Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 – Pidi Baiq

Rating: 3.7 out of 5

“Jangan rindu. Ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja.”

Dilan (1)

Review in English:

Yeaaaayy it’s the last post of the year! Wow, I can’t believe I’ve been doing this for a year! Let’s hope next year will be even better! I hope you would have a good holiday too, and I’ve got a book that will be good for your vacation!

Who’s ready for some big slap romantic story for your heart?  Hahaha

Well then you gotta read this book. This particular book is written by Pidi Baiq, and has been a big hit among the youngsters of Indonesia (so much it’s coming to theater very soon!), because it really is both funny and so so sweet. Incredibly nostalgic too, at least for me. The story sets in Bandung city, in 1990. For a person who knows Bandung and been living there quite long, I have a beautiful rendezvous every time I read this.

Dilan is a story of a couple high schooler, from the perspective of Milea, the girl, she’ll tell you on how Dilan pursue her with such out-of-the-box acts and words. It is actually  a quite simple story, common thing you would find anywhere. But the romance, the sweetness, it is something you may have forgotten long long ago. I also would recommend this book for any man who wants to learn what  does a girl expects for romantic actions, though I got to admit Dilan sets the bar quite high. 

Anyway, sorry though, I don’t think this book has been translated to English, so you got to read it in Indonesian.  Here’s a quick peep!

Milea has just moved to the city. She didn’t expect much from it. But it all changes when a motorcycle stops right by her side, with a boy on it, saying such weird yet intriguing words . Then every time she meets him, he always has a new way to make her life exciting. His words and actions are funny and all-the-way enticing.

“Milea, you are beautiful. But I am not in love with you yet. Maybe in the afternoon. Let’s see.”

Dilan (2)

Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Horeeee ini post terakhir untuk tahun ini! Wow, ga terasa udah setahun aja ya bikin resensi ini…semoga tahun depan bisa lebih baik dan lebih banyak lagi! Nah, karena sekarang sudah masuk musim liburan, selamat berlibuur! Untuk kalian yang sedang liburan, buku ini cocok nih dibawa dan dibaca mungkin dalam bis, kereta, pesawat…yang mana juga boleh! Oke, ini dia!

Apakah kamu sedang haus romantisme? Atau sedang butuh inspirasi cara menjadi romantis?

Mungkin kamu butuh buku ini. Buku ini ditulis oleh Pidi Baiq, dan dalam sekejap meraih popularitas yang luar biasa, sampai-sampai dibuat menjadi film yang akan diluncurkan tidak lama lagi! Cerita Dilan sangat manis dan lucu. Ceritanya juga mengandung unsur nostalgia, paling tidak buat saya, hehe. Latar dari cerita ini adalah Kota Bandung, di tahun 1990. Mau tidak mau, bagi orang-orang yang mengenal Bandung pastilah merasa begitu hanyut dalam ceritanya dan rindu kota ini.

Cerita dari buku Dilan sebenarnya cukup sederhana. ‘Hanya’ cerita tentang sepasang remaja yang saling jatuh cinta. Cerita ini dilihat dari sudut pandang Milea, dan bagaimana dia melihat Dilan dan segala kelucuannya dalam proses PDKT. Walaupun sederhana, ada nuansa tertentu yang membuat novel ini begitu menarik, mengingatkan kita akan keluguan dan manisnya cerita cinta semasa sekolah.  Saya pribadi merekomendasikan buku ini bagi para laki-laki yang ingin belajar tentang romantisme, walaupun standar Dilan sebenarnya cukup tinggi, hahaha.

Berikut sedikit cuplikannya!

Milea adalah anak pindahan baru, dan ia tidak berekspektasi apa-apa. Namun suatu hari dalam perjalanannya menuju sekolah, sebuah motor berhenti di sebelahnya, lalu seorang cowok yang mengendarainya mengucapkan sesuatu yang sangat aneh, namun membuat Milea penasaran. Setelahnya pun, Milea terus bertemu dengannya, dan selalu ada hal-hal yang dilakukannya yang membuat hidup Milea jadi menarik.

“Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”

 

 

Stories for Rainy Days – Naela Ali

Rating: 2.5 out of 5

“Well, love is funny. Life is funny.”

Stories for Rainy Days

Review in English:

I guaranteed any girl will get hooked once you see the cover of the book. Just as I do ahaha. The cover of this book (the hard cover one, just like the one I showed here) is very intriguing and sweet, just as the title of the book. Just by looking at both of it, it already guarantees you some melancholy. After I read it, I believe this book will very much suit teenage girls in junior or high school, as it mostly consists of love story, and incredibly good to practice your English haha

 The book is very easy to read and grasped, as the language is easy and mostly what you would hear in daily talks. The stories are light and sweet. Maybe for readers that are used to read heavier books, it will feel too cheesy and full of puppy love, but the compilation of words and illustrations are right on and match each other so well, it builds up the mellow aura perfectly. 

Here’s a preview:

 It was a rainy day,

 with a hot darjeeling tea, 

warm striped blanket and polka dot socks.

 One perfect moment to read stories for cats.

Stories for Rainy Days (1)

 Resensi dalam Bahasa Indonesia:

Impresi pertama saat melihat buku ini, saya yakin pembaca wanita pasti pada umumnya tertarik. Termasuk saya, hehe. Sampul buku ini (yang saya tunjukkan di gambar) sangat menarik dan manis, sama dengan judulnya yang unik dan seketika menjamin melankolia, romantisme. Menurut saya pribadi setelah membaca buku ini, saya rasa buku ini sangat cocok untuk remaja-remaja, terutama karena ceritanya yang berkisar tentang cinta remaja dan cocok untuk berlatih Bahasa Inggris.

Buku Naela Ali ini sangat mudah dibaca dan dicerna, bahasanya yang mudah dan sederhana membuat ceritanya terasa manis dan ringan bagi pembaca. Namun mungkin untuk pembaca yang terbiasa membaca buku-buku yang lebih rumit, buku ini bisa terasa terlalu enteng atau galau, namun gabungan dari kata-kata dan ilustrasi dalam buku ini sangat mengena dan cocok dalam membangun suasana sendu yang sempurna.

Berikut sedikit cuplikannya!

It was a rainy day,

 with a hot darjeeling tea, 

warm striped blanket and polka dot socks.

 One perfect moment to read stories for cats.