Sepotong Senja untuk Pacarku – Seno Gumira Ajidarma

Rating: 4.5 out of 5

“Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja – dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan”

*the review in English is written after the one in Indonesian

Sepotong Senja untuk Pacarku (2)Resensi dalam Bahasa Indonesia: 

Senja. Berapa banyak dari kita yang mencintai gambaran sebuah senja?

Tapi senja tidak pernah bisa dibawa pulang….bukan?

Salah. Seno Gumira Ajidarma membuktikan bahwa senja bisa dibawa, dikemas, diulang sebanyak yang kita mau. Dalam bukunya, Sepotong Senja untuk Pacarku, ia mengemas senja dengan sempurna, mempresentasikan dan menghadiahkan senja yang mungkin telah ia saksikan pada para pembacanya, melalui kata-kata yang indah melampaui daya pikir.

Buku ini sebegitu sempurnanya bagiku. Baik cerita, bahasa, cover, bahkan pengemasan bukunya begitu tepat dan cocok, sehingga rasanya seperti benar-benar mempunyai ‘senja’. Buku ini dikemas dalam sebuah amplop, tepat ketika cerita pertama mengisahkan tentang seorang lelaki yang memotong senja dan mengirimkannya pada sang pacar. Ia pun menyelipkan sepucuk surat dalam bukunya, yang membuat buku ini terasa semakin nyata.

Sedangkan untuk bahasa sendiri, Seno Gumira telah sukses membangun dunia yang ia mau dalam imajinasi pembaca dengan kata-katanya. Seperti musik, kata-kata mengalir dengan simfoni yang sangat cocok dalam bukunya, menyajikan gambaran senja yang sang pengarang inginkan dalam imajinasi pembaca, sama, atau bahkan lebih indah. Saat membaca buku ini, rasanya ada sisi dalam diri yang begitu puitis dan romantis terbangunkan, membuat kita ingin membaca pelan, turut “berjalan di pantai dengan kaki telanjang membentuk jejak yang panjang di atas pasir basah yang mengertapkan cahaya keemas-emasan.”

Berikut sepotong tulisan tentang senja milik Seno Gumira Ajidarma:

“Alina tercinta, bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja – dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apaah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap? Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di kejauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu-persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamamu merski aku tahu semua itu akan teteap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

 Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata. Sudah terlalu banyak kata di dunia ini. Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa.”

Sepotong Senja untuk Pacarku

Review in English: 

Sunset. How many of us love a thing we call Sunset?

 But we can’t take Sunset away, no?

Wrong. Seno Gumira Ajidarma proves that the whole scenery of sunset could be cut, packed, and repeated as much and whenever we want. In his book, Sepotong Senja untuk Pacarku (sorry, I don’t think they have translation in English for this book. But if I have to, I thing in English it would be something like ‘A Piece of Sunset for My Girl’), he perfectly presents the whole scenery of sunset, and gave it to us, the readers, with such beauty.

 It is a perfect book, at least to me. Whether it was the story, the style, the cover, even the packaging is so fit to the whole theme, you feel like you really do own a sunset in your shelf. This book’s packaging is an envelope, just as its first story, telling about a man who cut the sunset scenery and send it to his girl. They also slipped a piece of letter in the book, that makes this book feels real.

 As for the way he writes, Seno Gumira had successfully put the sunset into the minds of his readers using only his words. Just like a music, his words flow beautifully and in such harmony, fitting to each other, presenting the exact picture of the sunset in his mind to our imagination, or even more mesmerizing than his. As I read it, it feels like there is this poetic, romantic, side of me awoken, makes me wanted to read it slower, and “walk barefoot on that sparkling seashore, leaving lingering footsteps on those wet sands”.

 I really hope you can read it just as I am, but since the stories are all in Indonesian language, if I translate it I don’t think I can copy the beauty of his writings. But I do hope you would be able to read it someday, dear English-speaking readers!

 

 

Advertisements

Kenanga – Oka Rusmini

Rating: 2.7 out of 5

“Bukankah semua tokoh memegang peranan yang ada artinya bagi tokoh lain, sekalipun tokoh itu hampir tidak ada artinya.”

Kenanga (1)

Review in English:

Indonesia. What is the thing widely known by foreigners about Indonesia?

 Yup, Bali.

 Bali is a part of Indonesia with great preservation on its culture. Its unique tradition, mixed with its mesmerizing nature has been the things that make Bali stand out so much. However, it is very rare of us to have deep insight on how it feels to be a Balinese, even as Indonesian.

 Oka Rusmini has presented a brand-new perspective on how cultural values being brought to Balinese individuals’ life. The background of the story was crammed with traditional rules, ceremonies, daily traditions, and society classification. However, it is very easy to understand, and the story is light enough to be grasped. Most of the story is about romance and the cultural constrains regarding it.

Here’s a little peek!

 Kenanga is a Balinese woman, full of ambitions and dreams. She is smart and determined, but a stubborn girl. But her world turned upside down when he met Bhuana, a man so in love with her. Ironically, her sister, Kencana, sees Bhuana as her life purpose. Life goes on, but where would this twisted thread of destiny bring them?

Kenanga (2)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Bali atau Pulau Dewata adalah salah satu sumber pariwisata terbesar Indonesia. Namun, seberapa dalam kah kita tahu mengenai Bali? Hanya sekedar pantai-nya? Barong? Ubud? Makanan-makanannya yang terkenal enak dan pedas?

Kedalaman budaya Bali mengakar kuat pada setiap individu yang lahir di tanah tersebut. Nilai-nilai budaya yang diturunkan dan dijaga hari demi hari, tahun demi tahun. Kali ini, Oka Rusmini mencoba memberikan gambaran mengenai bagaimana nilai-nilai budaya Bali memengaruhi perilaku, tata bahasa, dan keputusan-keputusan hidup masyarakat Bali.

Cerita Kenanga berkisar seputar romantisme, namun dibalut dengan indah oleh budaya Bali yang tidak banyak orang awam paham, atau bahkan sekedar tahu. Latar belakang cerita begitu kaya dengan adat istiadat, tata krama, upacara adat, dan kebiasaan spiritual sehari-hari masyarakat Bali. Hal ini menambah kedalaman dalam romantisme cerita yang dibangun oleh Oka Rusmini.

Berikut sedikit cuplikannya!

Kenanga adalah seorang perempuan muda Bali yang penuh impian dan ambisi. Ia cerdas, ulet, tapi juga keras hati. Baginya hidup adalah karier. Namun, ambisi dan impian Kenanga rontok ketika mengenal Bhuana, lelaki yang amat mencintainya. Ironisnya, justru kepada Bhuana, adik Kenanga, Kencana, mengabdikan seluruh hidup dan cintanya. Roda hidup terus berjalan, namun ke mana kah benang takdir yang saling membelit ini akan membawa mereka?

 

Catatan Seorang Demonstran – Soe Hok Gie

Rating: 4.2 out of 5

Stop semua kemunafikan ini. Stop penindasan manusia atas nama apa pun juga.”

Catatan Seorang Demonstran

Review in English:

In related to racism issue that recently been raising up in Indonesia, I would really like to review this book, the diary of a famous Indonesian youngster figure back in the 60s. He came from Chinese ethnic group, and he was a student in the best university in Indonesia. He was behind several demonstrations students held back then, and his words still speak to us and relatable up to this moment.

Soe Hok Gie was born in 1942, and died in 1969. However, his short life inspires a lot of people in Indonesia. He was an ethnic Chinese, experiencing on hand the discrimination people do, and also an active writer in various media. In this book, which is copied from his diary, (you can find the translated one as ‘Annotations of a Demonstrator’) his words scream to us, demanding for justice and development of his beloved country, Indonesia. He has seen and dreamed of a world where the people of Indonesia can finally have a better future.

Soe Hok Gie was also a climber. He hiked many mountains in Indonesia, and he wrote a lot about it in his diary. He composed poets, beautiful ones, describing the mesmerizing places up above the clouds. Besides, his words remind you what is being student actually is. Aside from the lectures they have to attend, Soe Hok Gie reminds us the preparations students should do while in schools, which is to explore and find the truth before entering the real world.

Catatan Seorang Demonstran (1)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Sehubungan dengan isu yang saat ini sedang sangat kental terasa di Indonesia, buku ini terasa cocok dengan atmosfer kita. Belakangan ini, banyak opini-opini yang bersifat diskriminatif santer terdengar baik di media maupun sehari-hari. Oleh karena itu, saya ingin mengingatkan tentang seorang figur pemuda Indonesia pada tahun 60-an. Ia berasal dari etnis Cina, seorang mahasiswa Universitas Indonesia, dan menjadi motor demonstrasi pada jaman itu. Opini dan kata-katanya masih bergaung sampai saat ini, melalui buku hariannya yang diterbitkan sebagai Catatan Seorang Demonstran.

Soe Hok Gie lahir pada tahun 1942, dan meninggal pada tahun 1969. Namun meskipun masa hidupnya yang singkat, ia menginspirasi masyarakat Indonesia melalui tulisan-tulisannya. Gie menuliskan banyak artikel dalam berbagai media, namun suara-suaranya yang terdalam terpancar dalam tulisan di buku hariannya, yang lagi dan lagi mempertanyakan keadilan, kemajuan bangsa, dan melankoli. Gie, walaupun berasal dari kaum minoritas, berbagi mimpi yang sama dengan nyaris semua pelajar pada masa itu, yaitu agar Indonesia memiliki taraf hidup yang lebih baik.

Gie juga merupakan seorang pendaki gunung. Ia telah menjelajah gunung-gunung di pulau Jawa, dan menuliskannya dalam buku harian. Ia membuat puisi-puisi yang mendeskripsikan keindahan-keindahan gunung yang telah ia jajaki. Gie mengingatkan saya tentang peran pelajar yang lebih dibanding meraup ilmu di kelas, namun juga untuk menjelajah dan melihat dunia dari perspektif yang masih bersih dari kepentingan-kepentingan tertentu.

Pulang – Leila S. Chudori

Rating: 4.8 out of 5

Ayah adalah seorang Ekalaya. Dia ditolak tapi dia akan bertahan meski setiap langkahnya penuh jejak darah dan luka”

pulang-2

Review in English:

Now here is a book of your bucket list. Yes. If you claim yourself to be a booklover, bookworm, or whatever terms you may like, this is a must-to-read. Well, this is an Indonesian novel, nevertheless, you can find the translated one as ‘Home’.

‘Home’ is very deeply rooted on Indonesian darkest history. The background story it takes is so wonderful, it touches many sensitive topics. The novel is plastered with Indonesia’s culture, history, myth, and many unique things about Indonesia. It brings up G30SPKI, the times of massive massacre of people who are accused related in any way with PKI, the communist party, as its background. Since this is a two generation story, it will also take the background of Soeharto’s (2nd President of Indonesia) overthrow in 1998 just as important to the story as G30SPKI. ‘Home’ is also promoting Indonesian culture; it brings Wayang (Indonesian ethnic puppets) and Indonesian food as a major part of the story. You can smell, hear, and see Indonesia so clearly by reading ‘Home’. No doubt of it being awarded of Khatulistiwa Literary.

This is about a man. A man who fascinated by many things; different political views, books and poems, women, foods. A man who set sail, and can never anchored down. A man who faces his fascination to become both curse and blessing to his life. A man whom the wind of life has blown away from his path, to the point of him is being stamped as ‘politic exile’. He was rejected by his own country, forced to live abroad and build a new life.

This is about a young woman. A woman in conflict with her father. Her beloved father, that always supports her, yet becomes bitter of a particular choice of hers. A woman with two histories running on her blood. A Parisian, with one other home country across the world that she has never visited. A woman with one problem upon her life: how to graduate from Sorbonne. One that she doesn’t know, is how that simple things would lead her to a series of outrageous events.

Processed with VSCO with g3 preset

Resensi dalam Bahasa:

Hai!!

Aku punya pertanyaan. Sejauh mana kamu mengenal I.N.D.O.N.E.S.I.A?

Kalau kamu nggak bisa menjawab pertanyaan ini, mungkin kamu bisa mendapatkannya dari buku ini. Buku ‘Pulang’ karya Leila S. Chudori adalah buku yang memenangkan penghargaan Kusala Khatulistiwa Sastra bukan karena keberuntungan, tapi jelas karena kedalaman kualitas dari buku ini. Buku ini ditulis untuk memuaskan rasa haus kamu tentang sejarah Indonesia, terutama masa-masa tergelapnya.

Novel ini mengambil latar beberapa kejadian bersejarah di Indonesia, yaitu peristiwa G30SPKI, Supersemar, Demonstrasi Prancis, penembakan mahasiswa Trisakti, dan turunnya Presiden Soeharto pada tahun 1998. Melalui buku ini, gambaran kejadian-kejadian bersejarah itu akan terasa lebih nyata dan ‘berdarah’ secara asli. Banyak informasi yang diungkapkan oleh buku ini, kepingan-kepingan fakta yang bercampur dengan fiksi. Selain itu, novel ini memiliki ‘wangi’ Indonesia yang pekat. Budaya Indonesia begitu kental diulas dan menjadi bagian-bagian vital dalam ceritanya, seperti Wayang dan kuliner Indonesia. Novel ini selalu menjadi rekomendasiku pada siapa pun yang suka membaca.

Buku ini menjabarkan tentang seorang laki-laki. Seorang wartawan. Seorang bujangan. Seorang suami. Seorang Ayah. Seorang laki-laki yang tertarik pada politik, dan menghargai semua paham. Seorang laki-laki yang tahu bagaimana menjadi seorang teman yang baik, walau ia tidak yakin bagaimana menjadi pasangan yang baik. Ia terombang ambing dalam hidupnya yang didasarkan filosofi ‘berlayar’, sampai angin kemudian membawanya ke tanah baru. Ditolak tanah airnya, dan mendapat panggilan ‘Tapol’ (Tahanan Politik).

Buku ini menceritakan tentang seorang perempuan. Seorang anak. Seorang mahasiswa. Seorang perempuan Eropa, namun dengan darah yang tercampur bau kemangi dan kunyit, Indonesia. Seorang mahasiswa tingkat akhir Sorbonne yang berjuang untuk lulus. Seorang putri yang bertengkar dengan ayahnya. Seorang anak mencoba mengerti ayahnya, berdasar pada pemahaman anak kecil yang terbatas. Seorang blasteran, mencoba memetik I.N.D.O.N.E.S.I.A.

 

Cerita Cinta Enrico – Ayu Utami

Rating: 3.4 out of 5

Orang yang tidak pernah merasa tertekan tak kan bisa menginginkan kebebasan.

cerita-cinta-enrico-1

Review in English:

How often did you sit with your good friend, and listening to his/her life story in a comprehensive, truthful version? Don’t we all hide something from others or left out some part when we tell a story about ourselves? Don’t lie, admit it.

 Well, this is what this book offers you. Honesty, plain truth, and a complete story of a friend. Reading this book reminds you of a time where you spent the night at one of your friend’s place, then spending all night long sharing stories about their history. It also felt so much like what a guy friend would tell his other guy friend about his life. Ayu Utami has presented this story in such simple, no-drama story telling, even though it does full of drama, ups and downs.

 Ayu Utami is an Indonesian author that has been known for her work in such a long time. Her best-seller, ‘Bilangan Fu’ has the same style of this one, descriptive with a lot of insights on the character’s opinion on liberalism. Similar to it, Cerita Cinta Enrico spurred and splattered with liberalism all over, in such a nice and familiar concept.

 You are invited to get to know on who Enrico is, what is being kept by a jackass that never try to be one, instead simply longing for affection and simple happiness. Unfortunately, it’s a bit more complicated than what he thought. Life throws you a bunch of surprises, even coming from your own body. Will you recognize Enrico? Or are you him?

 If you truly want to get to know him, I recommend you to read this book. To read and hear it from its ‘mouth’ directly. And for you to have a fulfilling experience,  I won’t give you preview, since any preview will leak the story of his life. But I will tell you this: Enrico was born in a little village at the time of historical conflict in Indonesia. After that, his life keeps going downhill, though he tried his best to stay happy as a child. He started to gain control by using historical events in Indonesia to be his map of life, as it keeps up with his own journey of life.

cerita-cinta-enrico-2

 Resensi dalam Bahasa:

Coba ingat-ingat salah satu teman baikmu. Sekarang, pikirkan saat kamu menginap di rumahnya, apa yang kalian lakukan? Mengobrol? Makan bareng? Merokok? Main games? Tertawa?

Enrico berharap kalian mau melakukan hal-hal itu bersamanya. Enrico hanyalah temanmu, yang siap mencurahkan cerita hidupnya dan isi hatinya dengan gayanya yang santai. Ia duduk di sebelahmu, atau berbaring di kasurmu, menerawang, dan membeberkan kisah hidupnya, petualangan cintanya, dan mengingatkanmu akan momen-momen bersejarah yang bukan hanya bagi dunia, tapi juga baginya.

Ayu Utami sebagai pengarang yang sudah cukup lama berkecimpung sebagai penulis, selalu mempunyai gaya yang khas dalam bercerita. Novel kali ini pun kental dengan ciri khas Ayu Utami, dengan kesederhanaannya dan keakraban tokohnya dengan hidup sehari-hari, mengingatkan kita tentang seorang teman yang kita kenal begitu baik.

Kali ini, ia mengundang Anda untuk mengenal Enrico, seorang laki-laki biasa, yang bisa berlaku brengsek walaupun ia tidak bermaksud melakukannya, melainkan hanya dalam rangka mencari sepercik kebahagiaan hidup dalam pikirannya yang sederhana namun rumit. Hidup berjalan dengan sejuta pertanda, dan Enrico menghabiskan hidupnya untuk menafsirkan maksud dan arti kejadian-kejadian yang menimpanya. Termasuk pertanda yang timbul pada dirinya sendiri.

Dalam rangka mengenal Enrico, sebaiknya tidak dibeberkan sinopsisnya, tapi secara singkat, penggambaran Cerita Cinta Enrico adalah sebagai berikut: Enrico lahir dalam salah satu momen bersejarah dalam Indonesia, yang membuat kelahirannya pun menjadi penuh perjuangan bagi Sang Ibu dibanding Ibu lainnya. Setelah itu, seakan mengikuti hidupnya, momen-momen bersejarah bagi negaranya membuat momen bersejarah pula baginya dalam kehidupan personal. Ini adalah cerita tentang Enrico dan hidupnya yang sederhana, namun juga jauh dari kemudahan.