little more like home”

Everyone's A Aliebn

Review in English:

No, the title is not misspelled. Hahaha

To find this book is to be freed from all the suffocating twist of life.

When I saw this book and heard my friend’s recommendation, I thought it will be similar to Little Prince. Some sweet story about the alien but with reflections of life. However, it is so different than that.

This is not a book to read.

This is a book to make you smile. To cheer you up. For you to read every day, one page at a time.

The book fits for all age, as it consists of simple languages, and full of illustrations. It seems like a children’s book, but it really touches a deeper meaning than you may think. Something to refresh your mind, be grateful of your life, reminded that you are not alone, and your mind might the only think that makes your own life harder. This book might guide you to the bright exit from your own dark maze inside your mind.

For all the hard days you may bear, I really recommend you to purchase and have this book as your emergency kit fighting depression. Have a good read! 🙂

Everyones a aliebn when you're a aliebn too

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Eits, jangan cemberut dulu, judulnya bukan typo kok. Hahaha

Membaca buku ini rasanya seperti dibebaskan dari keruwetan hidup.

Pertama kali melihat buku ini dan mendengar rekomendasi dari teman, aku pikir buku ini akan mirip seperti buku Little Prince. Cerita yang sederhana tapi dalam tentang sesosok ‘alien’. Tapi ternyata, buku ini beda.

Buku ini bukan untuk dibaca.

Buku ini ada untuk membuat kamu tersenyum. Untuk menghibur kamu. Untuk kamu baca setiap hari, satu halaman saja. Dan jelas bukan untuk dibaca buru-buru.

Buku ini cocok untuk semua umur, bahasanya sederhana dan penuh dengan ilustrasi. Bahkan aku merekomendasikan buku ini untuk yang sedang belajar Bahasa Inggris (iya, sepertinya terjemahan Bahasa Indonesia nya belum ada). Buku ini bisa membantumu menyegarkan pikiran, bersyukur akan hidupmu, mengingatkan kamu bahwa kamu tidak sendiri, dan membuatmu sadar bahwa mungkin yang membuat hidupmu rumit adalah pikiran-pikiranmu sendiri. Dan buku ini mampu membimbingmu keluar dari labirin gelap.

Mungkin sekarang atau di masa depan, kamu akan menghadapi hari-hari yang berat untuk dilalui, untuk itu, aku menyarankan untuk menyimpan buku ini sebagai penolong darurat di kala masa itu datang. Selamat membaca! 🙂

Advertisements

A Court of Thorns and Roses – Sarah J. Maas

Rating: 3.7 out of 5

“We need hope, or else we cannot endure”

A Court of Thorns and Roses (1)

Review in English:

I was late to know this book. Super late.

To be honest, I was not that optimist about reading fantasy novel as it often disappoints me, except Harry Potter or Hunger Games. However, those two are only a few that I admitted good. Yet a friend of mine recommend me this series, and turns out, I really like it.

This story combines fairytale and rebelliousness, with some spicy adult romance that is so well written. But it never loses the plot, the twist, and everything about it. It is far from cliché, yet in the same time also cliché hahaha. However, it is as far as day and night to a thing called boring. I truly love it.

However, I do think it is a novel for a girl, as the main character is a girl, and the story has a lot portion of romance, even though of course the adventure part is as juicy. I love how detailed the story is, there are a lot of characters not as it looks/seems, and things that raised questions. It keeps you on edge. I really couldn’t put it down!

Here’s a snapshot!

The story sets of in a world divided into two territories, the human land and faeries land. The main character, Feyre, is a human living in a village very close to the border of faeries land. She and her family hates all faeries, condemning them for the miserable life they have to lead. They are poor, starving, and unhappy.  Until one day, Feyre went hunting, and in the woods she met a faery. She killed it. Soon, her life turns upside down.

A Court of Thorns and Roses (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Aku sangat sangat telat tahu tentang buku ini.

Sebenarnya, aku tidak begitu optimis dalam membaca buku bertema fantasi, karena seringkali dikecewakan oleh gaya penulisannya, tentu saja kecuali Harry Potter dan Hunger Games yang memang sangat menarik. Seorang teman merekomendasikan saya buku ini, dan ternyata, saya sangat suka!

Untuk pembaca Indonesia, buku ini sudah terbit versi terjemahannya loh! Tapi sayangnya karena saya membacanya dalam Bahasa Inggris, aku ga bisa memberi review tentang apakah terjemahannya bagus atau nggak. Tapi wajib baca sih! Oh ya, karena buku ini berkonten agak dewasa, aku tetap menyarankan untuk yang di bawah umur untuk lebih hati-hati dalam membacanya! Hehe.

Buku ini mengombinasikan dongeng dan perjuangan, dan memang dibilang didasarkan dari cerita Beauty and The Beast yang kemudian divariasikan lagi. Tapi sejujurnya, menuruku ini jauh lebih dari itu. Memang unsur dongengnya terasa kental, namun ceritanya jauh lebih kaya dari itu. Jauh dari klise, namun di waktu yang sama juga dekat dengannya. Yang jelas, sama sekali jauh dari kata membosankan.

Namun, menurutku pribadi, buku ini memang mungkin lebih disukai oleh perempuan, karena adanya porsi romantisme yang cukup besar, walaupun diimbangi dengan petualangan yang selalu menegangkan. Ceritanya yang detail, perkembangan karakter yang sering kali di luar dugaan, dan misteri-misteri yang tidak terjawab bikin kita sama sekali ga bisa berhenti baca ini!

Berikut cuplikannya:

Cerita ini berlatar belakang di dunia yang terbagi dua antara daratan milik manusia dan daratan milik peri. Seorang gadis remaja, Feyre, tinggal di suatu desa yang berbatasan langsung dengan daratan peri, dan ia serta keluarganya sangat membenci kaum yang tidak pernah dilihatnya itu. Ia dididik untuk menyalahkan mereka atas kemiskinan dan kelaparan yang keluarga dan masyarakatnya tanggung. Sampai suatu hari, Feyre pergi ke hutan untuk berburu. Di sana, ia bertemu dengan serigala raksasa dan membunuhnya. Dan sejak itulah, hidupnya bukan lagi miliknya….