A Court of Thorns and Roses – Sarah J. Maas

Rating: 3.7 out of 5

“We need hope, or else we cannot endure”

A Court of Thorns and Roses (1)

Review in English:

I was late to know this book. Super late.

To be honest, I was not that optimist about reading fantasy novel as it often disappoints me, except Harry Potter or Hunger Games. However, those two are only a few that I admitted good. Yet a friend of mine recommend me this series, and turns out, I really like it.

This story combines fairytale and rebelliousness, with some spicy adult romance that is so well written. But it never loses the plot, the twist, and everything about it. It is far from cliché, yet in the same time also cliché hahaha. However, it is as far as day and night to a thing called boring. I truly love it.

However, I do think it is a novel for a girl, as the main character is a girl, and the story has a lot portion of romance, even though of course the adventure part is as juicy. I love how detailed the story is, there are a lot of characters not as it looks/seems, and things that raised questions. It keeps you on edge. I really couldn’t put it down!

Here’s a snapshot!

The story sets of in a world divided into two territories, the human land and faeries land. The main character, Feyre, is a human living in a village very close to the border of faeries land. She and her family hates all faeries, condemning them for the miserable life they have to lead. They are poor, starving, and unhappy.  Until one day, Feyre went hunting, and in the woods she met a faery. She killed it. Soon, her life turns upside down.

A Court of Thorns and Roses (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Aku sangat sangat telat tahu tentang buku ini.

Sebenarnya, aku tidak begitu optimis dalam membaca buku bertema fantasi, karena seringkali dikecewakan oleh gaya penulisannya, tentu saja kecuali Harry Potter dan Hunger Games yang memang sangat menarik. Seorang teman merekomendasikan saya buku ini, dan ternyata, saya sangat suka!

Untuk pembaca Indonesia, buku ini sudah terbit versi terjemahannya loh! Tapi sayangnya karena saya membacanya dalam Bahasa Inggris, aku ga bisa memberi review tentang apakah terjemahannya bagus atau nggak. Tapi wajib baca sih! Oh ya, karena buku ini berkonten agak dewasa, aku tetap menyarankan untuk yang di bawah umur untuk lebih hati-hati dalam membacanya! Hehe.

Buku ini mengombinasikan dongeng dan perjuangan, dan memang dibilang didasarkan dari cerita Beauty and The Beast yang kemudian divariasikan lagi. Tapi sejujurnya, menuruku ini jauh lebih dari itu. Memang unsur dongengnya terasa kental, namun ceritanya jauh lebih kaya dari itu. Jauh dari klise, namun di waktu yang sama juga dekat dengannya. Yang jelas, sama sekali jauh dari kata membosankan.

Namun, menurutku pribadi, buku ini memang mungkin lebih disukai oleh perempuan, karena adanya porsi romantisme yang cukup besar, walaupun diimbangi dengan petualangan yang selalu menegangkan. Ceritanya yang detail, perkembangan karakter yang sering kali di luar dugaan, dan misteri-misteri yang tidak terjawab bikin kita sama sekali ga bisa berhenti baca ini!

Berikut cuplikannya:

Cerita ini berlatar belakang di dunia yang terbagi dua antara daratan milik manusia dan daratan milik peri. Seorang gadis remaja, Feyre, tinggal di suatu desa yang berbatasan langsung dengan daratan peri, dan ia serta keluarganya sangat membenci kaum yang tidak pernah dilihatnya itu. Ia dididik untuk menyalahkan mereka atas kemiskinan dan kelaparan yang keluarga dan masyarakatnya tanggung. Sampai suatu hari, Feyre pergi ke hutan untuk berburu. Di sana, ia bertemu dengan serigala raksasa dan membunuhnya. Dan sejak itulah, hidupnya bukan lagi miliknya….

Advertisements

Critical Eleven – Ika Natassa

Rating: 2.9 out of 5

“Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita.”

Critical Eleven (1)

Have you ever lost something so precious its damage is almost irreparable?

 Critical Eleven tells a story of a life that begins so perfect, a couple so in love, and they felt so ready to face everything bitter about the world, when it blows them a critical hit. Somehow, this problem did not bring them closer, but it tears them apart. Will a couple matures up, or whether they will simply drift apart and grieve in solitude?

 In this story, Ika Natassa delivered a story with a lot of flash backs, creating an illusion of wonderment for her readers. Comparing the life of characters before and after the incident occurred. The one downside of the story is such little correlation between the title and the whole story in general. However, other than that, this is a nice, sweet, story that will help you relax and understand the real obstacles people face even with love supporting them. Here is the preview:

 Anya and Ale was happy. More than happy, they were in love. Ale was a gift for Anya, a perfect man that she trusts would always protect her. However, when such a blow hit them hard, Anya and Ale don’t know how to be together anymore. Everything is change. Communications depleted, almost to vanish. What should they do?

 Critical Eleven (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Seberapa besar duka dapat melukai hidup seseorang? Atau bahkan dua orang?

Critical Eleven, novel Ika Natassa yang terlaris, menceritakan tentang sepasang kekasih, yang kemudian menjadi suami-istri, nyaris sempurna. Saling mencintai, saling melengkapi, dan begitu yakin untuk memulai hidup mereka bersama dengan kebahagiaan. Tapi, hidup tidak pernah selalu bahagia. Dan ketika akhirnya mereka menghadapi suatu ujian berat dari takdir, bisakah mereka mempertahankan kebersamaan mereka?

Dalam bukunya, ciri khas Ika Natassa tetap menonjol, yaitu dengan alur cerita yang bolak-balik dan  mengangkat tema cinta dan masalah-masalah yang timbul di sekitarnya. Kekurangan dari buku ini adalah korelasi yang minim antara judul buku, Critical Eleven, dan konten cerita. Walaupun begitu, buku ini tetap manis dan menyenangkan untuk dibaca, menyajikan pahit dan manisnya suatu pernikahan. Berikut cuplikannya!

Kisah Anya dan Ale dimulai dengan begitu romantis, seakan keduanya sempurna untuk satu sama lain dan mustahil untuk saling menyakiti. Namun, saat tiba-tiba suatu ujian menempa mereka berdua sebagai pasangan, Ale dan Anya tidak tahu bagaimana agar tetap saling menyokong, melainkan saling menjauh dan menutup diri. Mereka berhenti berkomunikasi. Apa yang akan terjadi?

Rindu – Tere Liye

Rating: 3.0 out of 5

“Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu.”

Rindu

Review in English:

Related to current political weather in Indonesia, I would like to review a novel with deep religious value in it, and of course it is coming from our most-productive-author, Tere Liye! Yeay!

So this book is incredibly unique, and I have not read another book like it, telling a story of Hajj journey, back when it takes almost a month just to reach Mecca by ship. This is an Indonesian novel, and it would provide you with good insight on Islam’s views, and of course, the favorite aspect of Tere Liye, true love.

This novel is incredibly sweet and heart-warming, reminding you the true values of Islam (which is NOT anarchy or violence), while restoring faith in humanity. Even though this is fictional, Tere Liye has succeeded in injecting peace in his readers’ heart, as he promoted this particular thing: “everything will be resolved in the best way it would be”. Moreover, since there are a lot of characters with different backgrounds in the story, the readers will easily be hooked and felt connection with the character who gave great portrayal of Indonesians’ common issues.

Here’s the sneak peak:

From the moment Daeng Andipati aboard the ship with his wife and two daughters, he’s prepared to do a meaningful journey to The Holy Mecca. He also realizes that the voyage would be harsh and long. What he didn’t expect was to meet an amazing pious man who would help him in answering his long-suppressed-question that has been haunting his life. Furthermore, there are many people there with different stories, yet all haunted by their own questions and past. Turns out, the journey already starts purifying their souls even before they step on Mecca.

Rindu (2)

 Resensi dalam Bahasa:

Berkaitan dengan isu agama (terutama Islam) yang sedang sangat marak di tahun ini, aku ingin mengupas salah satu buku dari pengarang Indonesia yang menjunjung nilai agama Islam dalam setiap bukunya, yaitu Tere Liye.

Buku Tere Liye yang berjudul ‘Rindu’ mengangkat topik yang sangat unik, yaitu tentang perjalanan ibadah yang sangat diidam-idamkan semua umat Islam, Haji. Namun latar yang digunakannya adalah tahun 1938, di mana perjalanan haji pada umumnya tidak menggunakan pesawat, melainkan menggunakan kapal, dan memakan waktu hampir sebulan untuk mencapai kota Mekah.

Novel ini sangat menenteramkan hati, sekaligus juga mengingatkan kita tentang nilai-nilai asli dari agama Islam yang sebenarnya. Tere Liye sukses menanamkan kedamaian dalam hati pembacanya, mengingatkan lagi dan lagi bahwa “Apa pun yang telah atau akan terjadi adalah yang terbaik”. Selain itu, Tere Liye menempatkan beberapa tokoh utama, yang masing-masingnya memiliki problematika sendiri-sendiri, mewakili begitu banyak kasus yang umum terjadi dalam hidup manusia.

Berikut cuplikannya:

Daeng Andipati menaiki kapal Blitar Holland dengan komitmen untuk menjalani ibadah Haji dengan sungguh-sungguh, beserta istri dan 2 anak perempuannya. Namun yang tidak ia sangka adalah pertemuannya dengan tokoh agama yang berpengaruh di kapal tersebut, dan peristiwa-peristiwa yang mengikuti. Ia pun tak menyangka, bahkan sebelum ia menginjak tanah suci, ia akan dibantu untuk menyelesaikan konflik batinnya yang telah lama terpendam, begitu juga dengan beberapa orang lain di kapal itu yang memiliki masa lalu kelam. Perjalanan mereka telah dimulai, dan begitu juga proses mereka mencapai kedamaian hati.

 

For One More Day – Mitch Albom

Rating: 4.0 out of 5

“When you look into your mother’s eyes, you know that is the purest love you can find on this earth.”

For One More Day (2)

Review in English:

I have written a good book recommendation to you concerning family, have I? However, it was about fathers, and maybe, this time, we’ll give it to the partner, which is the mother.

Today, before reading this book, I’d like you to reminisce your time with your mother. Have you been close? Do you have any regret? At all?

Well, no worries pal. I guarantee you will bawl your eyes out and answered yes to all my questions once you read this book. Yes, this book is definitely a crier. It will take you way back into your past, makes you recollecting childhood memories, remind you and surfacing your feelings so much of how you missed your mother. This book is so well written it feels like a movie, you can actually picture the scenes. In my opinion, this book is something you need if you wanted to regain your sensitivity. It touches you right on the heart.  

 The story basically focuses on this question: What would you do if you could spend one more day with a lost loved one?

Because that is what the main character experience. It’s a story of ancient compassion and affection, that has never ceased through centuries or ages. You and your mother. Him and his mother. Even though he prioritize his father almost his entire life, it is regretful that he finally comprehend his mother’s love after she has passed away. This is a story for another chance. A chance to straighten out his views, his relationship, and to finally say those unspoken words. On the verge of his own death, he is given a priceless opportunity, to once again meet his mother.

PS: Wanna know why I don’t tell you the main character’s name? It simply because this story will pull you in, it feels like you yourself is the main character!  

For One More Day

Resensi dalam Bahasa:

  Selamat sore!

Nah, siapa yang tidak kenal peribahasa ‘Surga di telapak kaki Ibu’? Dalam budaya Indonesia, peribahasa ini sudah sangat santer terdengar bahkan sejak kita masih sangat kecil dan baru mulai belajar tentang tata krama dan sopan santun.

Oh, Bukan, bukan…aku bukannya mau menceramahi kalian tentang cara memperlakukan Ibu blalalaa….Hanya saja, hari ini aku ingin merekomendasikan buku yang (mungkin) bias membuat kita mengerti mengapa dalam budaya kita Ibu sangat dijunjung tinggi.

Buku ini tidak akan menceramahi kalian, tapi buku ini jelas sangat, sangat, sangat menyentuh. Dan dijamin kalian akan menutup buku ini dengan mata sembab karena menangis. Hehe. Buku ini akan ‘membantu’ kalian mengingat masa kecil, dan betapa besar rasa rindu kita terhadap Ibu. Buku ini ditulis dengan sangat indah dan gaya yang baik, sehingga sangat mudah untuk membayangkan adegan demi adegan yang tertulis. Menurutku pribadi, buku ini adalah buku yang kamu butuhkan kalau kamu ingin menemukan kembali sisi melankolismu.

Inti cerita dari buku ini adalah menjawab pertanyaan berikut: Apa yang akan kamu lakukan jika kamu bias menghabiskan satu hari bersama seseorang yang telah tiada?

Hal inilah yang dialami tokoh utama kita. Cerita mengenai ia dan ibunya. Mengingatkan kita tentang diri kita dan ibu masing-masing. Sang tokoh yang selalu mengejar sosok ayahnya, terlambat menyadari, betapa besar peran ibu dalam hidupnya. Tapi di momen antara hidup dan mati, ia dianugerahi satu kesempatan. Kesempatan untuk bertemu, berbicara, dan menghabiskan waktu dengan Sang Ibu, yang seharusnya sudah tak bisa ia temui lagi.    

 

 

 

Norwegian Wood – Haruki Murakami

Rating: 4.2 out of 5

“Despite your best efforts, people are going to be hurt when it’s time for them to be hurt.

IMG_20170402_072605

Review in English:

Caution! I would not recommend you to read this when you are feeling down or sad, it would definitely not be a good consolation.

How to differ love and responsibility?

Basically, that is what the main character of this book, Toru, asked. This book tells you a story of a young Japanese man, who is stuck between two loves, yet he is not sure of both. The definition of love, combine with the anxiety of a man who is still too young to bear the pain of it.

It’s a pretty dark story, picturing the life and traditions of Japanese from gloomy angle. Consisted of internal conflicts and mental instabilities, yet both the words and stories are so strong it will drag your emotion and create a resonance with the book. There is no happiness in this story, every conflict feels so grey and gloom, but this book is incredibly powerful for readers. So, I hope you can still enjoy it! So here is the preview:

Back in high school, Toru Watanabe became a third wheel of his friends, Kizuki and Naoko, which he loved so dearly. It took him by surprise when the brilliant Kizuki who seems like having no significant problem in his life, committed suicide and left Naoko to Watanabe. Naoko, scarred by his boyfriend’s suicide, becomes unstable. Watanabe, feeling obligated and loved by both Naoko and Kizuki, trying his best to help her, not knowing it changes into something more. However, is it truly love? The question arise, triggered when he met another girl, lively but complicated, Midori.

**

Resensi dalam Bahasa:

Peringatan! Bagi yang mau membaca buku ini, aku sarankan jangan membaca ini saat sedang tidak dalam kondisi emosi yang stabil, sedang sedih atau depresi!

Di manakah batas cinta dan tanggung jawab?

Pertanyaan itu lah yang Toru Watanabe tanyakan pada dirinya dalam buku ini. Norwegian Wood bercerita tentang seorang pemuda Jepang yang terjebak di tengah dua wanita yang menjadi sangat penting dalam hidupnya. Hidup menjadi cukup sulit untuknya, ketika ia hars mendefinisikan cinta di tengah hidup yang inkonsisten.

Buku ini memiliki nuansa kelam dan gelap, menyorot sisi-sisi budaya Jepang yang tidak selalu positif. Cerita Watanabe (tokoh utama) berkubang dalam pergolakan batin dan ketidakstabilan emosi dari tokoh-tokoh di sekitarnya, namun digambarkan dengan luar biasa oleh Haruki Murakami sehingga mampu menyeret dan menenggelamkan pembaca dalam emosi yang beresonansi dengan cerita. Dalam buku ini, langit serasa berwarna abu-abu. Tidak ada kebahagiaan dan semua begitu sendu. Namun kekuatan dari setiap kata dan konfliknya sangat menakjubkan dan menjadi salah satu buku wajib baca. Jadi, cobalah menikmatinya dan tenggelam dalam kekuatan kata-kata Haruki Murakami! Ini dia cuplikannya:

Saat Toru Watanabe masih di bangku SMA, ia berteman dengan dua orang yang sangat ia sayang, Kizuki dan Naoko, di mana keduanya berpacaran. Baginya, Kizuki adalah teladan yang luar biasa, dan sangatlah mengejutkan bagi Watanabe ketika Kizuki bunuh diri dan meninggalkan Naoko terpuruk secara mental, berdua dengannya. Watanabe sangat peduli dan sayang pada Naoko. Ia berusaha membantu Naoko kembali tersenyum sambil mencoba mendefinisikan perasaan yang timbul dalam hatinya. Dan ketika semua masih begitu kabur, sesosok perempuan memasuki dunia Watanabe, Midori.

Ayahku (Bukan) Pembohong – Tere Liye

Rating: 3.0 out of 5

Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat”

Ayahku (Bukan) Pembohong

Review in English:

Good morning! How are you today? How’s the family?

Some daughters are closer with their moms, but some with their fathers. Every child always has particular memories or things they shared with their parents, something they carry as they grow up. As a girl and a daughter, my bond with my father is special.

Sometimes, it’s as simple as fairytales. Just like the story in this book, Ayahku (Bukan) Pembohong. A son named Dam, carries his father advises while growing up, guidance that the father delivered through stories, often came from his own experiences…or so he said. Dam grows up with high moral values, planted by his father, making him his role model with incredible adventures and experiences, but as he grew up, he started to question the truth behind all those stories…

This is a story about love. The love of a father to his son, and the love of a son to his father that will never match his. Reading this will definitely make you miss your father, or probably your mother. It takes you back to your childhood, when you were in bed at night, listening to the stories they told before bed. I guaranteed you will be able to relate to Dam’s exact feeling. However, by the end of the book, a new light might shine upon you, about how deep a parent’s love is.

Resensi dalam Bahasa:

Seberapa dekat kamu dengan ayahmu?

Dalam keluarga-keluarga pada umumnya, sosok Ayah sangat berbeda dengan sosok Ibu. Ayah menanamkan dan mendidik nilai-nilai moral hidup dengan caranya sendiri, dan tidak selalu dengan kedekatan intesif seperti Ibu. Setiap anak pasti memiliki kenangan-kenangan tertentu yang menguatkan ikatan dengan orang tuanya, termasuk dengan Ayah.

Dalam cerita ini, ikatan Ayah dan Anak dibangun oleh cerita-cerita dongeng. Cerita-cerita penuh nilai moral yang didasarkan dari pengalaman dan pengetahuan Sang Ayah, memotivasi Dam, putranya, untuk mencontoh ayahnya dan mengaplikasikan nilai-nilai yang diajarkan ayahnya melalui cerita-cerita tsb.

Namun seiring berjalannya waktu dan Dam tumbuh besar, pertanyaan mulai timbul. Apakah cerita-cerita itu benar adanya? Ataukah hanya sekedar cerita untuk menemani tidur Dam di masa kecil? Apakah Dam bisa menerima kenyataan, ataukah ia membenci ayahnya atas apa yang tidak ia percayai?

Cerita ini mengembalikan ingatanmu ke masa kecil. Mengenang Ayah dan kasih sayangnya, yang mungkin tidak selalu sama dan mudah dimengerti. Sebuah cerita yang dijamin membuatmu ingin berlari pulang dan memeluk Ayah, memutar ulang waktu dan mengucapkan terima kasih atas yang pernah ia berikan.

Brilliance of The Moon – Lian Hearn

Rating: 3.8 out of 5

“It’s like a spell. It’s so strong I can’t fight it. Is love always like this?”

Processed with VSCO with c1 preset

Review in English:

Good day, book addicts! Remember Takeo of Otori Trilogy?

Well, we finally have the last book here! And I will surely give you the sneak peek!

This book will probably surprise you in the matter of changes in the pace of plot. As the book before is kind of slow-pace, this book will be different. Brilliance of The Moon will be full of events, wars, and unexpected circumstances.

By the end of Grass for His Pillow (the second book), us readers were left to believe that everything will be okay, which later in this book you will find out it’s not. There are still so many enemies to defeat, inevitable conflicts, collisions, and political frictions. Suddenly, there are a lot of things going on. You’ll be hopeful and desperate both at the same time. Someway along the story, you too, will question whether their decision was the right one.

Okay okay…I’ll just give you a little preview:

After their reunion in Terayama, Takeo and Kaede realized the wars upon them that they and the rest of the Three Countries have to bear because of their actions. Together this time, they unite their powers and try to put an end to their enemies, and bring back peace. But first of all, they need armies. They begin their long road to Maruyama, claiming Kaede’s rights, only to find them facing the siblings of their old nemesis blocking them. And it doesn’t stop there…..

otori-trilogy

Resensi dalam Bahasa:

Selamat malam! Masih penasaran dengan kelanjutan Trilogi Otori?

Yap, ini dia buku terakhirnya, dan sedikit kisi-kisinya! Hehehe…

Buku terakhir ini akan sedikit berbeda dari buku sebelumnya, dan yang paling terasa adalah perubahan dari kecepatan dalam alur ceritanya. Di buku Grass for His Pillow, tempo dari alurnya cukup lambat dan detail. Namun di buku ini, justru alur cerita menjadi cepat dan ada begitu banyak kejadian, konflik, perang, dan kejutan-kejutan.

Awalnya, mungkin setelah membaca Grass for His Pillow, kita mungkin mengira yang harus mereka hadapi sekarang hanya tinggal musuh-musuhnya, namun dengan situasi Takeo dan Kaede yang sudah jauh lebih pasti. Nyatanya, dalam buku ini ikatan Takeo dan Kaede akan tetap diuji, dan bahkan pembaca pun akan dibuat terlarut dan mempertanyakan lagi apakah keputusan mereka sudah benar di setiap langkahnya. Yang jelas, buku terakhir ini masih mengaduk emosi deh!

Oke..untuk cuplikannya sebagai berikut:

Setelah pertemuan dan persatuan Takeo dan Kaede di Biara Terayama, mereka berdua menyadari konflik dan tantangan yang harus mereka hadapi akibat dari keputusan-keputusan mereka. Namun dengan tekad kuat untuk tetap bersama, Takeo dan Kaede sepakat menyatukan kekuatan dan menghadapi musuh-musuhnya, dimulai dengan mengumpulkan pasukan. Mereka memulai perjalanan dan berderap menuju Maruyama, menuntut kembali hak resmi Kaede, dan menghimpun kekuatan. Namun mereka dengan segera harus menghadapi pertempuran, lagi dan lagi, semakin lama semakin besar pertaruhannya…

 

 

Cerita Cinta Enrico – Ayu Utami

Rating: 3.4 out of 5

Orang yang tidak pernah merasa tertekan tak kan bisa menginginkan kebebasan.

cerita-cinta-enrico-1

Review in English:

How often did you sit with your good friend, and listening to his/her life story in a comprehensive, truthful version? Don’t we all hide something from others or left out some part when we tell a story about ourselves? Don’t lie, admit it.

 Well, this is what this book offers you. Honesty, plain truth, and a complete story of a friend. Reading this book reminds you of a time where you spent the night at one of your friend’s place, then spending all night long sharing stories about their history. It also felt so much like what a guy friend would tell his other guy friend about his life. Ayu Utami has presented this story in such simple, no-drama story telling, even though it does full of drama, ups and downs.

 Ayu Utami is an Indonesian author that has been known for her work in such a long time. Her best-seller, ‘Bilangan Fu’ has the same style of this one, descriptive with a lot of insights on the character’s opinion on liberalism. Similar to it, Cerita Cinta Enrico spurred and splattered with liberalism all over, in such a nice and familiar concept.

 You are invited to get to know on who Enrico is, what is being kept by a jackass that never try to be one, instead simply longing for affection and simple happiness. Unfortunately, it’s a bit more complicated than what he thought. Life throws you a bunch of surprises, even coming from your own body. Will you recognize Enrico? Or are you him?

 If you truly want to get to know him, I recommend you to read this book. To read and hear it from its ‘mouth’ directly. And for you to have a fulfilling experience,  I won’t give you preview, since any preview will leak the story of his life. But I will tell you this: Enrico was born in a little village at the time of historical conflict in Indonesia. After that, his life keeps going downhill, though he tried his best to stay happy as a child. He started to gain control by using historical events in Indonesia to be his map of life, as it keeps up with his own journey of life.

cerita-cinta-enrico-2

 Resensi dalam Bahasa:

Coba ingat-ingat salah satu teman baikmu. Sekarang, pikirkan saat kamu menginap di rumahnya, apa yang kalian lakukan? Mengobrol? Makan bareng? Merokok? Main games? Tertawa?

Enrico berharap kalian mau melakukan hal-hal itu bersamanya. Enrico hanyalah temanmu, yang siap mencurahkan cerita hidupnya dan isi hatinya dengan gayanya yang santai. Ia duduk di sebelahmu, atau berbaring di kasurmu, menerawang, dan membeberkan kisah hidupnya, petualangan cintanya, dan mengingatkanmu akan momen-momen bersejarah yang bukan hanya bagi dunia, tapi juga baginya.

Ayu Utami sebagai pengarang yang sudah cukup lama berkecimpung sebagai penulis, selalu mempunyai gaya yang khas dalam bercerita. Novel kali ini pun kental dengan ciri khas Ayu Utami, dengan kesederhanaannya dan keakraban tokohnya dengan hidup sehari-hari, mengingatkan kita tentang seorang teman yang kita kenal begitu baik.

Kali ini, ia mengundang Anda untuk mengenal Enrico, seorang laki-laki biasa, yang bisa berlaku brengsek walaupun ia tidak bermaksud melakukannya, melainkan hanya dalam rangka mencari sepercik kebahagiaan hidup dalam pikirannya yang sederhana namun rumit. Hidup berjalan dengan sejuta pertanda, dan Enrico menghabiskan hidupnya untuk menafsirkan maksud dan arti kejadian-kejadian yang menimpanya. Termasuk pertanda yang timbul pada dirinya sendiri.

Dalam rangka mengenal Enrico, sebaiknya tidak dibeberkan sinopsisnya, tapi secara singkat, penggambaran Cerita Cinta Enrico adalah sebagai berikut: Enrico lahir dalam salah satu momen bersejarah dalam Indonesia, yang membuat kelahirannya pun menjadi penuh perjuangan bagi Sang Ibu dibanding Ibu lainnya. Setelah itu, seakan mengikuti hidupnya, momen-momen bersejarah bagi negaranya membuat momen bersejarah pula baginya dalam kehidupan personal. Ini adalah cerita tentang Enrico dan hidupnya yang sederhana, namun juga jauh dari kemudahan.

 

 

The Other Boleyn Girl – Philippa Gregory

Rating: 4.0 out of 5

“It is luck to love someone who is free to love you in return.”

the-other-boleyn-girl-1

Review in English:

I love this quote from The Other Boleyn Girl here. It describes the book perfectly, which mostly elaborates the pain in loving someone in such complicated political fiasco. This is a historical novel, but this time, we take England history.

It’s particularly taking us into women’s perspective in love and desire, and how it was being used for politics. This book bring up a topic of gender inequality, to the times where women basically being barred from having their own life, their own will, and being used by the family, having no voice whatsoever.

It was so hard for me to put the book down, because the plot’s flow is really rapid in taking its peak and finding a new conflict. Reading it makes you feel restless, the characters’ lives never on ease, there is always an issue lurking on the corner.

Okay, here’s a little preview:

Mary Boleyn comes to court not knowing her charm is attracting the attention of The King himself. Everything and everyone in her family flaunt her and clear her path to be the girl for The King. For a moment, she is lost in happiness, not realizing the wind started to change, and her position is far from permanent. Who is the person that will force her to step down? And how the court will stir up?

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Kutipan di atas menggambarkan buku The Other Boleyn dalam satu kalimat sederhana, di mana konflik dalam buku ini terfokus pada rasa sakit dan perjuangan yang ditempuh untuk mencintai seseorang di tengah konflik politik kerajaan yang rumit. Novel ini salah satu dari tipe novel historis, khususnya sejarah Kerajaan Inggris di era Tudor.

Buku ini membawa kita pada perspektif seorang wanita berdarah biru dengan pandangan-pandangan spesifiknya mengenai cinta dan nafsu.  Di samping itu, novel ini menyorot masalah absennya kesetaraan gender dalam kentalnya budaya kerajaan Inggris pada era tersebut. Bagaimana perempuan tidak diperbolehkan memilih hidupnya sendiri, dijadikan pion demi kedudukan dan reputasi keluarga. Tentu saja, hal ini masih terjadi sampai sekarang, kan?

Hampir mustahil untuk meninggalkan buku ini setelah memulai membacanya, karena alur plot nya yang cepat dan fluktuatif dengan cara yang sangat luar biasa. Hampir tidak ada jeda di mana cerita tidak memiliki konflik, karena selalu ada masalah ditampilkan oleh penulis yang kemudian menjadi bibit koinflik berikutnya.

Berikut sinopsisnya:

Tiba waktunya Mary Boleyn untuk ikut terlibat dan tinggal di istana. Namun yang tidak disadarinya adalah pesonanya yang berkilau dan mampu menarik perhatian bahkan seorang Raja. Semua orang mendukung dirinya dan memastikan Mary dan Raja tidak terhalang untuk bersatu. Dan untuk sesaat, Mary bahagia. Ia lupa bahwa kebahagiaan tidak pernah bertahan lama dalam istana. Siapakah yang akhirnya mampu menyingkirkan Mary? Dan bagaimana kelanjutan kehidupan di Istana?

 

 

 

Grass for His Pillow – Lian Hearn

Rating: 3.5 out of 5

“It was as hot as ever, even the turn of the moon bringing no relief, and the cries of cicadas fell like showers around me.”

Processed with VSCO with f2 preset

Review in English:

Hi hi! Back with me again for the second book of Otori Trilogy!

Have you read the first one? Yes, the story is not over yet!

As for this second book, it will reveal even deeper on Japanese culture, and (pardon me) especially the downside of the culture. Grass for His Pillow is so full of sorrow, and painful love. Yet it teaches you a lot in how to truly love someone (seriously, though).

In this sequel, don’t expect a lot of Kaede (you must know her by now, right?) and Takeo’s intimacy stuff, no, on the contrary, most of the story are spent by them being separated. Personally though, I learned a lot and it gave me an understanding of real, yet true love. However, please expect a plot speed draw backs, because the story is now focusing more on each journey of Takeo’s and Kaede’s, and I personally think that the writer was trying to build up the desperation that the characters feel to readers. So in a way, you OUGHT to be desperate in reading the story. Haha!

Well, here is the preview:

Takeo and Kaede are forced to separate due to their roles in their clans. This time, they are trying to obey the clan’s will and follow the order. Takeo is being trained by Tribe, while Kaede finally coming home to his father. There, tortured by their surroundings and unfulfilled longing of meeting each other, they learn to be mature, facing the reality and the demand of the world around them.

Gras For His Pillow (2).jpg

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Hai haiii!

Sekarang giliran buku kedua dari Trilogi Otori!

Jadi sudah pada baca belum buku pertamanya? Grass for His Pillow ini lanjutannya, dan duh, ga bisa ga dibaca!

Jadi di buku kedua ini, budaya Jepang akan dikupas lebih dalam lagi, terutama sisi gelapnya. Buku ini kental dengan kesedihan, dan cinta yang sulit. Tapi, merupakan contoh yang baik untuk cinta yang nyata dan murni.

Di buku lanjutannya ini, jangan berekspektasi akan banyak cerita tentang keindahan cintanya Takeo dan Kaede (bbaca dulu buku pertamanya ya). Kebalikannya, cerita ini adalah tentang mereka yang terpisah. Positifnya menurutku, cerita ini mengajarkan banyak tentang cinta yang sebenarnya (cie). Nah, jangan heran kalau alur ceritanya jadi sedikit melambat, karena ceritanya yang fokus pada perjalanan masing-masing Takeo dan Kaede. Kemungkinan di sini penulis mencoba membangun suasana sedih dan nelangsa yang dirasakan tokoh-tokohnya sehingga dirasakan juga oleh pembaca. Haha!

OK, ini dia sedikit cuplikannya:

Setelah waktu sesaat yang dilalui bersama, Takeo dan Kaede harus berpisah untuk menjalankan perannya di klan masing-masing. Kali ini, mereka menyadari kelemahan dan tanggung jawab mereka, dan mengikuti perintah klan. Takeo dilatih oleh Tribe untuk mempertajam ilmunya, sedangkan Kaede akhirnya pulang menemui ayahnya dan tanggung jawabnya. Dalam jangka waktu lama, mereka tersiksa oleh orang-orang dan situasi yang tidak pernah mendukung kemauan mereka, dan juga tersiksa oleh pergolakan batin masing-masing untuk bertemu pasangannya. Namun di balik semua itu, baik Takeo maupun Kaede belajar menjadi dewasa, dan menghadapi dunia nyata dan tuntutannya.